Redaksiku.com – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali bikin heboh dunia maya. Kali ini, yang jadi sorotan adalah kejadian yang dialami oleh Victory, putri kecil selebgram Afifah Riyad yang baru berusia 2 tahun.
Insiden ini langsung viral usai Afifah membagikan bukti rekaman CCTV ke akun Instagram pribadinya pada Sabtu (9/8/2025).
Rekaman itu bikin banyak orang tercengang dan marah. Soalnya, dalam video terlihat sang suster yang baru bekerja sebulan di rumah Afifah, justru bersikap kasar ke anak majikannya.
Kronologi Kejadian Terekam CCTV
Dalam unggahan tersebut, Afifah mengunggah dua rekaman CCTV. Di video pertama, terlihat momen saat Victory muntah di lantai. Bukannya membantu, suster malah memarahi bocah malang itu dan bahkan menyuruhnya membersihkan muntah tersebut sendirian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi sebagian orang dewasa, adegan ini saja sudah bikin hati teriris. Apalagi mengingat usia Victory yang masih sangat kecil. Tapi rupanya, kejadian nggak berhenti di situ.
Aksi Menjambak Rambut
Rekaman CCTV kedua memperlihatkan adegan yang bikin warganet makin geram. Suster tersebut tampak menarik rambut Victory dengan kasar. Dari ekspresi tubuh sang anak, terlihat jelas kalau ia ketakutan dan nggak nyaman.
Afifah pun menambahkan keterangan di Instagram-nya yang memperlihatkan rasa kecewa dan marahnya.
“Anak senurut dan sekalem itu sus, kamu malah giniin. Bisa-bisanya ngajak anak saya ke belakang buat ngabisin bayi 2 tahun. By the way, dia baru kerja sebulan. Gak kebayang kalau setahun, anak saya udah jadi apaan,” tulis Afifah.
Ungkapan ini jelas menunjukkan betapa ia khawatir dengan keselamatan putrinya jika kejadian tersebut tidak segera terungkap.
Baru Sebulan Kerja, Perilaku Bikin Ngeri
Afifah menjelaskan kalau suster ini baru bekerja selama kurang lebih sebulan di rumahnya. Seharusnya, masa awal kerja adalah waktu untuk menunjukkan dedikasi dan membangun kepercayaan. Tapi yang terjadi malah sebaliknya.
Ia mengaku merasa ngeri membayangkan kalau suster tersebut bekerja lebih lama. Siapa tahu, perilaku kasar seperti itu bisa berdampak buruk pada perkembangan mental dan fisik sang anak.
Alasan Pelaku yang Bikin Geleng Kepala
Bukannya meminta maaf setelah aksinya ketahuan, suster ini justru memberikan alasan yang bikin banyak orang tambah emosi. Dalam video yang juga dibagikan Afifah, suster tersebut berkata, “Itu saya mendidik, Buk. Saya tegas aja.”
Alasan ini tentu saja nggak bisa dibenarkan. Banyak warganet yang menilai bahwa ˜mendidik™ dan ˜kasar™ adalah dua hal yang sangat berbeda. Apalagi jika yang diperlakukan seperti itu adalah anak berusia 2 tahun yang masih sangat rentan.
Reaksi Netizen: Marah, Prihatin, dan Dukung Afifah
Unggahan Afifah langsung menyebar luas dan mendapat berbagai komentar. Mayoritas warganet mengecam keras tindakan sang suster. Mereka merasa nggak masuk akal kalau ada orang dewasa yang tega memperlakukan anak sekecil itu dengan kasar.
Banyak juga yang memberikan dukungan moral untuk Afifah dan Victory. Mereka mengirim pesan agar Afifah tetap kuat, mengambil langkah hukum, dan memastikan anaknya berada di lingkungan yang aman.
Kasus Kekerasan Anak yang Harus Jadi Pelajaran
Kejadian ini kembali mengingatkan publik bahwa kekerasan terhadap anak bisa terjadi di mana saja, bahkan di rumah sendiri, dan pelakunya bisa orang yang dipercaya. CCTV menjadi bukti penting untuk membongkar kejadian yang mungkin tidak terlihat oleh orang tua.
Kasus ini juga menunjukkan pentingnya seleksi ketat dalam memilih pengasuh anak. Bukan hanya melihat pengalaman kerja, tapi juga kepribadian dan kesabaran seseorang.
Efek Psikologis pada Anak
Psikolog anak sering menekankan bahwa perlakuan kasar di usia dini bisa berdampak panjang pada mental anak. Meskipun kejadian terlihat “sepele” bagi orang dewasa, seperti dibentak atau dijambak, bagi anak itu bisa menimbulkan trauma dan rasa takut yang mendalam.
Victory yang baru berusia 2 tahun tentu belum bisa mengungkapkan secara verbal apa yang ia rasakan. Namun, gestur tubuh dan ekspresi wajah dalam rekaman CCTV sudah cukup menunjukkan bahwa ia merasa tertekan.
Sikap Tegas yang Diharapkan
Banyak netizen berharap Afifah membawa kasus ini ke jalur hukum. Dengan begitu, pelaku bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya secara legal, sekaligus memberi efek jera bagi siapa pun yang berpikir untuk melakukan hal serupa.
Beberapa juga menyarankan agar Afifah membagikan kronologi lengkap ke pihak berwenang dan memastikan semua bukti tersimpan dengan baik.
Solidaritas di Dunia Maya
Fenomena netizen yang kompak membela korban seperti ini bukan pertama kalinya terjadi. Media sosial memang punya kekuatan untuk mempercepat penyebaran informasi dan mengumpulkan dukungan publik.
Dalam kasus ini, dukungan yang mengalir deras diharapkan bisa membuat Afifah merasa tidak sendirian. Setidaknya, ia tahu bahwa banyak orang di luar sana yang peduli terhadap keselamatan dan kesejahteraan anaknya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






