Barru, Redaksiku.com – Polres Barru memastikan seluruh personelnya siap menghadapi Operasi Pekat Lipu 2026. Kesiapan itu dimatangkan melalui Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) yang digelar di Aula Lantai II Polres Barru, Kamis (2/7/2026).
Latihan dipimpin Wakapolres Barru, Kompol Lamakkanenneng, S.E., bersama Kabag Ops Kompol Andi Rahmat. Kegiatan tersebut juga diikuti para pejabat utama dan personel yang akan terlibat dalam operasi.
Latihan ini menjadi tahapan penting untuk menyatukan persepsi serta meningkatkan kesiapan personel sebelum turun ke lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Wakapolres Barru menegaskan setiap anggota harus memahami sasaran operasi, pola bertindak, serta tugas dan tanggung jawab sesuai Surat Perintah Operasi.
Menurutnya, kesiapan personel menjadi kunci keberhasilan Operasi Pekat Lipu 2026.
“Operasi Pekat Lipu 2026 harus dilaksanakan secara profesional dengan mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif secara humanis. Koordinasi dan sinergi seluruh personel harus diperkuat agar tujuan operasi tercapai secara optimal,” tegasnya.
Operasi Pekat Lipu 2026 akan berlangsung selama 20 hari, mulai 6 hingga 25 Juli 2026.
Sasarannya meliputi berbagai penyakit masyarakat yang selama ini meresahkan warga.
Di antaranya perjudian, peredaran minuman keras ilegal, premanisme, kepemilikan senjata tajam maupun busur, prostitusi, hingga berbagai tindak pidana konvensional lainnya.
Kabag Ops Polres Barru, Kompol Andi Rahmat, mengatakan operasi ini merupakan Operasi Kepolisian Kewilayahan yang mengedepankan fungsi Reserse Kriminal dengan dukungan seluruh fungsi operasional.
Selain itu, personel juga akan memfokuskan penindakan terhadap kejahatan jalanan, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan atau begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta tindak pidana lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Seluruh personel harus memahami target operasi, sasaran, dan prosedur penegakan hukum agar pelaksanaan operasi berjalan efektif, profesional, dan akuntabel,” ujar Andi Rahmat.
Dalam sesi analisis intelijen, Kaurbinopsnal Sat Intelkam Polres Barru, IPTU Asmadil, S.H., menjelaskan bahwa Kabupaten Barru memiliki potensi kerawanan karena berada di jalur strategis Trans Sulawesi dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.
Perkembangan teknologi informasi juga menjadi perhatian karena dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menjalankan berbagai aktivitas ilegal secara digital.
Karena itu, Operasi Pekat Lipu 2026 turut menyasar penipuan daring, perjudian online, prostitusi online, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Hasil pemetaan kerawanan juga menetapkan tiga Target Operasi (TO) yang akan menjadi fokus pengungkapan selama operasi berlangsung.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Barru, IPTU Andi Fadli Y. Yusuf, S.H., M.H., memberikan pembekalan mengenai mekanisme penegakan hukum.
Personel dibekali materi mulai dari penyusunan target operasi, prosedur penangkapan, penyidikan, penerbitan SPDP, penetapan tersangka berdasarkan minimal dua alat bukti, hingga pelimpahan perkara kepada jaksa penuntut umum.
Di akhir kegiatan, Kasi Propam Polres Barru, IPTU Asdar Asri, S.E., mengingatkan seluruh personel agar menjaga disiplin, integritas, dan profesionalisme selama operasi berlangsung.
Ia menegaskan seluruh tindakan kepolisian harus sesuai SOP, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta menghindari penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, maupun tindakan arogan yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Selain itu, seluruh rangkaian kegiatan operasi wajib didokumentasikan dan dilaporkan sebagai bentuk akuntabilitas. Fungsi Propam juga akan melakukan pengawasan untuk memastikan operasi berjalan sesuai aturan.
Melalui Latihan Pra Operasi ini, Polres Barru menegaskan komitmennya mengoptimalkan Operasi Pekat Lipu 2026 guna menekan angka kriminalitas, memberantas penyakit masyarakat, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di Kabupaten Barru.
Editor : Hengki












