Tuai Pro Kontra! Cak Imin Usul Kepala Daerah Tak Lagi Dipilih Rakyat, Ini 5 Alasan dan Kontroversinya

- Penulis

Jumat, 25 Juli 2025 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usulan Cak Imin tentang penghapusan Pilkada langsung dikritik netizen, disebut ancaman bagi demokrasi lokal Indonesia. (Foto: Instagram @kemenkopmri)

Usulan Cak Imin tentang penghapusan Pilkada langsung dikritik netizen, disebut ancaman bagi demokrasi lokal Indonesia. (Foto: Instagram @kemenkopmri)

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, kembali memantik kontroversi lewat usulan mengejutkan terkait sistem pemilihan kepala daerah.

Dalam pidatonya saat peringatan Hari Lahir ke-27 PKB di Jakarta Convention Center pada 23 Juli 2025, ia menyarankan agar kepala daerah tak lagi dipilih langsung oleh rakyat.

Menurutnya, kepala daerah sebaiknya ditunjuk oleh pemerintah pusat atau minimal dipilih oleh DPRD demi efisiensi pemerintahan.

Cak Imin beralasan bahwa proses Pilkada langsung membuat konsolidasi politik di daerah menjadi lamban dan tidak efisien.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski tahu akan menuai penolakan, ia tetap menyebut usulan ini sebagai bagian dari ikhtiar mempercepat pembangunan dan memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Alasan Cak Imin Ingin Pilkada Langsung Dihapus

Tuai Pro Kontra! Cak Imin Usul Kepala Daerah Tak Lagi Dipilih Rakyat, Ini 5 Alasan dan Kontroversinya
Tuai Pro Kontra! Cak Imin Usul Kepala Daerah Tak Lagi Dipilih Rakyat, Ini 5 Alasan dan Kontroversinya

Cak Imin menyebut bahwa banyak kepala daerah yang mengeluhkan panjangnya proses politik dalam pemilihan langsung, yang membuat kinerja birokrasi tersendat.

Ia bahkan mengklaim sudah menyampaikan usulan ini secara langsung kepada Presiden Joko Widodo, sebagai masukan untuk perbaikan sistem pemerintahan ke depan.

Menurutnya, pemilihan langsung oleh rakyat terlalu menyita waktu dan energi politik yang seharusnya bisa difokuskan pada pembangunan daerah.

Ia menegaskan, kalaupun kepala daerah tidak ditunjuk pusat, setidaknya pemilihannya dikembalikan ke DPRD seperti sebelum reformasi.

Bagi Cak Imin, penghapusan Pilkada langsung merupakan cara untuk menyederhanakan demokrasi dan mempercepat eksekusi kebijakan publik di daerah.

Kritik Warganet: “Milih Bubur Aduk Aja, Bupati Nggak Boleh!”

Pernyataan Cak Imin sontak memicu gelombang reaksi dari masyarakat, terutama di media sosial.

Warganet menganggap ide tersebut sebagai kemunduran dalam sistem demokrasi yang selama ini dibangun dengan susah payah.

Salah satu komentar viral di Instagram datang dari akun @perspektiv.idn yang menulis sinis, Rakyat disuruh milih bubur diaduk apa nggak diaduk, bupati malah nggak boleh milih.

Tagar #TolakPilkadaTakLangsung pun menjadi trending di berbagai platform, memperlihatkan penolakan publik terhadap ide tersebut.

Banyak yang menilai bahwa jika kepala daerah dipilih DPRD atau ditunjuk pusat, maka peluang korupsi politik dan jual-beli kursi jabatan akan semakin besar.

Pembelaan PKB dan Harapan Cak Imin di Era Prabowo

Meski dihujani kritik, Cak Imin tetap kukuh bahwa usulan tersebut bukan untuk melemahkan demokrasi, melainkan menyempurnakannya agar lebih efisien dan terarah.

Ia bahkan berharap sistem pemilihan tak langsung ini bisa diterapkan di era pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Menurutnya, Prabowo merupakan sosok yang bisa membawa perubahan dalam sistem pemerintahan agar lebih efektif dan tidak tersandera dinamika politik daerah.

PKB menyebut langkah ini sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi yang efektif demi menciptakan pemerintahan yang fokus pada kesejahteraan rakyat.

Cak Imin juga menggarisbawahi bahwa usulan ini masih berupa gagasan terbuka, bukan keputusan final.

