Menkes Budi Gunadi kembali menjadi sorotan setelah menyampaikan pandangannya tentang hubungan antara penghasilan masyarakat, kesehatan, dan kepintaran.
Dalam sebuah forum di Jakarta, ia mengaitkan kesejahteraan finansial dengan kualitas hidup, terutama menjelang target besar Indonesia Emas 2045.
Pernyataan yang disampaikannya menimbulkan banyak perbincangan, terutama karena menyebut bahwa gaji Rp15 juta menjadi indikator negara maju.
Penjelasan Menkes Budi Gunadi Soal Gaji Rp15 Juta dan Kesehatan

Menkes Budi Gunadi menyampaikan bahwa untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, masyarakat Indonesia harus memiliki pendapatan per kapita minimal Rp15 juta per bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, angka tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan status sebuah negara sebagai negara maju.
Ia menyampaikan hal ini dalam forum diskusi bertema Visi Kesehatan Era Prabowo di Menteng, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Dalam pernyataannya, Menkes Budi Gunadi menyebutkan bahwa gaji tinggi bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari kualitas manusia.
Orang yang bergaji Rp15 juta, menurutnya, pasti memiliki tingkat kesehatan dan kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang bergaji Rp5 juta.
Menurutnya, orang dengan pendapatan tinggi umumnya sudah sadar kesehatan, memiliki akses edukasi lebih baik, serta mampu menjaga gaya hidup yang lebih seimbang.
Bahkan ia menambahkan, jika seseorang tidak sehat dan tidak pintar, hampir mustahil memiliki penghasilan setinggi itu.
Pernyataan tersebut menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat, ada yang setuju, ada pula yang menganggapnya terlalu menyederhanakan persoalan.
Gaji dan Kesehatan dalam Visi Indonesia Emas 2045 Versi Menkes Budi Gunadi
Dalam pemaparannya, menkes budi gunadi menekankan bahwa tantangan besar bangsa ini adalah bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat dari Rp5 juta ke Rp15 juta pada tahun 2045.
Namun, ia juga mengakui bahwa peningkatan gaji bukan menjadi tanggung jawab langsung Kementerian Kesehatan.
Kementerian yang ia pimpin hanya bisa mendukung dari sisi edukasi dan promosi kesehatan agar masyarakat bisa hidup lebih sehat dan produktif.
Salah satu contoh nyata yang diberikan Menkes Budi Gunadi adalah soal pentingnya menjaga indeks massa tubuh atau body mass index (BMI).
Ia menyebut bahwa BMI ideal adalah di bawah 24, dan masyarakat harus mulai memperhatikan lemak visceral atau lemak di sekitar organ tubuh yang berbahaya.
Jika masyarakat terus mengabaikan faktor ini, maka risiko penyakit seperti diabetes dan hipertensi akan terus meningkat, dan produktivitas pun menurun.
Ia juga menyebut, “Orang yang sehat dan cerdas itu lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang baik dan gaji tinggi,” tegasnya, dikutip pada Senin (19/5/2025).
Hal ini menjadi alasan mengapa Menkes Budi Gunadi menilai pentingnya pendidikan kesehatan sejak dini sebagai salah satu kunci menuju Indonesia maju.
Kampanye Menkes Budi Gunadi Soal Obesitas dan Ukuran Celana Jeans
Di luar soal gaji, menkes budi gunadi juga aktif mengampanyekan kesadaran tubuh ideal kepada masyarakat.
Salah satu pendekatannya yang cukup unik adalah menyarankan masyarakat untuk mengukur lingkar badan menggunakan celana jeans.
Ia mencontohkan, jika seorang laki-laki memakai ukuran celana jeans di atas 32-33, maka itu pertanda obesitas.
Menurut Menkes Budi Gunadi, ukuran celana bisa menjadi indikator praktis dan murah untuk mendeteksi apakah seseorang memiliki kelebihan lemak.
Ia bahkan mengatakan secara tegas, “Kalau celana jeans sudah ukuran 34 ke atas, itu lebih cepat menghadap Allah.”
Pernyataan itu pernah ia sampaikan dalam peluncuran layanan kesehatan baru di Johar Baru, Jakarta.
Dengan pendekatan yang blak-blakan ini, Menkes Budi Gunadi berharap masyarakat lebih sadar untuk menjaga pola makan dan berolahraga secara rutin.
Ia mengingatkan bahwa obesitas bukan hanya soal penampilan, tetapi sangat berkaitan dengan risiko kematian akibat penyakit kronis.
Peran Kementerian Kesehatan Menurut Menkes Budi Gunadi
Meskipun menekankan pentingnya penghasilan tinggi bagi kualitas hidup, menkes budi gunadi menegaskan bahwa bukan tugas kementeriannya untuk mengatur gaji masyarakat.
Ia menyatakan bahwa peran Kementerian Kesehatan adalah menciptakan lingkungan yang sehat, memberikan edukasi yang tepat, dan mendorong masyarakat untuk menjaga keseimbangan gaya hidup.
Dalam konteks ini, kesehatan dianggap sebagai fondasi penting untuk mendukung peningkatan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia.
Menkes Budi Gunadi juga menyoroti bahwa banyak kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular seperti diabetes, jantung, dan hipertensi.
Penyakit-penyakit tersebut umumnya bisa dicegah dengan gaya hidup sehat, yang menurutnya, hanya bisa diterapkan jika masyarakat memiliki kesadaran dan edukasi yang baik.
Ia menekankan, “Kalau ingin masyarakat berpenghasilan tinggi, mulai dulu dari hidup sehat. Karena orang sakit pasti boros dan tidak produktif.”
Halaman : 1 2 Selanjutnya






