Ibu rumah tangga (IRT) merupakan pilar utama dalam keberlangsungan keluarga dan kestabilan kehidupan domestik sehari-hari.
Selama bertahun-tahun, peran ibu sering kali dianggap tidak produktif secara ekonomi meski tanggung jawabnya sangat besar.
Kini, pemerintah mulai membuka mata terhadap kontribusi nyata yang diberikan oleh para IRT di berbagai sektor informal.
Program care economy yang sedang dirancang menjadi sinyal positif bagi pengakuan nilai kerja perawatan yang selama ini diabaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui program ini, ibu rumah tangga berpeluang menerima bentuk insentif sebagai bagian dari strategi pembangunan berbasis keluarga.
Pemerintah Akui Peran Ibu Rumah Tangga dalam Skema Care Economy

Skema care economy merupakan pendekatan baru pemerintah dalam menghitung nilai pekerjaan perawatan yang dilakukan oleh ibu rumah tangga.
Perawatan yang dimaksud tidak hanya sebatas mengurus anak, tetapi juga merawat lansia, orang sakit, hingga anggota keluarga dengan disabilitas.
Deputi Bidang Pengendalian Kependudukan BKKBN menyebut bahwa pekerjaan informal seperti ini sering kali luput dari pengakuan negara karena tidak berwujud penghasilan langsung.
Namun, melalui skema care economy, pemerintah berusaha memberikan nilai konkret atas aktivitas domestik yang dilakukan IRT setiap hari.
Langkah ini bukan sekadar pemberian uang, melainkan bentuk dukungan terstruktur berupa insentif, fasilitas, atau jaminan sosial di masa mendatang.
Tiga Bentuk Skema Insentif yang Disiapkan untuk Ibu Rumah Tangga
Ada tiga bentuk skema dukungan yang sedang dipersiapkan untuk mengakui kontribusi ibu secara nasional.
Pertama, pemerintah merancang rencana aksi berupa pemberian bantuan non-tunai bagi IRT yang mengurus anak dan orang tua secara penuh waktu.
Bantuan ini bisa berbentuk akses layanan publik gratis, seperti layanan kesehatan, pendidikan anak, atau subsidi kebutuhan rumah tangga.
Kedua, IRT berpotensi mendapatkan insentif pelatihan keterampilan agar tetap produktif dari rumah dan bisa menghasilkan pendapatan tambahan.
Ketiga, sistem jangka panjang berbasis kontribusi perawatan, di mana peran merawat akan dicatat dan menjadi hak ketika ibu sendiri memasuki usia lansia.
IRT Tidak Lagi Dianggap Beban Ekonomi
Dengan hadirnya kebijakan ini, IRT tidak lagi dipandang sebagai beban yang tidak menghasilkan secara ekonomi.
Justru, posisi mereka diakui sebagai garda terdepan dalam pembangunan berbasis keluarga yang berkelanjutan.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menegaskan bahwa perawatan adalah bentuk kerja sosial yang vital bagi pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.
Apabila ibu rumah tangga harus digantikan oleh tenaga profesional, biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih tinggi dibanding dukungan yang diberikan saat ini.
Karena itu, pemberian insentif kepada ibu rumah tangga adalah langkah rasional untuk memperkuat struktur sosial sekaligus efisiensi anggaran negara.
Mengapa Program Ini Menjadi Terobosan Penting Bagi Ibu Rumah Tangga
Selama ini, IRT hanya dianggap sebagai pelengkap dari pasangan yang bekerja, padahal kontribusinya jauh melampaui anggapan tersebut.
Melalui skema care economy, negara mengambil langkah progresif dengan membangun sistem yang menjamin hak sosial ibu rumah tangga secara konkret.
Program ini juga memberi rasa aman bagi perempuan yang ingin fokus merawat anak tanpa takut kehilangan akses terhadap fasilitas negara.
Di sisi lain, insentif ini mendorong IRT untuk tetap berkembang, baik secara personal maupun ekonomi, tanpa harus meninggalkan rumah.
Bila skema ini berhasil diterapkan secara nasional, maka Indonesia bisa meniru kesuksesan negara-negara Skandinavia yang telah lama mengakui peran domestik secara struktural.
Meski skema ini menjanjikan, pelaksanaannya bukan tanpa tantangan, terutama dalam hal verifikasi peran dan distribusi insentif secara adil.
Pemerintah masih menyusun formula yang tepat agar tidak terjadi tumpang tindih antara penerima bantuan dan kelompok masyarakat lainnya.
Selain itu, dibutuhkan sistem pencatatan yang rapi agar ibu rumah tangga yang betul-betul menjalankan fungsi perawatan dapat teridentifikasi dengan akurat.
Dukungan dari masyarakat sipil, organisasi perempuan, dan lembaga riset juga diperlukan untuk memastikan program ini tepat sasaran.
Namun secara umum, program ini memberi harapan besar bagi jutaan ibu di Indonesia agar tidak lagi merasa dilupakan oleh sistem.
Peran ibu rumah tangga kini mulai dihargai oleh negara melalui kebijakan baru yang berorientasi pada keadilan sosial.
Care economy menjadi instrumen penting dalam mewujudkan pengakuan atas kerja-kerja domestik yang selama ini tidak dibayar.
Insentif bagi ibu rumah tangga bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk apresiasi nyata atas peran mereka dalam merawat generasi dan anggota keluarga.
Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang bagi perempuan untuk tetap berdaya di dalam rumah, tanpa harus kehilangan hak ekonomi dan sosial.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






