Redaksiku.com – Kehadiran wadah kemanusiaan lintas denominasi bernama HONAI di Tanah Papua menandai babak baru upaya gereja-gereja dalam merespons krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di wilayah tersebut. Organisasi yang diinisiasi oleh berbagai denominasi gereja termasuk Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia atau PGI dan Konferensi Wali Gereja Indonesia atau KWI ini resmi diluncurkan pada pertengahan September 2026 di Kantor Sinode GKI di Tanah Papua.
Nama HONAI sendiri diambil dari filosofi rumah adat masyarakat Papua yang berfungsi sebagai tempat berkumpul yang hangat. Di dalam sebuah honai, masyarakat biasa duduk bersama, mendengarkan satu sama lain, mempertimbangkan berbagai persoalan hidup, dan mengambil keputusan penting secara bersama-sama demi kebaikan kolektif.
Semangat musyawarah dan kebersamaan itulah yang diadopsi ke dalam inisiatif kemanusiaan ini. Untuk masa kepengurusan periode pertama, organisasi yang memiliki nama lengkap Humanitarian Outreach to Need Assistance Initiative atau West Papua Humanitarian Crisis Centre ini dipimpin oleh Pdt. Andrikus Mofu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penunjukan tersebut memperlihatkan keterlibatan aktif kepemimpinan gereja lokal dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan di tengah jemaat. Peluncuran wadah ini sekaligus menjadi penegasan bahwa gereja ingin mengambil peran yang lebih terkoordinasi dalam merespons berbagai dinamika sosial.
HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan masyarakat sipil yang terdampak konflik dan kekerasan di Tanah Papua.
Latar belakang pembentukan wadah ini tidak lepas dari kompleksitas situasi di lapangan yang menuntut penanganan serius. Sejumlah isu utama yang menjadi fokus perhatian lembaga ini meliputi:
- Masyarakat sipil yang terdampak langsung oleh berbagai peristiwa konflik di wilayah pedalaman maupun perkotaan.
- Keberadaan pengungsi internal atau Internally Displaced Persons yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal asal mereka demi mencari keamanan.
- Para penyintas kekerasan yang membutuhkan pendampingan psikososial, pemulihan trauma, serta bantuan pemenuhan hak-hak dasar.
- Kelompok masyarakat rentan lainnya yang luput dari jangkauan layanan kemanusiaan reguler akibat keterbatasan akses geografis maupun keamanan.
Meskipun peluncuran organisasi ini disambut baik oleh berbagai kalangan, tantangan terbesar justru terletak pada efektivitas kerja ke depan. Publik dan jemaat tentu menantikan langkah nyata agar wadah baru ini tidak sekadar menjadi simbol seremonial di atas kertas.
Bagaimana sebuah organisasi baru dapat memastikan kehadirannya benar-benar membawa perubahan substansial bagi warga Papua menjadi ujian tersendiri. Terlebih, rekam jejak menunjukkan bahwa lembaga keagamaan sebenarnya sudah sejak lama terjun langsung mengurus persoalan kemanusiaan di tanah tersebut.
Selama bertahun-tahun, berbagai gereja di Papua telah konsisten mendampingi korban konflik dengan melibatkan lebih dari puluhan pekerja kemanusiaan lokal.
Kerja-kerja kemanusiaan yang telah dilakukan gereja meliputi berbagai bidang krusial di antaranya penyaluran bantuan logistik darurat, pendampingan hukum, hingga upaya advokasi damai di daerah konflik. Gereja kerap menjadi satu-satunya institusi yang dipercaya oleh warga setempat saat situasi keamanan memburuk.
Kendati demikian, kompleksitas dan berulangnya siklus kekerasan di sejumlah wilayah Papua menunjukkan bahwa penanganan selama ini masih menghadapi hambatan struktural. Kehadiran wadah terkoordinasi diharapkan mampu memperkuat daya jangkau serta memperbesar dampak advokasi yang dilakukan gereja.
Pertanyaan Umum
Apa itu organisasi HONAI di Tanah Papua?
HONAI atau Humanitarian Outreach to Need Assistance Initiative adalah pusat krisis kemanusiaan lintas denominasi gereja yang diresmikan oleh PGI dan KWI untuk merespons persoalan sosial dan konflik di Papua.
Siapa yang memimpin organisasi HONAI?
Untuk periode kepengurusan pertama, organisasi kemanusiaan ini dipimpin oleh Ketua Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu.
Apa fokus utama dari kerja-kerja HONAI?
Fokus utama lembaga ini adalah membantu masyarakat sipil terdampak konflik, pengungsi internal, penyintas kekerasan, serta kelompok rentan lainnya di Tanah Papua.
Ringkasan
HONAI (Humanitarian Outreach to Need Assistance Initiative) adalah pusat krisis kemanusiaan lintas denominasi yang diinisiasi oleh PGI dan KWI di Tanah Papua untuk merespons krisis akibat konflik. Diresmikan pada September 2026 dan dipimpin oleh Pdt. Andrikus Mofu, lembaga ini fokus membantu pengungsi internal, penyintas kekerasan, dan masyarakat rentan.
Organisasi yang namanya diambil dari filosofi rumah adat Papua ini bertujuan mengoordinasikan penanganan masalah kemanusiaan secara kolektif. Fokus kerjanya meliputi penyaluran bantuan darurat, pendampingan psikologis, dan advokasi damai bagi warga sipil terdampak konflik.












