Jasad ABK Arupadhatu I Ditemukan, PFI Desak SAR 7 Korban Dibuka

- Penulis

Kamis, 24 September 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jasad ABK Arupadhatu — Proses identifikasi jasad ABK kapal Arupadhatu I yang ditemukan di perairan Pulau Enggano

Jasad salah satu ABK kapal Arupadhatu I, Surakman, berhasil diidentifikasi setelah ditemukan di perairan Pulau Enggano.

Redaksiku.com – Penemuan jasad salah satu anak buah kapal (ABK) Arupadhatu I di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, menjadi titik terang sekaligus pengingat mendesak dalam misi pencarian tujuh orang yang hilang di Selat Sunda. Identifikasi DNA yang memastikan jasad tersebut adalah Surakman, salah satu awak kapal, kini menjadi landasan utama bagi Pewarta Foto Indonesia (PFI) untuk menuntut pembukaan kembali operasi pencarian gabungan yang sempat dihentikan.

Titik Terang dari Perairan Enggano

Keberadaan Surakman (60) akhirnya terungkap setelah melalui proses identifikasi forensik yang ketat. Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, telah mengonfirmasi bahwa hasil uji DNA jasad yang ditemukan di perairan Pulau Enggano memiliki kecocokan identik dengan data kependudukan sang ABK.

Kapal cepat Arupadhatu I dilaporkan hilang kontak sejak 7 September 2026 saat membawa rombongan jurnalis foto yang sedang meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Hilangnya kapal ini menyisakan duka mendalam bagi dunia pers Indonesia, terutama dengan adanya lima jurnalis profesional yang turut berada di dalamnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi pencarian gabungan sebelumnya telah resmi dihentikan oleh otoritas berwenang pada 17 September 2026, tepat sepuluh hari setelah kapal dinyatakan hilang.

Desakan Operasi SAR Lanjutan

Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, menegaskan bahwa penemuan jenazah Surakman bukanlah akhir dari misi, melainkan bukti autentik pertama yang ditemukan di lapangan. PFI secara resmi mendesak Basarnas, didukung oleh unsur TNI dan Polri, untuk segera melakukan penyisiran ulang dengan fokus pada jalur perairan dari Selat Sunda menuju wilayah ditemukannya jasad tersebut.

Pihak keluarga dan rekan sejawat para jurnalis masih menaruh harapan besar agar operasi pencarian kembali digelar. Berdasarkan komitmen awal saat penutupan operasi, pihak otoritas SAR memang menyatakan bahwa pencarian dapat dibuka kembali jika ditemukan tanda atau petunjuk baru yang relevan mengenai keberadaan korban.

PFI mendesak negara untuk hadir secara maksimal dalam melacak keberadaan lima jurnalis foto dan dua awak kapal lainnya yang hingga kini masih berstatus hilang.

Daftar Jurnalis dalam Pencarian

Hingga hari ini, Kamis, 24 September 2026, nasib lima jurnalis foto yang ikut dalam rombongan peliputan tersebut masih belum diketahui. Berikut adalah nama-nama jurnalis yang masih dalam status pencarian:

  • Yudistiro Pranoto dari iNews.
  • Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
  • Arie Basuki dari Merdeka.com.
  • Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency.
  • Muhammad Bagus Khoirunas dari LKBN Antara.

Pendampingan psikologis dan informasi berkelanjutan bagi keluarga korban menjadi prioritas PFI dalam mengawal proses pencarian hingga ditemukan kepastian nasib para jurnalis.

Tanggung Jawab Otoritas Pencarian

Keberhasilan mengidentifikasi satu korban memberikan arah baru bagi tim SAR untuk melakukan pemodelan arus laut dan pergerakan objek di perairan Selat Sunda hingga ke Samudra Hindia. PFI menekankan bahwa waktu merupakan faktor paling krusial dalam operasi penyelamatan di laut terbuka.

Hingga pernyataan resmi ini diterbitkan, belum ada tanggapan lebih lanjut dari pihak Basarnas terkait permintaan pembukaan kembali operasi SAR secara skala besar.

