Redaksiku.com – Kabar melegakan datang dari wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, di mana status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki resmi diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pada Rabu, 16 September 2026. Keputusan ini diambil oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) setelah melakukan serangkaian evaluasi mendalam terhadap kondisi visual dan data instrumental gunung api tersebut.
Selama beberapa pekan terakhir, para petugas di pos pengamatan mencatat adanya penurunan intensitas aktivitas vulkanik yang cukup signifikan. Penurunan status ini menandakan bahwa ancaman bahaya bagi masyarakat di sekitar lereng gunung telah berkurang, meskipun kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama bagi warga yang beraktivitas di zona rawan.
Evaluasi Teknis Penurunan Status
Proses evaluasi yang dilakukan oleh tim ahli melibatkan pemantauan intensif terhadap embusan asap, frekuensi gempa, serta deformasi tubuh gunung. Berdasarkan data yang terkumpul, aktivitas erupsi yang sebelumnya sempat mendominasi laporan harian kini cenderung melandai secara konsisten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Status gunung api ini resmi mengalami perubahan dari level Siaga ke Waspada setelah pengamatan intensif selama periode 24 jam terakhir menunjukkan penurunan aktivitas yang stabil.
Penurunan status ini bukan berarti gunung tersebut telah sepenuhnya tenang tanpa risiko. PVMBG tetap menekankan bahwa potensi ancaman berupa aliran lava, lontaran material pijar, maupun awan panas masih mungkin terjadi jika terjadi perubahan tekanan magma yang mendadak di dalam kawah.
Rekomendasi bagi Masyarakat
Meski status sudah turun, masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan tetap mematuhi batasan jarak aman yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait. Memasuki level Waspada, terdapat beberapa poin penting yang perlu diperhatikan oleh penduduk setempat untuk menjaga keselamatan diri:
- Masyarakat maupun wisatawan dilarang melakukan aktivitas pendakian atau mendekati kawah dalam radius yang telah ditentukan oleh PVMBG.
- Penduduk di sekitar lereng gunung diharapkan tetap memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
- Warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-Laki harus tetap waspada terhadap potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar dingin, terutama saat curah hujan tinggi.
Penurunan level aktivitas menjadi Waspada didasarkan pada hasil analisis data visual dan instrumental yang menunjukkan tren penurunan tekanan magma di bawah kawah gunung.
Selalu sediakan masker di tempat yang mudah dijangkau sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan abu vulkanik akibat embusan angin.
Keberhasilan penurunan status ini juga tidak lepas dari peran aktif masyarakat dalam mengikuti arahan mitigasi selama masa Siaga berlangsung. Kolaborasi antara tim pemantau di lapangan dan kesadaran masyarakat lokal menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana di kawasan rawan letusan.
Status Waspada tetap menuntut warga untuk selalu waspada karena aktivitas gunung api bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi geologi di bawah permukaan.
Pihak PVMBG berjanji akan terus melakukan pemantauan ketat selama 24 jam penuh untuk memastikan setiap perubahan sekecil apa pun dapat dideteksi lebih dini. Informasi mengenai perkembangan terkini akan terus diperbarui melalui saluran komunikasi resmi, sehingga masyarakat bisa mendapatkan data yang akurat dan terpercaya kapan saja dibutuhkan.
Pertanyaan Umum
Apa yang dimaksud dengan status Waspada bagi Gunung Lewotobi Laki-Laki?
Status Waspada atau Level II berarti aktivitas gunung api menunjukkan peningkatan di atas level normal, namun masih dalam batas yang terkendali. Masyarakat tetap diminta untuk tidak beraktivitas di zona berbahaya yang telah ditetapkan.
Apakah warga sudah boleh kembali berkebun di area lereng gunung?
Warga diperbolehkan kembali beraktivitas di area kebun mereka selama lokasi tersebut berada di luar radius bahaya yang telah ditentukan oleh pihak berwenang. Sangat disarankan untuk selalu berkoordinasi dengan petugas pos pengamatan setempat sebelum melakukan aktivitas di area yang lebih dekat dengan puncak.
Bagaimana cara mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi gunung?
Informasi resmi mengenai status gunung api dapat diakses melalui aplikasi Magma Indonesia, situs resmi PVMBG, atau melalui pengumuman yang disampaikan langsung oleh pemerintah daerah setempat melalui aparat desa atau kecamatan.
Ringkasan
Status Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT resmi turun dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) sejak 16 September 2026 karena penurunan aktivitas vulkanik.
Masyarakat diimbau tetap mematuhi radius aman dari PVMBG dan mewaspadai potensi lahar dingin.






