Blak-Blakan! Cak Imin Sentil Wamen yang Rangkap Jabatan di BUMN, Ini 5 Ucapan Satirnya yang Jadi Sorotan

- Penulis

Kamis, 17 Juli 2025 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cak Imin singgung wamen jadi komisaris BUMN, sebut dirinya mulai peduli isi dompetnya sendiri. (Foto: Instagram @cakiminow)

Cak Imin singgung wamen jadi komisaris BUMN, sebut dirinya mulai peduli isi dompetnya sendiri. (Foto: Instagram @cakiminow)

Pernyataan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin dalam sebuah acara resmi kembali mengundang perhatian publik dan media.

Kali ini, sindiran jenaka namun tajam dilontarkan kepada para wakil menteri yang merangkap jabatan sebagai komisaris BUMN.

Cak Imin mengaku mulai memperhatikan isi dompetnya sendiri setelah melihat fenomena tersebut.

Sebelumnya, ia tidak pernah peduli apakah dompetnya berisi uang atau tidak, selama masih memiliki kartu kredit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, menurut pengakuannya, para wakil menteri yang kini juga duduk sebagai komisaris membuat dirinya merasa ngiler.

Sindiran Cak Imin Soal Wamen Rangkap Jabatan Komisaris BUMN

Cak Imin singgung wamen jadi komisaris BUMN, sebut dirinya mulai peduli isi dompetnya sendiri. (Foto: Instagram @cakiminow)
Blak-Blakan! Cak Imin Sentil Wamen yang Rangkap Jabatan di BUMN, Ini 5 Ucapan Satirnya yang Jadi Sorotan

Dalam acara pengukuhan Pengurus Besar IKA PMII periode 2025-2030 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Muhaimin Iskandar menyampaikan pernyataan yang cukup menggelitik.

Ia secara terang-terangan menyebut para wakil menteri seperti Aminuddin Maruf, Faisol Reza, dan Juri Ardiantoro telah membuat dirinya tergerak untuk mengevaluasi kondisi keuangan pribadi.

Pernyataan Muhaimin Iskandar itu tidak datang dalam konteks resmi pemerintahan, melainkan disampaikan dalam suasana kekeluargaan dan penuh canda.

Namun demikian, substansi yang diangkat menyinggung isu besar mengenai rangkap jabatan di kalangan pejabat negara.

Dalam sambutannya, Cak Imin mengatakan bahwa sebelumnya ia tidak mempermasalahkan apakah dompetnya penuh atau kosong.

Selama kartu kredit masih bisa digunakan, menurutnya itu sudah cukup.

Namun, melihat para wamen kini menjabat sebagai komisaris yang notabene bergaji tinggi, ia pun mulai berpikir dua kali.

Cak Imin menyebut dirinya jadi mempertanyakan nasib, bahkan mulai memikirkan kembali kondisi daerah pemilihannya.

Ia dengan jujur berkata, Ini kira-kira bisa seperti mereka nggak nasib ini?

Sindiran yang disampaikan Cak Imin dengan gaya khasnya ini sontak mengundang gelak tawa hadirin, namun sekaligus menyentil kenyataan yang ada.

Cak Imin dan Fenomena Wamen Rangkap Jabatan, Sindiran atau Kritik?

Pernyataan Cak Imin bisa dimaknai sebagai sindiran halus sekaligus bentuk kritik terhadap fenomena pejabat yang merangkap posisi strategis.

Rangkap jabatan di kalangan pejabat, terutama wakil menteri yang juga menjabat sebagai komisaris di BUMN, menjadi isu yang terus diperbincangkan publik.

Menurut sejumlah pengamat, hal ini berpotensi menciptakan konflik kepentingan dan menurunkan integritas dalam menjalankan fungsi pemerintahan.

Namun, pernyataannya tidak secara eksplisit menuduh atau menyalahkan, melainkan lebih kepada refleksi personal yang disampaikan dalam nada bercanda.

Meski disampaikan dalam forum internal, pernyataan ini tetap menjadi viral di berbagai media sosial dan portal berita nasional.

