Satgas Pamtas RI-PNG dan Polres Jayawijaya Musnahkan 21,4 Kg Ganja

- Penulis

Sabtu, 19 September 2026 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas Pamtas RI-PNG dan Polres Jayawijaya memusnahkan barang bukti narkotika jenis ganja seberat 21,4 kilogram.

Satgas Pamtas RI-PNG dan Polres Jayawijaya memusnahkan 21,4 kilogram ganja hasil sitaan di wilayah perbatasan Papua.

Redaksiku.com – Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah perbatasan Papua terus menunjukkan hasil nyata. Sebanyak 21.400 kg tanaman ganja yang berhasil diamankan oleh Satgas Pamtas RI-PNG 725/Woroagi Sektor Timur kini telah diserahkan kepada pihak Polres Jayawijaya untuk dimusnahkan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab aparat keamanan dalam melindungi generasi muda di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, dari ancaman bahaya narkotika golongan I. Penyerahan barang bukti ini menjadi simbol sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga integritas wilayah serta kesehatan sosial masyarakat di kawasan pegunungan.

Sinergi TNI dan Polri dalam Pengamanan Wilayah

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG 725/WRG, Letkol Inf Muhamad Safril, menegaskan bahwa meski saat ini beban tugas TNI dan Polri di Kabupaten Jayawijaya cukup berat, komitmen untuk memberantas narkoba tidak pernah surut. Keduanya memiliki satu tekad yang sama, yakni memastikan lingkungan di Papua Pegunungan bebas dari pengaruh negatif zat adiktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi ini berhasil mengamankan total 21.400 kg ganja yang ditemukan di lokasi terpencil.

Dalam menjalankan tugasnya, aparat keamanan berpegang teguh pada program Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden RI. Program ini menekankan pentingnya menjaga kualitas generasi muda, yang nantinya akan menjadi tulang punggung bangsa dan memegang jabatan struktural di masa depan, agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

“Dalam program Asta Cita Presiden RI kita harus benar-benar menjaga generasi yang nantinya akan mengisi jabatan struktural dalam negara ini harus diselamatkan dari ancaman narkotika.”

— Letkol Inf Muhamad Safril

Tantangan Medan dan Komitmen Operasional

Pencarian ladang ganja di wilayah Papua bukanlah perkara mudah. Satgas Pamtas RI-PNG 725/WRG harus menghadapi tantangan medan pegunungan yang ekstrem dan akses yang sangat terbatas. Namun, setiap informasi yang diterima dari masyarakat mengenai keberadaan tanaman terlarang tersebut selalu ditindaklanjuti dengan serius.

Ada beberapa kendala yang kerap dihadapi oleh tim di lapangan dalam menjalankan operasi ini:

  • Kondisi geografis pegunungan yang curam dan sulit dijangkau oleh kendaraan standar.
  • Lokasi penanaman ganja yang sengaja disembunyikan jauh dari pemukiman warga untuk menghindari deteksi.
  • Kebutuhan akan koordinasi yang cepat antara pos-pos penjagaan di sepanjang garis perbatasan.

Letkol Inf Muhamad Safril menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari dedikasi personel yang bekerja dengan niat tulus demi bangsa dan negara. Menurutnya, penemuan ladang-ladang tersebut merupakan hasil kerja keras tim yang beroperasi dengan izin serta perlindungan Tuhan di tengah beratnya medan tugas.

Satgas Pamtas RI-PNG 725/WRG berkomitmen untuk terus memantau wilayah perbatasan guna mencegah masuk dan berkembangnya narkotika di wilayah Papua Pegunungan.

Langkah Pemusnahan dan Dampak Sosial

Penyerahan barang bukti ke Polres Jayawijaya dilakukan sebagai prosedur resmi untuk memastikan pemusnahan dilakukan secara transparan dan sesuai hukum. Proses ini penting untuk memberikan efek jera serta menunjukkan kepada masyarakat bahwa hukum tetap tegak di wilayah perbatasan.

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada aparat terdekat jika menemukan aktivitas mencurigakan atau penanaman tanaman ilegal di sekitar lingkungan mereka.

Selain tindakan represif, aparat keamanan juga terus berupaya melakukan pendekatan sosial kepada masyarakat setempat. Hal ini dilakukan agar warga tidak tergiur oleh keuntungan sesaat dari penanaman ganja dan beralih ke kegiatan ekonomi yang lebih produktif dan legal.

