Redaksiku.com – Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung Semarang terus memperkuat program internasionalisasi sebagai strategi utama untuk meningkatkan daya saing lulusan di kancah global. Langkah strategis ini ditegaskan dalam momentum akademik penting yang melibatkan berbagai jenjang pendidikan tinggi hukum di kampus tersebut.
Komitmen terhadap mutu pendidikan global ini disampaikan secara terbuka di hadapan ratusan sivitas akademika dan tamu undangan. Penguatan kompetensi internasional dianggap sebagai kunci agar para sarjana hukum mampu beradaptasi dengan dinamika hukum yang tidak lagi terbatas oleh batas-batas teritorial negara.
Rapat Senat Terbuka Periode Ke-98
Komitmen tersebut disampaikan langsung di tengah Rapat Senat Terbuka dalam rangka pelepasan lulusan Sarjana Ilmu Hukum, Magister Ilmu Hukum, Magister Kenotariatan, serta Doktor Ilmu Hukum periode ke-98. Acara pelepasan yang berlangsung pada Jumat, 18 September 2026 ini menjadi penanda penting bagi para lulusan yang bersiap memasuki dunia profesional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak fakultas menilai bahwa tantangan profesi hukum di masa depan menuntut penguasaan standar global, pemahaman hukum internasional, serta kemampuan berjejaring lintas negara. Oleh karena itu, kurikulum dan atmosfer akademik terus diarahkan untuk mendukung visi internasionalisasi tersebut.
Fakultas Hukum Unissula fokus memperkuat program internasionalisasi guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
Fokus Penguatan Kompetensi Lulusan
Dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat, institusi pendidikan tinggi hukum dituntut untuk tidak hanya mencetak lulusan yang paham hukum nasional. Penguasaan aspek transnasional menjadi nilai tambah yang sangat esensial bagi para praktisi hukum modern.
Berbagai langkah strategis telah disiapkan oleh Fakultas Hukum Unissula untuk memastikan para alumni memiliki daya saing tinggi. Beberapa fokus utama dalam pengembangan kompetensi tersebut meliputi:
- Peningkatan mutu kurikulum berbasis standar internasional.
- Penguatan kerja sama dengan lembaga dan institusi pendidikan hukum luar negeri.
- Pengembangan kemampuan bahasa asing bagi seluruh mahasiswa aktif.
- Perluasan akses jejaring profesional tingkat regional maupun global.
Menyiapkan Praktisi Hukum Berintegritas
Selain orientasi global, penanaman nilai-nilai integritas dan etika profesi tetap menjadi fondasi utama dalam sistem pembelajaran di lingkungan fakultas. Bekal moral ini dinilai sama pentingnya dengan penguasaan aspek teknis hukum dan wawasan internasional.
Para lulusan dari jenjang sarjana hingga doktor diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nama baik almamater sekaligus berkontribusi nyata bagi penegakan hukum di masyarakat. Kesiapan mental dan profesionalisme menjadi modal utama dalam menghadapi kompleksitas kasus hukum di era modern.
Pertanyaan Umum
Apa fokus utama Fakultas Hukum Unissula Semarang?
Fakultas Hukum Unissula fokus memperkuat program internasionalisasi guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
Kapan acara pelepasan lulusan tersebut dilaksanakan?
Acara pelepasan lulusan periode ke-98 ini dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026.
Jenjang pendidikan apa saja yang dilepas pada periode tersebut?
Pelepasan lulusan mencakup jenjang Sarjana (S1) Ilmu Hukum, Magister (S2) Ilmu Hukum, Magister (S2) Kenotariatan, dan Doktor (S3) Ilmu Hukum.
Ringkasan
Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka Periode ke-98 pada Jumat, 18 September 2026, untuk melepas ratusan lulusan dari jenjang Sarjana Ilmu Hukum, Magister Ilmu Hukum, Magister Kenotariatan, hingga Doktor Ilmu Hukum.
Dalam acara tersebut, institusi menegaskan komitmen kuat terhadap program internasionalisasi guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global. Fakultas menilai bahwa dinamika hukum modern menuntut penguasaan standar internasional, hukum transnasional, serta kemampuan berjejaring lintas negara.
Untuk mendukung visi global tersebut, pengembangan kompetensi difokuskan pada peningkatan mutu kurikulum berstandar internasional, kerja sama luar negeri, penguasaan bahasa asing, serta perluasan jejaring profesional. Seluruh upaya ini tetap didasari oleh penanaman integritas dan etika profesi yang kokoh bagi para praktisi hukum.






