BARRU – Polres Barru memperkuat kesiapan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Personel dan peralatan pendukung dicek dalam apel gelar pasukan.
Apel digelar di halaman Mapolres Barru, Selasa (11/8/2026) pagi.
Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H. memimpin langsung apel tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Personel Polres Barru ikut dalam kegiatan itu. Begitu juga Kodim 1405, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barru.
Ananda mengatakan apel dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi Karhutla.
Kesiapan personel menjadi perhatian. Begitu pula sarana dan prasarana.
Menurut Ananda, pencegahan harus menjadi langkah utama.
Deteksi dini juga harus diperkuat. Termasuk patroli rutin di wilayah yang rawan kebakaran.
“Pencegahan dini, deteksi dini, dan patroli rutin harus lebih diutamakan karena lebih efektif dibandingkan pemadaman setelah kebakaran terjadi,” ujar Ananda.
Dia mengingatkan risiko Karhutla meningkat saat musim kemarau.
Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Potensi pengaruh fenomena El Nino juga harus diantisipasi.
Karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan kesiapsiagaan.
Kapolres yang akrab disapa Panglima Timur itu menekankan pentingnya sinergi lintas instansi.
TNI dan Polri harus bergerak bersama pemerintah daerah.
BPBD, Damkar, Dinas Kehutanan, Dinas Kesehatan hingga masyarakat juga diminta terlibat.
“Semua pihak harus bersinergi dalam mencegah maupun menangani Karhutla,” katanya.
Ananda juga meminta seluruh peralatan pendukung dipastikan siap digunakan.
Mulai dari pompa air hingga kendaraan operasional.
Alat pelindung diri (APD) dan perlengkapan lainnya juga harus dicek.
Jika terjadi kebakaran, penanganan diminta tidak terlambat.
Pemadaman harus dilakukan secara cepat dan efektif.
“Apabila terjadi kebakaran, agar segera dilakukan pemadaman secara cepat dan efektif serta membentuk posko terpadu untuk mempercepat koordinasi,” tegasnya.
Penanganan Karhutla tidak hanya soal pemadaman.
Polres Barru juga menyiapkan langkah penegakan hukum.
Pelaku pembakaran lahan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sanksi administrasi maupun pidana dapat diterapkan.
Ananda juga mengingatkan personel untuk tidak mengabaikan keselamatan saat bertugas.
Kesehatan harus tetap dijaga.
Petugas juga diminta tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Keselamatan dan kesehatan personel harus menjadi perhatian dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Editor : Hengki












