Penyebab Ilmiah Sulit Tidur di Tempat Baru dan Cara Mengatasinya

- Penulis

Kamis, 24 September 2026 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyebab Ilmiah Sulit — Ilustrasi seseorang kesulitan tidur di tempat tidur hotel yang asing

Kesulitan tidur di tempat baru atau first-night effect disebabkan oleh mekanisme pertahanan alami otak manusia.

Redaksiku.com – Pernahkah Anda merasa kesulitan memejamkan mata saat menginap di hotel atau rumah kerabat, padahal tubuh terasa sangat lelah? Fenomena ini ternyata sangat lazim dialami banyak orang ketika berada di tempat tidur yang tidak biasa mereka tempati.

Tubuh manusia memiliki mekanisme pertahanan alami yang merespons perubahan lingkungan secara spontan. Otak Anda akan tetap bersiaga untuk menjaga diri dari potensi bahaya yang belum dikenal selama proses istirahat.

Mekanisme First-Night Effect pada Otak Manusia

Dilansir dari laman cntraveler, sains menyebut gangguan tidur saat berada di lingkungan asing sebagai first-night effect. Fenomena unik ini telah diteliti oleh para ahli neurosains selama bertahun-tahun untuk memahami perilaku tidur manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat Anda tertidur di lokasi baru, salah satu belahan otak tetap berada dalam mode bersiaga. Belahan otak kiri biasanya bertindak sebagai penjaga malam yang lebih peka terhadap perubahan sekitar.

Mekanisme ini mirip dengan sistem pertahanan alami hewan saat tidur di alam liar demi bertahan hidup. Otak Anda belum sepenuhnya percaya bahwa tempat tersebut aman dari potensi ancaman yang tidak terlihat.

Mengapa Lingkungan Asing Memicu Kewaspadaan

Otak manusia memproses setiap stimulus asing sebagai bentuk gangguan tersamar yang perlu diwaspadai. Suara pendingin udara atau pencahayaan kamar yang berbeda bisa memicu reaksi kewaspadaan secara otomatis.

Selain faktor lingkungan, ritme sirkadian tubuh juga berpotensi mengalami kebingungan mendadak akibat perubahan zona waktu atau suasana. Jam biologis yang terganggu akan menghambat produksi hormon melatonin penyebab kantuk.

Rasa cemas ringan akibat perjalanan juga memperburuk kualitas istirahat malam Anda secara keseluruhan. Kadar hormon kortisol meningkat sehingga tubuh terasa tegang dan terus terjaga sepanjang malam.

Fenomena ini membuktikan bahwa otak kita memiliki sistem pengamanan mandiri yang aktif bekerja meskipun tubuh sangat membutuhkan istirahat.

Poin Penting Gangguan Tidur di Tempat Asing

Berikut ini adalah beberapa alasan medis dan biologis mengapa tubuh merespons tempat baru secara berlebihan:

  • Peka terhadap stimulus baru seperti suara pendingin udara atau pencahayaan asing.
  • Disrupsi ritme sirkadian akibat perubahan jadwal atau lokasi perjalanan.
  • Penurunan produksi hormon melatonin yang berfungsi memicu rasa kantuk.
  • Peningkatan hormon stres kortisol yang membuat tubuh terasa tegang dan terjaga.

Tips Praktis Mengatasi Gangguan Tidur di Hotel

Membawa barang kesayangan seperti bantal atau selimut pribadi sangat membantu tubuh beradaptasi lebih cepat. Aroma dan tekstur yang familiar memberikan sinyal aman bagi otak Anda.

Kemudian Anda bisa menggunakan penyumbat telinga atau penutup mata untuk meminimalkan gangguan luar. Langkah sederhana ini efektif menciptakan ilusi lingkungan kamar tidur Anda sendiri.

Hindari konsumsi kafein atau penggunaan gawai menjelang waktu tidur malam untuk menjaga kualitas istirahat. Terakhir, Anda bisa meredupkan lampu kamar agar produksi hormon tidur berjalan lebih optimal.

