Ulasan The Uprising: Petualangan Pemberontakan yang Seru

- Penulis

Minggu, 13 September 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adegan film The Uprising yang menampilkan suasana Inggris abad pertengahan yang kacau dan mencekam.

Film The Uprising karya sutradara Paul Greengrass mengisahkan perjuangan rakyat Inggris di tengah wabah dan penindasan.

Redaksiku.com – Film terbaru yang memadukan peristiwa sejarah nyata dengan elemen fiksi klasik kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan penikmat sinema. Disutradarai oleh sineas kenamaan Paul Greengrass, The Uprising menghadirkan kisah latar belakang yang mengejutkan tentang bagaimana sebuah legenda pahlawan rakyat tercipta dari abu pemberontakan kaum tertindas.

Cerita berpusat pada kekacauan di Inggris abad pertengahan ketika wabah penyakit merenggut setengah populasi dan beban pajak menghimpit rakyat kecil. Di tengah situasi yang suram ini, Raja Richard II yang masih berusia empat belas tahun tampak terisolasi di istananya bersama para dewan. Tanah Inggris mendadak menjadi ladang subur bagi revolusi saat para petani dan warga jelata mulai kehilangan harapan.

Seorang pembajak tanah yang diperankan oleh Andrew Garfield digambarkan tengah berduka kehilangan istri serta anak-anaknya akibat aturan pajak yang kejam. Kemarahannya memuncak ketika tentara kerajaan bertindak sewenang-wenang menentukan status usia anak-anak untuk kepentingan penarikan upeti. Perlawanan spontan pun tak terhindarkan setelah ia terpaksa mengambil senjata untuk melindungi diri dan sesama warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wat Tyler yang diperankan oleh Cosmo Jarvis bersama seorang pendeta bidah bernama John Ball turut bergabung dalam gelombang pemberontakan tersebut. Mereka membentuk pasukan dari kaum yang mendambakan keadilan dan berbaris langsung untuk menemui sang raja. Di sisi lain, sang penguasa muda tampil sebagai figur tirani yang licik meski kerap dihantui mimpi buruk tentang amukan massa.

Dinamika Sejarah dan Asal Usul Legenda

Pendekatan yang diambil oleh sang sutradara dalam menggarap proyek ini terasa sangat mentah, berdarah-darah, dan tidak menutup-nutupi realitas kekejaman masa lampau. Meskipun awalnya dirancang sebagai drama sejarah mengenai Pemberontakan Petani tahun 1381, film ini mengejutkan penonton dengan menyisipkan benang merah menuju kisah asal usul Robin Hood. Keputusan kreatif ini sempat menuai perdebatan kecil karena dianggap sebagai taktik pemasaran yang tidak biasa.

Namun, ketika narasi berjalan, transisi dari kisah pemberontakan buruh tani menuju legenda tokoh panahan hutan Sherwood ternyata mampu berpadu dengan mulus. Transformasi emosional terlihat jelas pada karakter utama ketika ia menyadari bahwa janji manis penguasa hanyalah tipu muslihat belaka. Tatapan mata penuh amarah menggantikan rasa putus asa, menandai detik-detik lahirnya seorang simbol perlawanan legendaris.

A young knight in armor and a crown sits on a black horse in front of a stone building, with sunlight shining through trees in the background.

Nuansa kotor di bawah kuku dan jejak lumpur di tangan para karakter berhasil dieksekusi secara brilian oleh pengarah gambar. Pertumpahan darah disajikan secara jujur tanpa kehilangan fokus pada esensi kemanusiaan yang mendasari perjuangan kaum lemah melawan tirani. Nilai-nilai tentang kebebasan dan perlawanan terhadap ketidakadilan yang diangkat terasa sangat relevan dengan dinamika sosial di era modern saat ini.

Film ini secara cerdas menempatkan latar belakang peristiwa sejarah abad pertengahan sebagai fondasi logis untuk membangun mitos fiksi kepahlawanan.

A young knight in armor and a crown sits on a black horse in front of a stone building, with sunlight shining through trees in the background.

Kehadiran para pemeran pendukung papan atas semakin memperkuat bobot dramatis di setiap adegan konfrontasi antara rakyat dan pihak istana. Dinamika politik internal istana yang dipenuhi intrik penasihat kerajaan memberikan lapisan ketegangan tersendiri sebelum bentrokan fisik pecah di layar lebar. Penonton diajak untuk merenungkan bagaimana pola-pola penindasan sejarah kerap berulang dari masa ke masa.