PFI pusat bersama jajaran pengurus daerah terus berkomunikasi intensif dengan pihak berwenang untuk memastikan upaya pencarian tidak terhenti. Komitmen untuk mengawal proses ini hingga tuntas menjadi janji organisasi kepada seluruh keluarga korban yang saat ini masih menanti kabar baik di rumah masing-masing.

Pertanyaan Umum

Mengapa operasi pencarian sempat dihentikan?

Operasi pencarian gabungan dihentikan pada 17 September 2026 karena keterbatasan petunjuk dan durasi waktu pencarian standar yang telah dilakukan selama sepuluh hari sejak kapal hilang kontak.

Apa dasar PFI meminta pencarian dibuka kembali?

PFI mendasarkan permintaan tersebut pada temuan jasad Surakman yang teridentifikasi secara DNA. Temuan ini dianggap sebagai bukti autentik baru yang menunjukkan keberadaan kapal atau korban di jalur perairan tersebut, sesuai dengan protokol SAR yang memungkinkan pembukaan kembali operasi jika ada petunjuk baru.

Bagaimana status terkini tujuh orang yang hilang?

Selain Surakman yang telah ditemukan, terdapat lima jurnalis foto dan dua awak kapal lainnya yang masih berstatus hilang. Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi atau lokasi keberadaan mereka.

Ringkasan

Penemuan dan identifikasi forensik DNA terhadap jasad Surakman, salah satu awak kapal Arupadhatu I di perairan Pulau Enggano, telah dikonfirmasi oleh Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki. Kapal tersebut sebelumnya dinyatakan hilang kontak sejak 7 September 2026 di Selat Sunda saat membawa lima jurnalis foto dan dua awak kapal dalam misi peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pewarta Foto Indonesia (PFI) secara resmi mendesak Basarnas, TNI, dan Polri untuk membuka kembali operasi pencarian yang sempat dihentikan pada 17 September 2026. Temuan jasad Surakman menjadi bukti autentik baru yang memicu tuntutan penyisiran ulang di sepanjang jalur perairan dari Selat Sunda hingga lokasi penemuan, guna memastikan nasib lima jurnalis serta dua awak kapal lainnya yang hingga kini masih berstatus hilang.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Madura United Jaga Kondisi Pemain Selama Libur 9 Hari
Dugaan Diskriminasi Shin Tae-yong Jadi Ujian Komitmen PSSI
Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija Selama Dua Musim
Analisis Kekuatan Hi-Pass Lawan Megawati di KOVO Cup 2026
Salsabila Amiradana Kalahkan Unggulan 1 Thailand di Surabaya International Challenge 2026
Persija Laporkan Dugaan Diskriminasi terhadap Shin Tae-yong ke PSSI
PDIP Tegaskan Bupati Boltara Sirajudin Lasena Bukan Kader Usai OTT KPK
Start Sempurna Madura United Diwarnai Duka Suporter dan Denda Rp30 Juta

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 11:19 WIB

Madura United Jaga Kondisi Pemain Selama Libur 9 Hari

Kamis, 24 September 2026 - 11:05 WIB

Jasad ABK Arupadhatu I Ditemukan, PFI Desak SAR 7 Korban Dibuka

Kamis, 24 September 2026 - 10:28 WIB

Dugaan Diskriminasi Shin Tae-yong Jadi Ujian Komitmen PSSI

Kamis, 24 September 2026 - 09:27 WIB

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija Selama Dua Musim

Kamis, 24 September 2026 - 09:18 WIB

Analisis Kekuatan Hi-Pass Lawan Megawati di KOVO Cup 2026

Berita Terbaru

Eddie Vedder bersama istri dan kedua putrinya, Olivia serta Harper Vedder.

Music

Mengenal Dua Anak Eddie Vedder: Olivia dan Harper

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:57 WIB

Menteri Energi Chris Wright menegaskan pemerintah tidak akan melarang ekspor diesel untuk menekan harga domestik.

United States Politics and Government

Pandangan Chris Wright soal Ekspor Diesel dan Isu Iklim-AI

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:54 WIB

error: Content is protected !!