Pernyataan seperti gara-gara wamen-wamen pada jadi komisaris, kita ngiler juga kan, menggambarkan dengan gamblang bagaimana jabatan publik bisa memicu godaan tersendiri.

Cak Imin tampak memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan pesan dengan cara yang ringan namun mengena.

Bukan kali pertama ia menggunakan gaya komunikasi jenaka untuk menyinggung isu-isu besar dalam pemerintahan.

Sebagai tokoh politik senior, gaya komunikasi Cak Imin yang santai namun menyentil ini kerap menjadi sorotan karena mampu menyampaikan kritik tanpa harus frontal.

Respons masyarakat pun terbagi antara yang menganggap ini sekadar candaan dan yang menilai sebagai kritik terselubung atas ketimpangan jabatan.

Reaksi dan Makna Politik di Balik Candaan Cak Imin

Setelah pernyataan Cak Imin beredar luas, sejumlah komentar bermunculan dari masyarakat hingga pengamat politik.

Ada yang memuji keterbukaan dan kejujuran pernyataan tersebut, karena mewakili suara publik yang mempertanyakan etika rangkap jabatan.

Namun, tak sedikit pula yang menilai bahwa pernyataan itu merupakan bentuk sinisme atau bahkan kecemburuan politik menjelang tahun politik.

Dalam situasi seperti sekarang, ketika transparansi dan akuntabilitas pejabat publik menjadi sorotan, pernyataan Cak Imin bisa menjadi pemantik diskusi yang lebih luas.

Topik rangkap jabatan sendiri bukan hal baru dan sudah berulang kali menuai kritik dari berbagai elemen masyarakat sipil.

Meskipun tidak ada larangan resmi, banyak yang menilai rangkap jabatan bisa menimbulkan beban kerja ganda dan mengurangi efektivitas seorang pejabat.

Kritik Cak Imin, walau dibalut humor, berpotensi menjadi suara perwakilan bagi pihak-pihak yang selama ini merasa keberatan dengan praktik semacam itu.

Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa meskipun berada di dalam lingkaran kekuasaan, Cak Imin tidak segan mengangkat isu yang dirasakan publik.

Kesimpulan: Gaya Satir Cak Imin dan Suara Kritik yang Tersampaikan

Fenomena wamen yang juga menjadi komisaris BUMN memang bukan hal yang baru, namun tetap menjadi isu yang relevan.

Pernyataan Muhaimin Iskandar dalam acara IKA PMII menjadi contoh bagaimana kritik dapat disampaikan dalam bentuk yang jenaka dan santai.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda
Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Buka Suara soal Kunker AS
Kabar Terbaru Betrand Peto, Isu Laporan Polisi Dibantah
Jangan Lewatkan! Jadwal AVC Boys U18 2026 Hari Ini 16 Juli 2026, Duel Penentu Menuju Semifinal
Heboh! Presiden FIFA Dilaporkan ke IOC usai Dugaan Intervensi Donald Trump, Kasus Folarin Balogun Jadi Sorotan
Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru, Persaingan Golden Boot Semakin Sengit
PKL Parepare Protes, Minta Aturan Berlaku untuk Semua

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:57 WIB

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:48 WIB

Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:37 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo Buka Suara soal Kunker AS

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:03 WIB

Kabar Terbaru Betrand Peto, Isu Laporan Polisi Dibantah

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:12 WIB

Jangan Lewatkan! Jadwal AVC Boys U18 2026 Hari Ini 16 Juli 2026, Duel Penentu Menuju Semifinal

Berita Terbaru

Cara Daftar SIAPkerja Kemnaker 2026 untuk Magang Nasional

Lowongan Kerja

Cara Daftar SIAPkerja Kemnaker 2026 untuk Magang Nasional

Rabu, 15 Jul 2026 - 23:02 WIB

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Politik

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:57 WIB

Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026

Politik

Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:48 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo Buka Suara soal Kunker AS

Politik

Menteri PU Dody Hanggodo Buka Suara soal Kunker AS

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:37 WIB