Pertanyaan Umum

Apa penyebab utama susah tidur di tempat baru?

Penyebab utamanya adalah fenomena first-night effect di mana salah satu belahan otak tetap waspada untuk melindungi diri dari potensi ancaman di lingkungan asing.

Bagaimana cara mengatasi susah tidur saat menginap di hotel?

Anda bisa membawa bantal pribadi, menggunakan penutup mata, meredupkan lampu kamar, serta menghindari konsumsi kafein menjelang waktu tidur.

Apakah gangguan tidur ini berbahaya bagi kesehatan?

Gangguan tidur ini umumnya bersifat sementara dan akan membaik setelah tubuh mengenali serta beradaptasi dengan lingkungan tempat tidur yang baru.

Ringkasan

Artikel ini membahas fenomena ilmiah bernama first-night effect, di mana seseorang mengalami kesulitan tidur di lingkungan asing seperti hotel karena salah satu belahan otak tetap berada dalam mode siaga sebagai mekanisme pertahanan alami.

Berdasarkan riset neurosains yang dikutip dari cntraveler, belahan otak kiri bertindak sebagai penjaga malam yang lebih peka terhadap stimulus baru, seperti suara AC atau pencahayaan berbeda. Selain itu, gangguan ritme sirkadian, penurunan produksi hormon melatonin, serta peningkatan hormon stres kortisol turut menghambat kualitas istirahat tubuh.

Untuk mengatasi gangguan tidur ini, Anda dapat menerapkan beberapa langkah praktis seperti membawa bantal atau selimut pribadi yang familiar, menggunakan penyumbat telinga dan penutup mata, meredupkan lampu kamar, serta menghindari kafein dan penggunaan gawai menjelang tidur.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Danai Proyek Mineral dan Energi Argentina Sebesar US$7 Miliar
Banjir Bandang di Solok: 1 Warga Meninggal dan Lahan Rusak
AHY Kaget Dibuatkan Buku oleh 27 Penulis Muda Tanpa Permintaan
Harga Emas Antam Turun Rp 25.000 pada 24 September 2026
Kecelakaan Motor dan Truk Tronton di Ngaliyan, 1 Orang Tewas
Sinopsis Film Heart of the Beast: Brad Pitt Bertahan Hidup di Alaska
Trump Sambut Xi Jinping di Bandara, Sepakati Gencatan Perdagangan
Mengapa Diskon Membuat Barang Terlihat Lebih Menarik? Ini Penjelasannya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 11:08 WIB

AS Danai Proyek Mineral dan Energi Argentina Sebesar US$7 Miliar

Kamis, 24 September 2026 - 10:59 WIB

Banjir Bandang di Solok: 1 Warga Meninggal dan Lahan Rusak

Kamis, 24 September 2026 - 10:57 WIB

AHY Kaget Dibuatkan Buku oleh 27 Penulis Muda Tanpa Permintaan

Kamis, 24 September 2026 - 10:54 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp 25.000 pada 24 September 2026

Kamis, 24 September 2026 - 10:52 WIB

Kecelakaan Motor dan Truk Tronton di Ngaliyan, 1 Orang Tewas

Berita Terbaru

Melania Trump kembali ke panggung nasional dengan serangkaian agenda baru, termasuk proyek dokumenter pribadi.

First Ladies (US)

Kegiatan Terbaru Melania Trump: Dokumenter, RUU, dan Tugasnya

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:14 WIB

Film Coyote vs. Acme mencatatkan pendapatan US$100 juta di box office global berkat strategi pemasaran yang taktis.

Life Style

Strategi Marketing Film Coyote vs. Acme Tembus US$100 Juta

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:10 WIB

Badai tropis Nolo terpantau terbentuk di wilayah perairan selatan Hawaii pada 23 September 2026.

Hurricanes and Tropical Storms

Badai Tropis Nolo Terbentuk di Selatan Hawaii

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:05 WIB

error: Content is protected !!