DPR Belum Putuskan Soal Pilkada, Polemik Masih Panjang

Dalam pidatonya, Cak Imin juga menyinggung bahwa DPR RI hingga saat ini belum membuat keputusan final terkait sistem Pilkada ke depan.

Yang baru disepakati hanya penundaan pemilihan DPRD, sementara mekanisme pemilihan kepala daerah masih terus diperdebatkan.

Sejumlah fraksi di DPR menolak penghapusan Pilkada langsung, dengan alasan transparansi dan partisipasi rakyat akan tereduksi jika kembali ke sistem lama.

Polemik ini diprediksi akan menjadi isu besar dalam pembahasan revisi UU Pemilu dan Pilkada yang tengah dirancang DPR.

Meski belum final, gagasan Cak Imin sudah lebih dulu memancing polemik dan reaksi keras dari berbagai kalangan.

Kesimpulan: Gagasan Efisiensi atau Kemunduran Demokrasi?

Usulan Cak Imin untuk menghapus Pilkada langsung memang dilandasi argumen efisiensi dan efektivitas birokrasi.

Namun, di sisi lain, publik menilai bahwa pemilihan langsung adalah pilar penting demokrasi yang tidak boleh dikorbankan demi alasan teknis.

Reaksi warganet yang masif menunjukkan bahwa masyarakat masih ingin terlibat dalam menentukan pemimpin di daerahnya sendiri.

Apakah gagasan ini akan diterima atau ditolak sepenuhnya masih bergantung pada proses politik di DPR dan sikap pemerintah pusat.

Yang pasti, polemik Pilkada langsung kini menjadi perdebatan panas yang akan terus bergulir di tengah transisi kekuasaan nasional.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nanik Buka Suara! Ngaku Tak Pernah Ikut Pengadaan di BGN, Ini Faktanya
Revitalisasi 71.744 Sekolah Dimulai! Dampaknya Bikin Banyak Orang Kaget
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Massa Berangkat dari Kampus
Aksi “Indonesia Bangkrut” Ricuh? Mahasiswa UI & UNJ Terhambat Menuju Lokasi
Harga Pertamax Naik, Purbaya Prediksi Peralihan ke Pertalite Tak Masif
Harga BBM Terbaru Pertamina: Subsidi Tetap, Stok Dijamin Aman
Kejagung Bongkar Kasus MBG! 4 Tersangka Sudah Ditahan, Bakal Bertambah?
Momen Bersejarah! Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia 2026 Disalurkan untuk Rakyat Palestina

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:18 WIB

Nanik Buka Suara! Ngaku Tak Pernah Ikut Pengadaan di BGN, Ini Faktanya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:09 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Dimulai! Dampaknya Bikin Banyak Orang Kaget

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:38 WIB

BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Massa Berangkat dari Kampus

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:58 WIB

Aksi “Indonesia Bangkrut” Ricuh? Mahasiswa UI & UNJ Terhambat Menuju Lokasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:40 WIB

Harga Pertamax Naik, Purbaya Prediksi Peralihan ke Pertalite Tak Masif

Berita Terbaru

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polisi Bersihkan Masjid di Sejumlah Kecamatan di Barru

Internasional

Sambut Hari Bhayangkara, Polisi Barru Bersih-Bersih Masjid

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:05 WIB

Rahasia Rambut Panjang Tetap Rapi

Life Style

4 Rahasia Rambut Panjang Tetap Rapi Saat Memakai Helm

Sabtu, 13 Jun 2026 - 12:38 WIB

MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://starazona.com/contacto/MAINZEUShttps://www.dovhlevin.com/https://stitta.ac.id/kontak/MAINZEUSMAINZEUSSLOT ZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coavs.edu.pk/faculty/SLOT PULSAMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSULARWINULARWINMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coes.dypgroup.edu.in/library/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://sethu.ac.in/seminar/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSJOKER4D>MAINZEUSMAINZEUSWEDE303MAINZEUSBINTANG4DWEDE303LIVETOTOEBTtop111LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303JOKER4DWEDE303LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303LIVETOTOBETlivetotobetmainzeuslivetotobetmainzeusbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dlivetotobet WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303 LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBET BINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4D SLOT2DSLOT2DSLOT2D JOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4D https://www.snsrkscollege.ac.in/https://www.leiko.cz/https://spidercarts.com/shop/misa66livetotobet
Dilindungi Oleh
Shield Security