Bitcoin Cetak Rekor Rp 2 Miliar, Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp 1,61 Triliun

- Penulis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin Cetak Rekor Rp 2 Miliar, Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp 1,61 Triliun

Bitcoin Cetak Rekor Rp 2 Miliar, Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp 1,61 Triliun

Redaksiku.com – Dunia aset digital kembali dihebohkan dengan lonjakan harga Bitcoin (BTC) yang sukses mencetak rekor tertinggi baru sepanjang sejarah.

Mata uang kripto terbesar di dunia itu kini menembus level fantastis, mencapai US$125.689 per koin, atau sekitar Rp 2,08 miliar (kurs Rp16.500/US$).

Kenaikan ini bukan cuma bikin investor kripto tersenyum lebar, tapi juga berdampak langsung pada penerimaan pajak kripto di Indonesia, yang dilaporkan telah menembus angka Rp 1,61 triliun hingga kuartal III 2025.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa minat terhadap aset digital kembali melonjak, seiring meningkatnya kepercayaan publik dan investor global terhadap prospek jangka panjang Bitcoin di tengah kondisi ekonomi dunia yang masih fluktuatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekor Baru Bitcoin: Rp 2,08 Miliar per Koin

Pada perdagangan Minggu (5/10/2025) di Asia, Bitcoin mencatatkan harga tertinggi barunya, melewati rekor sebelumnya yang tercipta pada 14 Agustus 2025.
Lonjakan harga ini terjadi seiring reli pasar risiko global yang dipicu oleh penutupan pemerintahan Amerika Serikat (shutdown).

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kestabilan dolar AS dan membuat banyak investor beralih ke aset safe haven, termasuk Bitcoin, sebagai bentuk lindung nilai dari potensi pelemahan mata uang konvensional.

Dengan banyak aset termasuk saham, emas, dan bahkan barang koleksi seperti kartu Pokémon mencapai rekor tertinggi, tidak heran Bitcoin juga ikut menikmati sentimen positif ini, kata Joshua Lim, Co-Head of Markets di perusahaan broker kripto global FalconX.

Efek Penutupan Pemerintah AS: Arah Baru untuk Kripto

Penutupan pemerintahan AS (government shutdown) yang dimulai sejak Rabu pekan lalu menjadi salah satu faktor pendorong utama reli Bitcoin kali ini.
Investor global mulai berspekulasi bahwa kondisi tersebut dapat memicu perdagangan devaluasi (devaluation trade) di mana pelaku pasar mencari alternatif aset yang tidak bergantung pada sistem moneter tradisional.

Menurut Geoff Kendrick, Kepala Riset Aset Digital Global di Standard Chartered Plc, periode ini justru membuka peluang bagi Bitcoin untuk terus menguat.
Penutupan pemerintah kali ini penting. Saya memperkirakan Bitcoin akan terus naik selama periode ketidakpastian fiskal ini, ujarnya.

Kendrick menilai bahwa banyak investor besar (institusional investor) kini melihat Bitcoin sebagai asuransi digital terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi makro, sebuah tren yang semakin kuat sejak pandemi COVID-19.

Bitcoin Cetak Rekor Rp 2 Miliar, Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp 1,61 Triliun
Bitcoin Cetak Rekor Rp 2 Miliar, Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp 1,61 Triliun

Aliran Dana Baru ke ETF Bitcoin

Selain sentimen makro, faktor lain yang memperkuat reli ini adalah aliran dana baru ke Exchange Traded Fund (ETF) berbasis Bitcoin.
ETF Bitcoin, yang kini telah disetujui di berbagai negara termasuk Amerika Serikat, membuka akses yang lebih mudah bagi investor konvensional untuk berinvestasi di aset digital tanpa harus menyimpan kripto secara langsung.

Data pasar menunjukkan bahwa sejak awal September 2025, aliran dana bersih ke ETF Bitcoin global meningkat tajam. Beberapa ETF besar seperti milik BlackRock dan Fidelity mencatatkan lonjakan volume perdagangan hingga 40% dalam sepekan terakhir.

ETF membuat Bitcoin lebih diterima di kalangan investor tradisional. Ini menjadi jembatan antara dunia keuangan lama dan ekosistem digital baru, ujar Joshua Lim dari FalconX.

Investor Indonesia Ikut Kecipratan Untung

Kenaikan harga Bitcoin ini juga terasa dampaknya di Indonesia. Banyak investor ritel lokal yang mengaku portofolio mereka melonjak drastis hanya dalam beberapa hari terakhir.

Di platform pertukaran aset kripto lokal, seperti Indodax, Tokocrypto, dan Pintu, volume transaksi tercatat meningkat signifikan.
Bahkan, menurut data Bappebti, total nilai transaksi kripto di Indonesia sepanjang 2025 sudah mencapai lebih dari Rp 180 triliun hingga September.

Kabar baiknya, peningkatan aktivitas ini turut mendongkrak penerimaan pajak dari perdagangan aset kripto, yang hingga kuartal III 2025 dilaporkan mencapai Rp 1,61 triliun.

Pajak kripto menjadi salah satu sumber baru penerimaan negara yang cukup menjanjikan. Peningkatannya konsisten sejak aturan pajak diberlakukan pada 2022, ujar seorang pejabat di Kementerian Keuangan.

Dari Euforia hingga Risiko

Meski euforia harga Bitcoin kembali membara, para analis mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati.
Lonjakan tajam harga sering kali diikuti dengan koreksi besar-besaran ketika pasar mulai menyesuaikan ekspektasi.

