Tren Global: Asuransi Kesehatan Inklusif
Kalau dilihat dari kacamata lebih luas, kebijakan ini sejalan sama tren global. Banyak negara juga membuka layanan jaminan kesehatan buat warga asing yang tinggal lama di wilayah mereka.
Contohnya di Eropa, beberapa negara mewajibkan ekspatriat punya asuransi kesehatan lokal sebagai syarat tinggal. Di Amerika Serikat, meski sistemnya berbeda, warga asing yang legal juga bisa akses layanan kesehatan dengan premi tertentu.
Jadi, langkah Indonesia lewat BPJS sebenarnya nggak jauh beda. Bedanya, sistem di sini berbasis gotong royong, sehingga partisipasi WNA malah menambah kekuatan finansial program.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perspektif WNA: Kenapa Mereka Pilih BPJS?
Kalau kita balik lihat dari sisi WNA, ada beberapa alasan kenapa mereka akhirnya daftar BPJS Kesehatan:
-
Harga lebih terjangkau dibandingkan asuransi swasta internasional.
-
Jaringan fasilitas luas karena hampir semua rumah sakit dan klinik di Indonesia sudah kerja sama dengan BPJS.
-
Perlakuan setara dengan WNI, jadi nggak ada diskriminasi.
Buat mereka yang sudah lama tinggal, sistem ini terasa lebih praktis dan aman dibanding terus-menerus pakai asuransi luar negeri.
Harapan ke Depan
Dengan lebih dari 15 ribu WNA yang sudah terdaftar, fenomena ini bisa jadi contoh bahwa BPJS Kesehatan makin dipercaya, bukan cuma oleh masyarakat lokal tapi juga komunitas internasional.
Ke depan, tantangannya ada pada bagaimana sistem bisa tetap memberikan layanan berkualitas, meski jumlah peserta terus bertambah. Apalagi, kesehatan adalah kebutuhan dasar semua orang, tanpa memandang kewarganegaraan.
Penutup
Fenomena WNA ikut BPJS di Bali memang unik sekaligus jadi bukti nyata inklusivitas program jaminan kesehatan di Indonesia. Selama mereka memenuhi syarat, membayar iuran, dan mengikuti aturan, nggak ada salahnya mereka ikut merasakan manfaat layanan yang sama.
Pada akhirnya, prinsip BPJS adalah gotong royong. Dan semakin banyak orang yang bergabung, semakin kuat pula fondasi sistem kesehatan nasional kita. Jadi, daripada melihatnya sebagai ancaman, mungkin lebih bijak kalau kita melihatnya sebagai bentuk kontribusi global buat kesehatan di Indonesia.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2






