Redaksiku.com – Kesadaran akan pentingnya menjaga pola hidup sehat kini menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda di tingkat desa. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, tercatat sebanyak 37,4% penduduk Indonesia berusia 10 tahun ke atas masih kurang melakukan aktivitas fisik yang memadai. Angka tersebut menjadi alarm bahwa edukasi mengenai kesehatan tidak boleh lagi bersifat kaku, melainkan harus menyentuh kebiasaan sehari-hari agar lebih relevan bagi kaum muda.
Menanggapi tantangan tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 142 Universitas Sebelas Maret (UNS) mengambil inisiatif untuk menggerakkan kesadaran para pemuda di Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Melalui program bertajuk Srawung Sehat Muda-Mudi, mahasiswa mencoba memadukan edukasi kesehatan dengan pendekatan interaktif yang lebih akrab bagi kalangan pemuda setempat, khususnya anggota Ikatan Muda-Mudi Madugondo (IM3).
Kegiatan yang berlangsung pada 26 Juli 2026 ini berhasil menjangkau puluhan pemuda setempat dengan tingkat partisipasi aktif dalam sesi pemeriksaan kesehatan dan diskusi kelompok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendekatan Kesehatan yang Lebih Personal
Pelaksanaan program ini tidak sekadar memberikan ceramah atau teori kesehatan di dalam ruangan. Mahasiswa KKN 142 UNS mengawali kegiatan dengan pemeriksaan kesehatan dasar bagi seluruh peserta yang hadir. Setiap anggota IM3 yang datang mendapatkan kesempatan untuk melakukan pengecekan tekanan darah, pengukuran berat badan, serta tinggi badan secara cuma-cuma.
Langkah preventif ini diambil agar setiap individu memiliki data objektif mengenai kondisi fisik mereka saat ini. Dengan mengetahui angka-angka kesehatan dasar tersebut, para pemuda diharapkan lebih tergerak untuk mulai memperhatikan pola makan dan intensitas gerak tubuh mereka sebelum muncul keluhan kesehatan di kemudian hari.
Program ini dirancang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs poin ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera serta poin keempat terkait pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
Diskusi Interaktif dalam Format FGD
Setelah sesi pemeriksaan kesehatan usai, suasana berlanjut ke sesi edukasi yang dikemas secara lebih santai. Alih-alih menggunakan format seminar konvensional, tim KKN 142 UNS membagi peserta ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mengikuti Focus Group Discussion (FGD). Metode ini dipilih agar setiap peserta merasa nyaman untuk menyampaikan pendapat dan berbagi pengalaman pribadi terkait gaya hidup mereka.
Dalam sesi diskusi tersebut, terdapat beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan bagi para pemuda:
- Identifikasi hambatan dalam memulai rutinitas olahraga di tengah kesibukan kegiatan desa.
- Analisis studi kasus mengenai pola makan sehat yang terjangkau dan mudah diterapkan di lingkungan pedesaan.
- Berbagi tips praktis untuk tetap aktif bergerak di sela-sela waktu luang agar tidak terjebak dalam gaya hidup sedenter.
Panggih, salah satu anggota IM3 Desa Tegalgondo, mengungkapkan bahwa pendekatan diskusi seperti ini memberikan warna baru bagi kegiatan karang taruna mereka. “Biasanya kalau kumpul cuma ngobrol sama bahas kegiatan desa, tapi kali ini kami juga bisa cek kesehatan gratis. Kami juga jadi tahu apa itu FGD dan bisa diskusi bareng tentang kesehatan,” ujarnya saat mengikuti kegiatan tersebut.
Memulai kebiasaan sehat bisa dilakukan dengan langkah sederhana seperti rutin mengecek kondisi tubuh dan berdiskusi dengan rekan sebaya untuk menciptakan dukungan sosial yang positif.
Keberlanjutan Perilaku Hidup Sehat
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata, mahasiswa KKN 142 UNS juga membagikan paket sehat kepada seluruh peserta. Paket ini diharapkan menjadi stimulus bagi para pemuda untuk terus menerapkan gaya hidup sehat setelah acara berakhir. Harapannya, pengetahuan yang telah dibagikan tidak berhenti menjadi wacana, tetapi benar-benar terwujud dalam perubahan kebiasaan sehari-hari.
Program ini menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan di tingkat akar rumput akan jauh lebih efektif jika melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Dengan mendekatkan isu-isu kesehatan pada realitas kehidupan para pemuda di Desa Tegalgondo, kesadaran kolektif untuk menjaga kesehatan diharapkan dapat tumbuh secara organik dan berkelanjutan di masa depan.
Penting untuk diingat bahwa pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan ini bersifat skrining awal dan bukan merupakan pengganti diagnosis medis dari tenaga profesional di fasilitas kesehatan resmi.
Pertanyaan Umum
Apakah kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum?
Kegiatan Srawung Sehat Muda-Mudi ini dikhususkan bagi anggota Ikatan Muda-Mudi Madugondo (IM3) di Desa Tegalgondo untuk memastikan efektivitas edukasi dan fokus diskusi yang relevan dengan kelompok umur tersebut.
Mengapa metode FGD dipilih dalam program ini?
Metode Focus Group Discussion dipilih untuk memecah suasana formal, sehingga peserta merasa lebih nyaman dalam menyampaikan pendapat, berbagi pengalaman, dan memecahkan masalah kesehatan melalui studi kasus secara kolaboratif.
Apa tujuan utama dari pemberian paket sehat?
Pemberian paket sehat bertujuan sebagai stimulus praktis agar peserta memiliki alat atau sarana pendukung untuk memulai kebiasaan hidup sehat secara langsung setelah mengikuti rangkaian kegiatan edukasi.
Ringkasan
Tim KKN 142 UNS mengadakan program “Srawung Sehat Muda-Mudi” di Desa Tegalgondo, Klaten, untuk meningkatkan kesadaran pola hidup sehat di kalangan pemuda. Kegiatan pada 26 Juli 2026 ini meliputi pemeriksaan kesehatan gratis dan diskusi kelompok interaktif (FGD) mengenai aktivitas fisik serta pola makan sehat.