Pertanyaan Umum

Mengapa pemusnahan ganja dilakukan di Polres Jayawijaya?

Pemusnahan dilakukan di Polres Jayawijaya sebagai bentuk sinkronisasi penanganan hukum antara TNI dan Polri. Hal ini memastikan bahwa barang bukti yang disita dari wilayah perbatasan dikelola sesuai prosedur hukum yang berlaku sebelum dimusnahkan secara bersama-sama.

Bagaimana cara Satgas menemukan ladang ganja tersebut?

Penemuan tersebut merupakan hasil tindak lanjut dari informasi yang diterima oleh Satgas Pamtas RI-PNG 725/WRG. Meski lokasi penanaman sengaja disembunyikan jauh dari pemukiman, tim melakukan pemetaan dan penyisiran di medan pegunungan untuk memastikan wilayah tersebut bersih dari tanaman terlarang.

Apa yang dimaksud dengan program Asta Cita dalam konteks ini?

Asta Cita adalah visi dan misi yang diusung pemerintah untuk membangun Indonesia yang lebih kuat. Dalam konteks keamanan di Papua, program ini diimplementasikan melalui perlindungan terhadap generasi muda dari bahaya narkotika, yang dianggap sebagai ancaman serius bagi keberlangsungan kepemimpinan masa depan bangsa.

Ringkasan

Satgas Pamtas RI-PNG 725/Woroagi Sektor Timur berhasil mengamankan dan menyerahkan 21,4 kg tanaman ganja kepada Polres Jayawijaya untuk dimusnahkan. Langkah ini merupakan tindakan nyata dalam pemberantasan narkotika golongan I di wilayah perbatasan Papua, sekaligus menjadi wujud sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan kesehatan sosial masyarakat setempat.

Operasi ini dilakukan di tengah medan pegunungan Papua yang ekstrem sebagai bentuk komitmen aparat dalam menjalankan program Asta Cita pemerintah untuk melindungi generasi muda dari pengaruh narkoba. Melalui koordinasi ketat dan tindak lanjut terhadap informasi masyarakat, Satgas Pamtas RI-PNG 725/WRG terus berupaya memutus rantai peredaran narkotika serta memberikan edukasi kepada warga agar beralih ke kegiatan ekonomi yang legal dan produktif.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini 19 September 2026 Naik, Cek Rinciannya
Elay Giban Resmi Dilantik Menjadi Sekda Papua Pegunungan
Festival Perahu Bidar 2026 Angkat Budaya Sungai Musi Nasional
Tanggapan Presiden Prabowo Subianto terhadap Kritik Para Pakar
Fakta Penyitaan Rumah Pribadi Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Papua Barat, Jumat 31 Juli 2026
Pemprov NTB Raih Tiga Penghargaan Kemendagri 2026
Kemnaker dan Unsoed Perluas Akses Kerja Mahasiswa dan Alumni

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 20:42 WIB

Satgas Pamtas RI-PNG dan Polres Jayawijaya Musnahkan 21,4 Kg Ganja

Sabtu, 19 September 2026 - 19:51 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 19 September 2026 Naik, Cek Rinciannya

Sabtu, 19 September 2026 - 18:10 WIB

Elay Giban Resmi Dilantik Menjadi Sekda Papua Pegunungan

Sabtu, 19 September 2026 - 17:07 WIB

Festival Perahu Bidar 2026 Angkat Budaya Sungai Musi Nasional

Sabtu, 19 September 2026 - 17:01 WIB

Tanggapan Presiden Prabowo Subianto terhadap Kritik Para Pakar

Berita Terbaru

Pemerintah mulai membahas urgensi mekanisme tombol darurat untuk mematikan sistem kecerdasan buatan yang tidak terkendali.

Teknologi

Tantangan Teknis Membuat Tombol Darurat untuk Mematikan AI

Sabtu, 19 Sep 2026 - 20:59 WIB

Presiden OCA menyebut keterlibatan politik telah memengaruhi dinamika partisipasi negara di Asian Games.

Other Sports

Presiden OCA Sebut Politik Sudah Masuk ke Asian Games

Sabtu, 19 Sep 2026 - 20:41 WIB

Chelsea menelan kekalahan 0-3 dari Brentford dalam laga yang berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026.

Sepak Bola

Chelsea Kalah 0-3 dari Brentford, Satu Pemain Tuai Pujian Fans

Sabtu, 19 Sep 2026 - 20:39 WIB

error: Content is protected !!