Pernyataan Menkes Budi Gunadi Kembali Viral: Gaji Rp15 Juta Tandanya Lebih Sehat dan Cerdas

- Penulis

Senin, 19 Mei 2025 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkes Budi Gunadi kembali viral usai menyebut gaji Rp15 juta sebagai indikator sehat dan pintar. (Foto: Dok. Kemenkes)

Menkes Budi Gunadi kembali viral usai menyebut gaji Rp15 juta sebagai indikator sehat dan pintar. (Foto: Dok. Kemenkes)

Menkes Budi Gunadi kembali menjadi sorotan setelah menyampaikan pandangannya tentang hubungan antara penghasilan masyarakat, kesehatan, dan kepintaran.

Dalam sebuah forum di Jakarta, ia mengaitkan kesejahteraan finansial dengan kualitas hidup, terutama menjelang target besar Indonesia Emas 2045.

Pernyataan yang disampaikannya menimbulkan banyak perbincangan, terutama karena menyebut bahwa gaji Rp15 juta menjadi indikator negara maju.

Penjelasan Menkes Budi Gunadi Soal Gaji Rp15 Juta dan Kesehatan

Menkes Budi Gunadi kembali viral usai menyebut gaji Rp15 juta sebagai indikator sehat dan pintar. (Foto: Dok. Kemenkes)
Pernyataan Menkes Budi Gunadi Kembali Viral: Gaji Rp15 Juta Tandanya Lebih Sehat dan Cerdas

Menkes Budi Gunadi menyampaikan bahwa untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, masyarakat Indonesia harus memiliki pendapatan per kapita minimal Rp15 juta per bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, angka tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan status sebuah negara sebagai negara maju.

Ia menyampaikan hal ini dalam forum diskusi bertema Visi Kesehatan Era Prabowo di Menteng, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Dalam pernyataannya, Menkes Budi Gunadi menyebutkan bahwa gaji tinggi bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari kualitas manusia.

Orang yang bergaji Rp15 juta, menurutnya, pasti memiliki tingkat kesehatan dan kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang bergaji Rp5 juta.

Menurutnya, orang dengan pendapatan tinggi umumnya sudah sadar kesehatan, memiliki akses edukasi lebih baik, serta mampu menjaga gaya hidup yang lebih seimbang.

Bahkan ia menambahkan, jika seseorang tidak sehat dan tidak pintar, hampir mustahil memiliki penghasilan setinggi itu.

Pernyataan tersebut menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat, ada yang setuju, ada pula yang menganggapnya terlalu menyederhanakan persoalan.

Gaji dan Kesehatan dalam Visi Indonesia Emas 2045 Versi Menkes Budi Gunadi

Dalam pemaparannya, menkes budi gunadi menekankan bahwa tantangan besar bangsa ini adalah bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat dari Rp5 juta ke Rp15 juta pada tahun 2045.

Namun, ia juga mengakui bahwa peningkatan gaji bukan menjadi tanggung jawab langsung Kementerian Kesehatan.

Kementerian yang ia pimpin hanya bisa mendukung dari sisi edukasi dan promosi kesehatan agar masyarakat bisa hidup lebih sehat dan produktif.

Salah satu contoh nyata yang diberikan Menkes Budi Gunadi adalah soal pentingnya menjaga indeks massa tubuh atau body mass index (BMI).

Ia menyebut bahwa BMI ideal adalah di bawah 24, dan masyarakat harus mulai memperhatikan lemak visceral atau lemak di sekitar organ tubuh yang berbahaya.

Jika masyarakat terus mengabaikan faktor ini, maka risiko penyakit seperti diabetes dan hipertensi akan terus meningkat, dan produktivitas pun menurun.

Ia juga menyebut, “Orang yang sehat dan cerdas itu lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang baik dan gaji tinggi,” tegasnya, dikutip pada Senin (19/5/2025).

Hal ini menjadi alasan mengapa Menkes Budi Gunadi menilai pentingnya pendidikan kesehatan sejak dini sebagai salah satu kunci menuju Indonesia maju.

Kampanye Menkes Budi Gunadi Soal Obesitas dan Ukuran Celana Jeans

Di luar soal gaji, menkes budi gunadi juga aktif mengampanyekan kesadaran tubuh ideal kepada masyarakat.

Salah satu pendekatannya yang cukup unik adalah menyarankan masyarakat untuk mengukur lingkar badan menggunakan celana jeans.

