Redaksiku.com – Gubernur Banten Andra Soni memantau secara langsung jalannya operasi Search and Rescue gabungan di posko terpadu Carita, Kabupaten Pandeglang, untuk mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Pemantauan intensif yang dilakukan pada hari ketiga pencarian ini melibatkan ratusan personel serta belasan armada laut dan udara guna menyisir titik-titik koordinat yang telah dipetakan oleh tim di lapangan.
Operasi penyelamatan skala besar ini dikoordinasikan secara terpusat melalui Rapat Koordinasi di Posko SAR Gabungan. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii serta dihadiri oleh Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki bersama jajaran unsur terkait lainnya. Kehadiran para pimpinan tertinggi di posko darurat menunjukkan keseriusan negara dalam merespons insiden hilangnya rombongan di perairan Selat Sunda yang terkenal memiliki dinamika cuaca cukup ekstrem.
Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh serta menjaga koordinasi lintas instansi agar proses pencarian berjalan lancar. Meski demikian, seluruh kendali teknis di lapangan sepenuhnya diserahkan kepada Basarnas yang memiliki kompetensi dan standar operasional prosedur penanganan musibah laut. Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga penanggulangan bencana menjadi kunci agar setiap informasi sekecil apa pun dapat ditindaklanjuti secara cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 300 personel gabungan dari berbagai unsur dikerahkan untuk menyisir area perairan Selat Sunda yang terdampak aktivitas vulkanik.
Faktor alam, terutama cuaca maritim, arah hembusan angin, serta potensi paparan abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau, menjadi tantangan terbesar bagi para petugas yang bertugas di garis depan. Tim pencari harus memperhitungkan pergerakan arus bawah laut dan gelombang tinggi yang dapat berubah sewaktu-waktu demi menjamin keselamatan tim yang terjun langsung ke titik rawan. Setiap keputusan pergerakan armada selalu disesuaikan dengan pembaharuan data meteorologi dan geofisika secara berkala.
Apisiasi mendalam juga disampaikan oleh gubernur kepada seluruh elemen yang bahu-membahu tanpa kenal lelah, mulai dari jajaran TNI, Polri, relawan dari Provinsi Lampung, hingga kelompok masyarakat pesisir yang turut membantu memberikan informasi awal. Solidaritas lintas wilayah ini memperlihatkan betapa kuatnya jejaring kemanusiaan ketika menghadapi situasi darurat di wilayah perbatasan laut antarprovinsi.
Strategi dan Pengerahan Armada Tim SAR Gabungan
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan bahwa fokus utama pada hari ketiga operasi diarahkan pada optimalisasi kekuatan matra laut dan udara. Pemetaan wilayah pencarian dibagi ke dalam beberapa sektor krusial yang dinilai paling berpotensi menjadi tempat pergerakan korban maupun bangkai kapal cepat yang ditumpangi.
Beberapa wilayah prioritas yang menjadi sasaran penyisiran meliputi kawasan sekitar Pulau Rakata, Pulau Panjang, hingga Pulau Sertung yang berada di ring luar aktivitas vulkanik. Selain itu, sektor perairan dari wilayah Lampung mencakup perairan sekitar Pulau Sebesi dan Pulau Legundi turut disisir secara paralel untuk memperluas jangkauan pencarian agar tidak ada titik yang terlewat.
Operasi penyelamatan ini melibatkan kekuatan penuh dengan mengerahkan 11 unsur kapal permukaan serta dukungan teknologi canggih.
Kekuatan alutsista dan sarana pendukung yang diturunkan dalam misi kemanusiaan ini terdiri dari berbagai jenis armada spesialis penyelamatan air, di antaranya:
- Kapal Negara SAR Tetuka 247 dan KN Basudewa yang menjadi komando di laut.
- Kapal Angkatan Laut KAL Anyer dan KAL Pahawang milik TNI Angkatan Laut.
- Kapal Patroli Polisi KP 7017 Sanjaya milik Kepolisian Republik Indonesia.
- Rigid Inflatable Boat dari unsur Banten dan Lampung untuk menjangkau area karang dangkal.
- Kapal perang KRI Lepu, KRI Leuser, dan KRI Karambit yang memperkuat sektor laut lepas.
- Rigid Buoyancy Boat Pulau Peucang serta pesawat nirawak berteknologi termal untuk pemantauan udara.
Penggunaan pesawat nirawak termal sangat diandalkan untuk mendeteksi suhu tubuh atau keberadaan objek di permukaan air, khususnya pada malam hari atau di bawah bayang-bayang kabut vulkanik. Seluruh peralatan medis dan komunikasi juga disiagakan di posko utama guna memastikan koordinasi taktis antarunit dapat berjalan tanpa hambatan komunikasi.
Prosedur Ketat dan Jaminan Keselamatan Personel
Meskipun tekanan publik dan keluarga korban sangat besar agar proses evakuasi dilakukan secepat kilat, pihak Basarnas tetap memegang teguh prinsip keselamatan operasional atau zero accident bagi para petugas. Standar operasional prosedur mengharuskan setiap regu penolong untuk memperhitungkan risiko tinggi sebelum memasuki zona bahaya di sekitar kawah aktif.
“Kalau memang ada tanda-tanda korban berada di dalam lokasi tersebut, tentunya dengan kemampuan serta sarana dan prasarana yang dimiliki, tim SAR akan masuk dengan tetap memperhatikan jaminan keselamatan.”
— Mohammad Syafii
Faktor keselamatan tim penyelamat tetap menjadi prioritas utama di tengah potensi bahaya susulan dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Evaluasi berkala terus dilangsungkan setiap sore hari untuk membaca dinamika cuaca dan efektivitas pergerakan armada di lapangan. Hasil evaluasi harian ini akan menjadi dasar penyesuaian taktik bagi hari-hari pencarian berikutnya, sehingga setiap langkah yang diambil benar-benar terukur berdasarkan data faktual di zona operasi.
Pertanyaan Umum
Kapan dan di mana pemantauan operasi SAR ini dilakukan?
Pemantauan dilakukan oleh Gubernur Banten Andra Soni di posko terpadu Carita, Kabupaten Pandeglang, pada hari ketiga operasi pencarian.
Berapa banyak personel dan armada yang diterjunkan dalam pencarian ini?
Operasi melibatkan sekitar 300 personel gabungan serta 11 unsur kapal laut, pesawat nirawak termal, dan berbagai peralatan pendukung SAR air.
Apa saja kendala utama yang dihadapi oleh tim di lapangan?
Tim SAR harus menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca yang dinamis, arah angin yang berubah-ubah, serta paparan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Ringkasan
Gubernur Banten Andra Soni memantau langsung hari ketiga operasi SAR gabungan di Carita, Pandeglang, untuk mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di perairan Gunung Anak Krakatau. Operasi skala besar ini melibatkan 300 personel, 11 kapal, serta pesawat nirawak termal di bawah koordinasi Basarnas.