Volatilitas kripto tetap ekstrem. Investor harus paham risikonya sebelum masuk, kata Kendrick.
Ia menegaskan bahwa harga Bitcoin sangat sensitif terhadap berita ekonomi global, regulasi, hingga pergerakan suku bunga bank sentral.

Namun, menurut banyak pakar, reli kali ini terasa berbeda dibandingkan dengan euforia 2021 lalu. Alasannya, adopsi institusional terhadap Bitcoin sudah jauh lebih matang, sementara fundamental blockchain dan regulasi global juga semakin jelas.

Efek Domino terhadap Altcoin

Kenaikan Bitcoin juga memicu efek domino terhadap aset kripto lain (altcoin).
Ethereum (ETH) naik ke level US$4.250 atau sekitar Rp70 juta, sementara Solana (SOL) dan Avalanche (AVAX) juga mencatatkan kenaikan lebih dari 15% dalam sepekan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kepercayaan pasar terhadap ekosistem kripto secara keseluruhan meningkat, bukan hanya terhadap Bitcoin sebagai aset utama.
Namun, para analis menilai bahwa dominasi Bitcoin masih sangat kuat dengan pangsa pasar mencapai lebih dari 55% dari total kapitalisasi kripto global.

Dampak ke Ekonomi dan Regulasi

Lonjakan harga Bitcoin dan peningkatan pajak kripto di Indonesia membuka diskusi baru soal regulasi aset digital.
Pemerintah kini tengah mempertimbangkan revisi regulasi pajak kripto agar lebih efisien dan adaptif terhadap perkembangan teknologi blockchain.

Kita ingin memastikan bahwa ekosistem kripto tumbuh sehat, tapi tetap memberikan kontribusi nyata bagi negara, ujar pejabat Kemenkeu yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, beberapa ekonom menilai bahwa kenaikan pajak kripto bisa membantu menutup defisit APBN tanpa membebani sektor konvensional.
Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya transparansi dan edukasi publik agar masyarakat tidak terjebak pada tren tanpa memahami risiko.

Tren Devaluasi Dolar dan Masa Depan Bitcoin

Salah satu faktor utama yang membuat Bitcoin melonjak adalah narasi devaluasi dolar AS.
Dengan ketidakpastian fiskal di Amerika Serikat, banyak investor global mulai mempertanyakan ketahanan mata uang fiat (konvensional) dalam jangka panjang.

Bitcoin kini dilihat sebagai versi modern dari emas digital, kata Joshua Lim.
Ia menilai bahwa tren ini akan berlanjut, apalagi dengan semakin banyaknya negara dan perusahaan besar yang mengakui Bitcoin sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang.

Bahkan, beberapa analis dari Standard Chartered memprediksi bahwa harga Bitcoin bisa menembus US$150.000 (sekitar Rp2,47 miliar) jika ketidakpastian ekonomi global terus berlanjut hingga akhir tahun.

Kesimpulan

Reli Bitcoin yang menembus Rp 2 miliar per koin menandai babak baru dalam perjalanan aset digital global.
Didorong oleh penutupan pemerintahan AS, aliran dana ETF, dan narasi devaluasi dolar, Bitcoin kembali menunjukkan dominasinya di pasar kripto.

Bagi Indonesia, kabar baiknya bukan hanya datang dari sisi investor, tapi juga dari penerimaan pajak kripto yang kini mencapai Rp 1,61 triliun angka yang menunjukkan potensi besar sektor ini dalam mendukung ekonomi digital nasional.

Namun, di tengah euforia, para ahli tetap mengingatkan pentingnya investasi yang bijak dan penuh perhitungan.
Karena di dunia kripto, satu hal yang pasti adalah perubahan dan hanya mereka yang siap dengan pengetahuan dan strategi yang akan bisa bertahan di tengah gelombang volatilitasnya.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bank Banten Salurkan Bantuan untuk Operasi SAR Selat Sunda
WhatsApp Resmi Bank Banten Diluncurkan dengan Centang Biru
Pemkot Cilegon Alihkan Gaji ASN ke Bank Banten
Waspada Akun dan WhatsApp Customer Care Palsu Bank Banten
Gubernur BI Lantik Mal Isnaini S. Meyyanti Jadi Kepala Departemen
Bank Banten Perluas Pengelolaan Keuangan Pemkab Serang
IHSG Terkoreksi 6 Hari Berturut-turut ke Level 6.436
Suahasil Nazara Resmi Dilantik Jadi Menteri Keuangan Baru

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 05:24 WIB

Bank Banten Salurkan Bantuan untuk Operasi SAR Selat Sunda

Jumat, 18 September 2026 - 02:48 WIB

WhatsApp Resmi Bank Banten Diluncurkan dengan Centang Biru

Jumat, 18 September 2026 - 02:05 WIB

Pemkot Cilegon Alihkan Gaji ASN ke Bank Banten

Jumat, 18 September 2026 - 01:59 WIB

Waspada Akun dan WhatsApp Customer Care Palsu Bank Banten

Kamis, 17 September 2026 - 18:52 WIB

Gubernur BI Lantik Mal Isnaini S. Meyyanti Jadi Kepala Departemen

Berita Terbaru

Terminologi orang asli Papua menjadi perbincangan hangat publik terkait perdebatan Undang-Undang Otonomi Khusus.

Politik

Memahami Orang Asli Papua dalam Perspektif Ilmu Sosial

Jumat, 18 Sep 2026 - 20:06 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan menghadiri perayaan HUT ke-28 PAN di JCC, Jakarta.

Viral

Prabowo dan Gibran Hadiri HUT ke-28 PAN di JCC Malam Ini

Jumat, 18 Sep 2026 - 20:01 WIB

error: Content is protected !!