Giant Sea Wall Jakarta: Pramono Tunggu Arahan Pusat

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Giant Sea Wall Jakarta: Pramono Tunggu Arahan Pusat

Giant Sea Wall Jakarta: Pramono Tunggu Arahan Pusat

Redaksiku.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat terkait rencana besar pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di kawasan pesisir.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pramono di Jakarta Pusat pada Kamis, 3 September 2026, sebagai langkah strategis jangka panjang dalam mengantisipasi ancaman banjir rob yang kerap melanda wilayah pesisir ibu kota.

Menurut Pramono, proyek infrastruktur berskala besar ini merupakan solusi yang sangat diperlukan guna menyelesaikan persoalan abrasi dan naiknya permukaan air laut secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau ingin menyelesaikan secara menyeluruh dan jangka panjang, maka Giant Sea Wall itu sangat diperlukan. Dan kami menunggu arahan dari pemerintah pusat, dan tentunya kami berharap mudah-mudahan segmen Jakarta ini bisa segera dimulai,” ujar Pramono.

Meskipun proyek raksasa tersebut masih menantikan instruksi lanjutan dari pemerintah pusat, Pramono mengklaim bahwa kondisi banjir rob di wilayah administrasi DKI Jakarta saat ini sebenarnya sudah relatif tertangani melalui pembangunan infrastruktur tanggul pesisir yang telah dikerjakan sebelumnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat bahwa porsi pembangunan tanggul untuk wilayah ibu kota mengalami penyesuaian dari rencana awal sepanjang 12 kilometer menjadi 19 kilometer guna memperkuat lini pertahanan pantai.

Sebelumnya, pada awal tahun tepatnya hari Selasa, 20 Januari 2026, Pramono sempat mengungkapkan bahwa rencana awal pelaksanaan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk proyek penahan gelombang di Jakarta tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada bulan September tahun ini.

Giant Sea Wall Jakarta: Komitmen Pemerintah Pusat dalam Pembangunan Infrastruktur Pantai Utara Jawa

Di sisi lain, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menegaskan komitmen penuh pemerintah pusat untuk segera merealisasikan megaproyek Giant Sea Wall di sepanjang pantai utara Pulau Jawa atau yang dikenal sebagai kawasan Pantura.

Komitmen tersebut disampaikan secara langsung oleh Presiden Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Paripurna DPR RI yang diselenggarakan pada Jumat, 14 Agustus 2026 lalu, dengan menekankan sifat urgensi dari pembangunan infrastruktur pertahanan pesisir tersebut.

“Giant Sea Wall, tanggul-tanggul besar untuk mengamankan pantai utara pulau Jawa. Ini mutlak harus kita lakukan, jangan kita tunggu bencana datang,” kata Prabowo dalam pidato kenegaraannya di kompleks parlemen.

Proyek strategis nasional Giant Sea Wall di sepanjang pantai utara Pulau Jawa diproyeksikan baru akan rampung sepenuhnya dalam kurun waktu 15 hingga 20 tahun ke depan.

Dalam pemaparannya, Presiden Prabowo merujuk pada pengalaman negara Belanda yang telah lebih dulu sukses membangun infrastruktur perlindungan pantai jangka panjang tanpa harus menunggu terjadinya bencana alam berskala besar yang merugikan jutaan jiwa.

“Negara Belanda membangun infrastruktur perlindungan jangka panjang tanpa perlu menunggu bencana. Giant Sea Wall di Belanda kini melindungi jutaan penduduk Belanda dan menjadi simbol kemampuan teknologi nasional Belanda,” lanjutnya.

Kendati menyadari bahwa proyek pembangunan tanggul raksasa ini membutuhkan rentang waktu pengerjaan yang sangat panjang, Presiden Prabowo tetap bertekad untuk meletakkan fondasi awal kepemimpinannya dalam merealisasikan mega-infrastruktur tersebut.

“Ini waktu yang lama. Saya tidak tahu presiden ke berapa yang akan meresmikan. Tapi, saya bertekad Presiden ke-8 akan mulai proyek ini,” tegas Prabowo di hadapan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Dinamika Perencanaan dan Tantangan Pembangunan Tanggul Laut

Sinkronisasi antara kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci utama dalam kelancaran eksekusi proyek pembangunan Giant Sea Wall yang melintasi berbagai wilayah administratif di sepanjang pantai utara Pulau Jawa.