Ia mencontohkan, jika seorang laki-laki memakai ukuran celana jeans di atas 32-33, maka itu pertanda obesitas.

Menurut Menkes Budi Gunadi, ukuran celana bisa menjadi indikator praktis dan murah untuk mendeteksi apakah seseorang memiliki kelebihan lemak.

Ia bahkan mengatakan secara tegas, “Kalau celana jeans sudah ukuran 34 ke atas, itu lebih cepat menghadap Allah.”

Pernyataan itu pernah ia sampaikan dalam peluncuran layanan kesehatan baru di Johar Baru, Jakarta.

Dengan pendekatan yang blak-blakan ini, Menkes Budi Gunadi berharap masyarakat lebih sadar untuk menjaga pola makan dan berolahraga secara rutin.

Ia mengingatkan bahwa obesitas bukan hanya soal penampilan, tetapi sangat berkaitan dengan risiko kematian akibat penyakit kronis.

Peran Kementerian Kesehatan Menurut Menkes Budi Gunadi

Meskipun menekankan pentingnya penghasilan tinggi bagi kualitas hidup, menkes budi gunadi menegaskan bahwa bukan tugas kementeriannya untuk mengatur gaji masyarakat.

Ia menyatakan bahwa peran Kementerian Kesehatan adalah menciptakan lingkungan yang sehat, memberikan edukasi yang tepat, dan mendorong masyarakat untuk menjaga keseimbangan gaya hidup.

Dalam konteks ini, kesehatan dianggap sebagai fondasi penting untuk mendukung peningkatan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia.

Menkes Budi Gunadi juga menyoroti bahwa banyak kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular seperti diabetes, jantung, dan hipertensi.

Penyakit-penyakit tersebut umumnya bisa dicegah dengan gaya hidup sehat, yang menurutnya, hanya bisa diterapkan jika masyarakat memiliki kesadaran dan edukasi yang baik.

Ia menekankan, “Kalau ingin masyarakat berpenghasilan tinggi, mulai dulu dari hidup sehat. Karena orang sakit pasti boros dan tidak produktif.”

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lengkap! Daftar Nominasi Emmy Awards 2026, Hacks dan The Pitt Dominasi Persaingan
74 Kg Emas Berapa Rupiah? Ini Nilai Taksirannya Berdasarkan Harga Emas Hari Ini
Rugikan Negara hingga Rp5 Triliun! Kasus Korupsi Batu Bara PLTU Masuk Babak Baru, Polisi Geledah Titik ke 13
Gol Mesir Dianulir Wasit, Argentina Comeback Dramatis Menang 3-2
Febrie Adriansyah Soroti Komunikasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
Pemadaman Bergilir Masih Jadi Sorotan, PLN Klaim Sistem Jawa Sudah Pulih
Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak di Lepas Pantai Karachi, Operasi Pencarian Diperluas
Fantastis! Film Obsession Kantongi Pendapatan Global 403 Juta Dolar di Box Office Dunia

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:54 WIB

Lengkap! Daftar Nominasi Emmy Awards 2026, Hacks dan The Pitt Dominasi Persaingan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:41 WIB

74 Kg Emas Berapa Rupiah? Ini Nilai Taksirannya Berdasarkan Harga Emas Hari Ini

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:28 WIB

Rugikan Negara hingga Rp5 Triliun! Kasus Korupsi Batu Bara PLTU Masuk Babak Baru, Polisi Geledah Titik ke 13

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:35 WIB

Gol Mesir Dianulir Wasit, Argentina Comeback Dramatis Menang 3-2

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:27 WIB

Febrie Adriansyah Soroti Komunikasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi

Berita Terbaru

Tabel Pinjaman KUR BRI 2026, Cicilan Rp5–500 Juta

Keuangan

Tabel Pinjaman KUR BRI 2026, Cicilan Rp5–500 Juta

Sabtu, 11 Jul 2026 - 12:17 WIB

Wasit Argentina vs Swiss Disorot, João Pinheiro Diuji

Olahraga

Wasit Argentina vs Swiss Disorot, João Pinheiro Diuji

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:30 WIB

Jampidsus Mengundurkan Diri, Febrie Tinggalkan Jabatan

Politik

Jampidsus Mengundurkan Diri, Febrie Tinggalkan Jabatan

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:57 WIB

Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Bencana

Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:52 WIB

Norway vs Inggris: Haaland Tantang Pengalaman Three Lions

Olahraga

Norway vs Inggris: Haaland Tantang Pengalaman Three Lions

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:47 WIB