Beijing berupaya mengurangi ketergantungan terhadap komponen asing, terutama dalam sektor semikonduktor, komputasi awan, pusat data, dan kecerdasan buatan.
Perusahaan seperti Huawei dan sejumlah produsen cip lokal mendapatkan peran besar dalam membangun ekosistem teknologi nasional.
Kemandirian tersebut dianggap penting karena pembatasan ekspor dapat menghambat akses China terhadap cip dan peralatan produksi paling canggih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, keberhasilan China tidak hanya bergantung pada kemampuan memproduksi perangkat keras. Negara tersebut juga membutuhkan perangkat lunak, sumber energi, pusat data, tenaga ahli, dan jaringan komunikasi yang mampu mendukung model AI berskala besar.
Usulan Organisasi Kerja Sama AI Dunia
China sebelumnya mengusulkan pembentukan organisasi internasional yang berfokus pada kerja sama kecerdasan buatan.
Usulan tersebut bertujuan membangun koordinasi di tengah perbedaan aturan dan pendekatan yang digunakan oleh berbagai negara.
Pemerintah China menilai tata kelola AI global masih terfragmentasi. Negara-negara memiliki pandangan berbeda mengenai regulasi, keamanan, privasi, inovasi, serta penggunaan AI dalam kehidupan masyarakat.
Organisasi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi pemerintah, perusahaan, akademisi, dan organisasi internasional untuk membahas pengembangan serta keamanan AI.
China juga ingin Shanghai menjadi lokasi utama bagi kegiatan organisasi kerja sama tersebut.
Isu yang Diperkirakan Dibahas Xi Jinping
Pidato Xi Jinping diperkirakan membahas sejumlah isu penting mengenai kecerdasan buatan.
Salah satunya adalah keseimbangan antara inovasi dan keamanan. Pengembangan AI yang sangat cepat dapat menciptakan manfaat ekonomi, tetapi juga membawa risiko baru.
Risiko tersebut mencakup penyalahgunaan informasi, konten palsu, pelanggaran privasi, penggantian sejumlah jenis pekerjaan, serangan siber, hingga penggunaan teknologi dalam bidang militer.
Xi juga diperkirakan menekankan pentingnya akses AI yang lebih merata bagi negara berkembang.
China ingin menunjukkan bahwa teknologi AI tidak seharusnya hanya dikuasai oleh sejumlah negara atau perusahaan besar.
Perbedaan Pendekatan China dan Amerika Serikat
China dan Amerika Serikat memiliki pendekatan yang berbeda dalam membicarakan tata kelola kecerdasan buatan.
Pemerintah Amerika Serikat lebih menekankan persaingan inovasi, kepemimpinan industri, serta pengurangan aturan yang dianggap menghambat perkembangan teknologi.
Sementara itu, China lebih sering menyampaikan pentingnya koordinasi pemerintah, pengawasan keamanan, kerja sama internasional, dan pemerataan akses teknologi.
Namun, persaingan kepentingan tetap terlihat di balik perbedaan pendekatan tersebut.
Kedua negara sama-sama ingin perusahaan, teknologi, dan standar yang mereka kembangkan digunakan secara luas di berbagai negara.
Mengapa Kehadiran Xi Jinping Penting?
Kehadiran langsung Xi Jinping membuat WAIC 2026 memiliki bobot politik yang lebih besar.
Reuters melaporkan bahwa ini menjadi kehadiran pertamanya dalam konferensi tahunan tersebut.
Partisipasi Xi menunjukkan bahwa AI tidak hanya dipandang sebagai sektor teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi nasional China.
Pidatonya dapat memberikan gambaran mengenai kebijakan yang akan ditempuh Beijing dalam pengembangan industri AI, kerja sama internasional, keamanan teknologi, dan hubungan dengan negara lain.
Pernyataan Xi juga dapat menjadi perhatian perusahaan teknologi, investor, pemerintah asing, dan organisasi internasional yang sedang menyusun aturan mengenai kecerdasan buatan.
Kesimpulan
Xi Jinping dijadwalkan menghadiri pembukaan World Artificial Intelligence Conference 2026 di Shanghai pada 17 Juli 2026.
Presiden China tersebut akan menyampaikan visi negaranya mengenai pengembangan dan tata kelola kecerdasan buatan.
Kehadiran Xi memperlihatkan bahwa AI menjadi bagian penting dari strategi ekonomi, industri, dan diplomasi China.
Konferensi tersebut juga akan menjadi panggung bagi perusahaan China untuk menunjukkan perkembangan teknologi dalam negeri, termasuk sistem komputasi terbaru Huawei.
Pidato Xi Jinping diperkirakan memberikan gambaran lebih jelas mengenai ambisi China dalam membentuk aturan dan kerja sama AI global di tengah persaingan teknologi dengan Amerika Serikat.
FAQ Xi Jinping dan WAIC 2026
Apa berita terbaru Xi Jinping?
Berita terbaru Xi Jinping adalah rencananya menghadiri pembukaan WAIC 2026 dan menyampaikan pidato mengenai kebijakan serta tata kelola kecerdasan buatan.
Kapan Xi Jinping menghadiri WAIC 2026?
Xi Jinping dijadwalkan menghadiri pembukaan WAIC 2026 pada Jumat, 17 Juli 2026.
Di mana WAIC 2026 diselenggarakan?
WAIC 2026 diselenggarakan di Shanghai, China, pada 17–20 Juli 2026.
Apa yang akan dibahas Xi Jinping?
Xi Jinping akan menjelaskan kebijakan, posisi, visi, dan usulan China mengenai pengembangan serta tata kelola AI.
Apa tema WAIC 2026?
Tema WAIC 2026 adalah “Intelligent Partners, Co-create the Future”.
Apa teknologi baru yang diperkenalkan Huawei?
Huawei dijadwalkan memperkenalkan Atlas 950 SuperPoD, yaitu sistem komputasi besar yang menggunakan ribuan prosesor AI Ascend.
Mengapa WAIC 2026 penting?
WAIC 2026 penting karena mempertemukan pemerintah, perusahaan, akademisi, dan pakar untuk membahas perkembangan, peluang, risiko, serta tata kelola AI dunia.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Kementerian Luar Negeri China, situs resmi WAIC, dan Reuters.
Halaman : 1 2