Kawasan pesisir Jakarta sendiri menghadapi tantangan lingkungan yang cukup kompleks, mulai dari penurunan muka tanah atau land subsidence hingga peningkatan volume air laut akibat perubahan iklim global yang memicu banjir rob secara berkala.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapatkan alokasi porsi pembangunan tanggul pesisir sepanjang 19 kilometer untuk memperkuat ketahanan wilayah pantai dari ancaman abrasi.

Pemerintah daerah bersama otoritas terkait terus melakukan kajian teknis secara mendalam guna memastikan bahwa struktur tanggul yang dibangun tidak hanya efektif menahan air laut, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat nelayan di pesisir.

Keterlibatan lintas kementerian, pemerintah provinsi, serta para pakar tata kota dan maritim sangat dibutuhkan agar pembangunan infrastruktur raksasa ini dapat terintegrasi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah nasional maupun daerah secara berkelanjutan.

Dengan dimulainya koordinasi intensif antara Gubernur Pramono Anung dan pemerintah pusat, realisasi segmen Jakarta diharapkan mampu berjalan beriringan dengan masterplan besar pengamanan pantai utara Jawa yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pertanyaan Umum

Kapan proyek Giant Sea Wall di Jakarta direncanakan mulai dikerjakan?

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menyatakan bahwa rencana awal groundbreaking pembangunan tanggul laut di Jakarta dijadwalkan mulai pada September 2026, dengan pemda kini menunggu arahan teknis dari pemerintah pusat.

Siapa yang memprakarsai percepatan pembangunan tanggul laut di Pantura?

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa proyek Giant Sea Wall di pantai utara Pulau Jawa merupakan langkah mutlak yang harus segera dimulai tanpa harus menunggu terjadinya bencana besar.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merampungkan seluruh proyek Giant Sea Wall?

Berdasarkan proyeksi pemerintah pusat, megaproyek pembangunan tanggul laut raksasa tersebut diperkirakan baru akan selesai secara keseluruhan dalam kurun waktu 15 hingga 20 tahun ke depan.icon-x

Ringkasan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemprov masih menunggu arahan pusat terkait proyek strategis nasional Giant Sea Wall guna mengatasi banjir rob.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komitmen Prabowo Wujudkan Indonesia Sejahtera Bebas Stunting
Pemprov DKI Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit Malam Ini
Bahaya Minum Manis Saat Cuaca Panas bagi Tubuh
Pemkot Surabaya Cabut KTA 163 Jukir demi Digitalisasi Parkir
Satgas Pamtas RI-PNG dan Polres Jayawijaya Musnahkan 21,4 Kg Ganja
Harga Emas Antam Hari Ini 19 September 2026 Naik, Cek Rinciannya
Elay Giban Resmi Dilantik Menjadi Sekda Papua Pegunungan
Festival Perahu Bidar 2026 Angkat Budaya Sungai Musi Nasional

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:55 WIB

Komitmen Prabowo Wujudkan Indonesia Sejahtera Bebas Stunting

Sabtu, 19 September 2026 - 21:42 WIB

Pemprov DKI Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit Malam Ini

Sabtu, 19 September 2026 - 21:34 WIB

Bahaya Minum Manis Saat Cuaca Panas bagi Tubuh

Sabtu, 19 September 2026 - 21:13 WIB

Pemkot Surabaya Cabut KTA 163 Jukir demi Digitalisasi Parkir

Sabtu, 19 September 2026 - 20:42 WIB

Satgas Pamtas RI-PNG dan Polres Jayawijaya Musnahkan 21,4 Kg Ganja

Berita Terbaru

Politik

Komitmen Prabowo Wujudkan Indonesia Sejahtera Bebas Stunting

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:55 WIB

Pemprov DKI Jakarta melakukan aksi pemadaman lampu selama 60 menit di berbagai titik strategis ibu kota.

Politik

Pemprov DKI Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit Malam Ini

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:42 WIB

error: Content is protected !!