A large group of people in medieval clothing walks through a grassy field, holding spears and banners, with trees and hills in the background.

Secara keseluruhan, karya terbaru dari studio Focus Features ini berhasil membuktikan bahwa kisah klasik dapat diceritakan kembali dengan sudut pandang yang lebih membumi. Para pencinta genre drama sejarah maupun kisah petualangan epik dipastikan akan menemukan banyak hal menarik untuk disimak sepanjang durasi pemutaran.

Pertanyaan Umum

Siapa sutradara film The Uprising?

Film ini disutradarai oleh Paul Greengrass yang dikenal lewat berbagai karya sinematik bertema sejarah dan aksi berintensitas tinggi.

Kapan The Uprising dirilis di bioskop?

Film tersebut resmi didistribusikan oleh Focus Features dan mulai tayang di bioskop pada tanggal 11 September 2026.

Siapa pemeran utama dalam film ini?

Aktor utama yang memimpin jajaran pemeran adalah Andrew Garfield, didampingi oleh Cosmo Jarvis dan Jamie Bell sebagai pemimpin pemberontakan.A large group of people in medieval clothing walks through a grassy field, holding spears and banners, with trees and hills in the background.

Ringkasan

Film The Uprising adalah drama sejarah garapan sutradara Paul Greengrass yang tayang di bioskop mulai 11 September 2026. Dibintangi oleh Andrew Garfield, Cosmo Jarvis, dan Jamie Bell, film ini mengangkat kisah Pemberontakan Petani Inggris tahun 1381 yang dipadukan secara kreatif dengan asal-usul legenda Robin Hood.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ulasan Film The Man I Love: Drama Romantis TIFF 2026
Review Film Aqueduct: Drama Keluarga dan Kenangan di Arena Balap
Review Film New Fears Eve: Slasher Komedi Penuh Darah
Ulasan Film Mayday: Aksi Komedi Ryan Reynolds dan Kenneth Branagh

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:16 WIB

Ulasan Film The Man I Love: Drama Romantis TIFF 2026

Minggu, 13 September 2026 - 13:19 WIB

Ulasan The Uprising: Petualangan Pemberontakan yang Seru

Minggu, 13 September 2026 - 07:14 WIB

Review Film Aqueduct: Drama Keluarga dan Kenangan di Arena Balap

Sabtu, 12 September 2026 - 15:01 WIB

Review Film New Fears Eve: Slasher Komedi Penuh Darah

Sabtu, 12 September 2026 - 00:08 WIB

Ulasan Film Mayday: Aksi Komedi Ryan Reynolds dan Kenneth Branagh

Berita Terbaru

Bank Banten resmi meluncurkan layanan pelanggan WhatsApp bercentang biru untuk memperkuat pelayanan digital bagi nasabah.

Keuangan

WhatsApp Resmi Bank Banten Diluncurkan dengan Centang Biru

Jumat, 18 Sep 2026 - 02:48 WIB

Proses pencarian korban masih dilakukan oleh warga setempat setelah runtuhnya tambang emas di Kordofan Barat, Sudan.

Internasional

Tambang Emas di Sudan Runtuh, 82 Tewas dan 50 Luka-Luka

Jumat, 18 Sep 2026 - 02:42 WIB

Mantan Kepala Inspektorat Banda Aceh berinisial FD diperiksa bersama seorang pria terkait dugaan pelanggaran syariat Islam.

Politik

Mantan Kepala Inspektorat Banda Aceh Diperiksa Dugaan Liwath

Jumat, 18 Sep 2026 - 02:32 WIB

Bupati Dogiyai Yudas Tebai resmi meluncurkan kegiatan pemetaan kompetensi ASN di Mowanemani.

Viral

Bupati Dogiyai Yudas Tebai Luncurkan Profiling ASN 2026

Jumat, 18 Sep 2026 - 02:21 WIB

Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika menggelar pelatihan pembuatan sabun herbal berbahan lokal untuk meningkatkan keterampilan pengurus.

Viral

Pelatihan Pembuatan Sabun Herbal Lokal oleh TP PKK Mimika

Jumat, 18 Sep 2026 - 02:16 WIB

error: Content is protected !!