Redaksiku.com – Kabar Dewi Astutik ditangkap di Kamboja langsung meledak di media sosial dan jadi sorotan nasional. Penangkapan ini bukan perkara kecil Dewi adalah nama yang masuk daftar buron internasional terkait penyelundupan sabu dua ton senilai Rp5 triliun.
Keberhasilannya lolos selama beberapa tahun membuat publik bertanya-tanya bagaimana ia bisa bersembunyi begitu lama.
Operasi penangkapan ini dijalankan oleh BNN bekerja sama dengan Interpol dan BAIS. Informasi awal menyebut Dewi diamankan di wilayah Kamboja setelah aktivitasnya terdeteksi oleh intelijen. Pengawalan ketat dilakukan karena ia disebut punya koneksi kuat dalam jaringan narkoba lintas negara.
Kini, setelah Dewi Astutik ditangkap di Kamboja, ia dijadwalkan diterbangkan ke Indonesia. BNN merencanakan jumpa pers besar untuk membongkar detail perjalanan kasus yang sempat menjadi misteri selama bertahun-tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Operasi Internasional yang Mengakhiri Pelarian Dewi
Penangkapan Dewi Astutik ditangkap di Kamboja menjadi bukti bahwa operasi lintas negara antara BNN, Interpol, dan BAIS berjalan efektif. Dewi ditangkap setelah tim gabungan mengawasi pergerakannya di Kamboja selama beberapa minggu.
Operasi ini dipimpin langsung oleh Kepala BNN, menunjukkan betapa besar prioritas kasus tersebut. Mengingat jumlah sabu yang diselundupkan mencapai dua ton, penangkapan Dewi dipandang sebagai pukulan besar bagi jaringan narkoba internasional.
BNN memastikan Dewi segera dibawa ke Indonesia untuk diperiksa intensif dan mengungkap siapa saja yang terlibat dalam jaringan raksasa tersebut.
Sosok Dewi di Mata Warga Kampung
Setelah berita Dewi Astutik ditangkap di Kamboja pecah, warga di kampung halaman Dewi di Ponorogo langsung angkat bicara.
Mayoritas mengaku kaget, karena selama ini Dewi dikenal sebagai perempuan pendiam yang bekerja dari negara ke negara sebagai TKW.
Kepala Dusun Dukuh Sumber Agung menyebut Dewi pernah tinggal di dusunnya pada 2009 setelah menikah.
Kehidupannya terlihat biasa saja, tanpa tanda-tanda keterlibatan dalam jaringan kriminal. Ia sering bepergian untuk bekerja, mulai dari Taiwan, Hong Kong, hingga akhirnya menetap di Kamboja.
Tetangga dekatnya, Mbah Misiyem, juga mengenang Dewi sebagai sosok yang suka berganti penampilan tetapi tidak banyak bicara. Menurutnya, Dewi hanya sesekali pulang, itu pun sebentar sebelum pergi lagi bekerja.
Dari TKW Keliling Asia ke Jaringan Sabu Rp5 Triliun
Perjalanan hidup Dewi memunculkan banyak pertanyaan. Bagaimana seorang mantan TKW bisa berubah menjadi gembong narkoba internasional? Setelah Dewi Astutik ditangkap di Kamboja, publik mulai menelusuri jejak masa lalunya.
Dewi disebut pernah puluhan tahun bekerja sebagai TKW di Taiwan, lalu pindah ke negara lain. Mobilitasnya yang tinggi diduga membuat Dewi berhubungan dengan berbagai jaringan di luar negeri. Dari situlah kemungkinan ia direkrut atau terlibat dalam operasi narkotika besar.
BNN sendiri menyebut Dewi berperan sebagai salah satu aktor utama penyelundupan dua ton sabu yang berhasil mereka bongkar beberapa waktu lalu.
Kehidupan Dewi yang Penuh Pergerakan dan Identitas Fleksibel
Informasi dari warga memperkuat dugaan bahwa Dewi sudah lama menjalani kehidupan yang tidak stabil. Setelah Dewi Astutik ditangkap di Kamboja, terungkap bahwa ia sering mengubah gaya rambut, penampilan, dan tempat tinggal.
Gaya hidup berpindah-pindah menjadi salah satu alasan mengapa Dewi sulit dilacak. Ia pergi ke Kamboja setelah Lebaran 2023 dengan alasan mencari pekerjaan baru.
Namun belakangan diketahui, keberangkatannya bukan sekadar mencari nafkah, melainkan bagian dari jaringan peredaran narkoba internasional.
Mobilitas tinggi inilah yang mempermudah Dewi memutus jejak, sehingga membuat petugas membutuhkan waktu lama sebelum akhirnya berhasil menangkapnya.
Nilai Sabu Rp5 Triliun, Kasus Terbesar BNN dalam Beberapa Tahun Terakhir
Kasus yang melibatkan Dewi bukan kasus biasa. Penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun adalah salah satu kasus terbesar yang ditangani BNN.
Karena itu, ketika Dewi Astutik ditangkap di Kamboja, publik menyambutnya sebagai pencapaian besar aparat penegak hukum.
BNN menegaskan bahwa operasi ini sangat kompleks mengingat jaringan yang terlibat berskala internasional. Ada banyak pihak yang masih terus ditelusuri, baik di luar negeri maupun dalam negeri, termasuk kemungkinan adanya kurir, pengendali, maupun kaki tangan lainnya.
Penangkapan Dewi diharapkan membuka pintu untuk mengungkap rantai peredaran narkoba lebih dalam.
Rencana Pemeriksaan dan Perkembangan Kasus
Setelah Dewi Astutik ditangkap di Kamboja, ia langsung diproses untuk dibawa kembali ke Indonesia. Prosedur ekstradisi dipercepat melalui koordinasi intens antara pemerintah Indonesia dan otoritas Kamboja.
Sesampainya di Indonesia, Dewi akan menghadapi pemeriksaan ketat. BNN sudah menyiapkan materi penyidikan yang menyangkut jaringan, alur logistik sabu, hingga sumber pendanaan operasi tersebut.
BNN juga menyiapkan konferensi pers besar untuk menjelaskan perkembangan lengkap kasus yang selama ini tertutup dan penuh spekulasi.
Penangkapan Dewi Astutik ditangkap di Kamboja menandai babak baru dalam pengungkapan jaringan narkoba besar yang meresahkan publik.
Kasus ini memperlihatkan bahwa kejahatan berskala internasional bisa saja dilakukan oleh sosok yang selama ini terlihat biasa dan tidak menonjol.
BNN kini memegang kunci penting untuk mengurai seluruh jejaring yang terlibat. Publik menunggu dengan penuh perhatian bagaimana lanjutan kasus ini akan dibuka terang.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels






