Kebiasaan Makan Pakai Kerupuk, Tapi, Amankah untuk Tubuh?
Bagi sebagian besar orang Indonesia, makan tanpa kerupuk terasa kurang lengkap. Seolah menjadi pelengkap wajib di setiap santapan, mulai dari nasi goreng, soto, hingga pecel.
Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah memang menambah kenikmatan saat makan.
Namun, di balik kelezatan itu, muncul pertanyaan penting, apakah kebiasaan tersebut aman bagi kesehatan tubuh?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kandungan dalam Kerupuk
Umumnya terbuat dari adonan tepung tapioka atau terigu yang dicampur dengan bumbu penyedap, lalu digoreng dalam minyak panas.
Proses penggorengan ini sering kali menggunakan minyak dalam suhu tinggi dan dipakai berulang kali.
Selain itu, beberapa jenis juga mengandung bahan tambahan seperti pewarna buatan, penguat rasa, atau bahkan pengawet makanan.
Kandungan utama yang harus diperhatikan adalah lemak jenuh dan natrium (garam).
Lemak jenuh berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, sedangkan natrium tinggi berisiko memicu tekanan darah tinggi.
Risiko Kesehatan Akibat Terlalu Sering Makan Kerupuk
Mengonsumsi sesekali tentu tidak berbahaya. Namun, jika kebiasaan itu dilakukan setiap hari dalam jumlah berlebihan, hal ini bisa berdampak negatif pada kesehatan tubuh.
Berikut beberapa risiko yang bisa muncul:
1. Kenaikan Berat Badan
Kerupuk adalah makanan tinggi kalori namun rendah nutrisi. Satu keping kerupuk rata-rata mengandung 6080 kalori.
Jika dikonsumsi tanpa kontrol, asupan kalori harian akan meningkat dan berisiko menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat.
2. Kolesterol Tinggi
Proses penggorengan dengan minyak panas dan berulang kali membuat menyerap banyak lemak trans.
Jenis lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus menurunkan kolesterol baik (HDL), sehingga risiko terkena penyakit jantung pun semakin besar.
3. Tekanan Darah Tinggi
Kandungan natrium dalam kerupuk cukup tinggi.
Mengonsumsi makanan tinggi garam secara terus-menerus dapat memicu hipertensi, terutama bagi individu yang sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi.
4. Gangguan Pencernaan
Tidak mengandung serat yang cukup dan bisa membuat perut terasa penuh tanpa memberikan manfaat gizi yang berarti.
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit atau perut kembung.
Boleh Makan Kerupuk, Tapi Perhatikan Batasannya
Sebenarnya tidak masalah, asalkan dalam jumlah wajar dan tidak dijadikan kebiasaan setiap hari.
Idealnya, pilih yang digoreng dengan minyak baru atau menggunakan oven tanpa minyak.
Selain itu, perhatikan juga porsi makan. Jangan jadikan sebagai sumber kalori utama.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






