Antisipasi Musim Hujan, Pemkab Sumedang Perkuat Mitigasi Bencana

- Penulis

Rabu, 16 September 2026 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Sumedang Tuti Ruswati memimpin rapat koordinasi mitigasi bencana musim hujan.

Pemerintah Kabupaten Sumedang mengintensifkan langkah mitigasi bencana untuk menghadapi puncak musim penghujan.

Redaksiku.com – Menjelang datangnya puncak musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Sumedang kini tengah mengintensifkan langkah mitigasi bencana untuk menekan risiko banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah rawan. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapsiagaan infrastruktur maupun personel dalam menghadapi fenomena hidrometeorologi yang diprediksi akan meningkat dalam waktu dekat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Hj Tuti Ruswati, memimpin langsung rapat koordinasi antisipasi bencana yang berlangsung di ruang kerjanya pada Selasa, 15 September 2026. Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari pemetaan titik-titik krusial yang sebelumnya telah diidentifikasi sebagai zona dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana musiman.

Sinergi Lintas Perangkat Daerah dalam Mitigasi

Dalam arahannya, Sekda Tuti menekankan bahwa penanganan bencana bukan sekadar tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), melainkan tugas kolektif seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Setiap instansi diwajibkan memiliki rencana aksi yang terukur sesuai dengan bidang tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga pertengahan September 2026, BPBD Kabupaten Sumedang telah mencatat bahwa tanah longsor dan banjir masih menjadi ancaman dominan yang tersebar di 26 kecamatan di seluruh wilayah Sumedang.

Pembagian tugas operasional telah ditetapkan secara spesifik untuk meminimalisir dampak cuaca ekstrem:

  • Dinas PUTR bertanggung jawab atas perbaikan infrastruktur jalan dan drainase yang menjadi prioritas utama.
  • Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) fokus pada identifikasi serta pemangkasan pohon-pohon yang rawan tumbang di sepanjang jalan protokol dan permukiman.
  • Dinas Perhubungan menyiapkan rambu-rambu peringatan serta sistem pengamanan lalu lintas di jalur-jalur yang rentan terdampak bencana.
  • BPBD melakukan normalisasi aliran sungai secara berkala dan memastikan kesiapan personel serta peralatan evakuasi.

Seluruh SKPD diminta untuk segera turun ke lapangan melakukan intervensi preventif agar masyarakat tetap terlindungi sebelum intensitas curah hujan mencapai puncaknya.

Pemetaan Wilayah Rawan dan Prioritas Penanganan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah titik krusial yang membutuhkan perhatian ekstra. Beberapa wilayah seperti Tanjungkerta, Sukasari, Sumedang Selatan, Situraja, Pamulihan, Cimanggung, Surian, Jatinunggal, dan Cibugel menjadi fokus utama pemantauan karena karakteristik geografisnya yang rawan pergerakan tanah.

“Penanganan tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Kami juga melakukan langkah-langkah mitigasi, termasuk penanganan aliran sungai, pemantauan wilayah rawan serta kesiapsiagaan personel dan peralatan.”

— Bambang Rianto

Selain kawasan permukiman, BPBD juga memberikan atensi khusus pada jalur transportasi vital. Ruas jalan nasional di Cadas Pangeran, Cigendel, dan Cijelag-Tomo, serta jalur provinsi di Panisan, Wado, dan area Lingkar Jatigede menjadi titik yang kerap dipantau untuk memastikan aksesibilitas masyarakat tetap terjaga saat terjadi cuaca buruk.

Langkah Preventif pada Infrastruktur Air dan Pertanian

Selain mengamankan akses jalan, pemerintah daerah juga melakukan pengerukan dan pembersihan pada sejumlah aliran sungai utama, seperti Sungai Cimande, Sungai Cikeruh, Sungai Cileuleuy, dan Sungai Cikandung. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tampung sungai sehingga risiko luapan air ke permukiman warga dapat diminimalisir.

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan potensi pohon tumbang atau sumbatan drainase di lingkungan sekitar kepada kantor kecamatan atau dinas terkait agar bisa segera ditindaklanjuti.

Sektor pertanian pun tidak luput dari perhatian. Sekda Tuti mengingatkan agar para petani dan dinas terkait mulai menyiapkan lahan sawah yang sebelumnya kering untuk menghadapi perubahan cuaca. Antisipasi ini mencakup ketersediaan sarana pendukung irigasi agar ketika intensitas hujan meningkat, risiko gagal panen akibat banjir atau longsor di area persawahan dapat ditekan serendah mungkin.

Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi SKPD untuk menunda langkah antisipasi, sehingga kebutuhan mendesak akan diprioritaskan melalui skema anggaran perubahan.

Pertanyaan Umum

Apa saja wilayah yang paling rawan longsor di Sumedang?

Berdasarkan data BPBD, wilayah rawan longsor tersebar di 26 kecamatan, dengan fokus utama di antaranya adalah Tanjungkerta, Sukasari, Sumedang Selatan, Situraja, Pamulihan, Cimanggung, Surian, Jatinunggal, dan Cibugel.

Bagaimana pemerintah menangani pohon rawan tumbang?

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) ditugaskan untuk melakukan identifikasi dan pemangkasan secara berkala terhadap pohon-pohon yang dianggap membahayakan di sepanjang jalan protokol dan permukiman warga sebelum musim hujan mencapai puncaknya.

Siapa yang harus dihubungi jika terjadi sumbatan sungai?

Masyarakat dapat berkoordinasi dengan perangkat desa atau kecamatan setempat, yang nantinya akan diteruskan kepada BPBD atau Dinas PUTR untuk dilakukan normalisasi atau pengerukan aliran sungai sesuai dengan kewenangannya.

Ringkasan

Pemerintah Kabupaten Sumedang mengintensifkan mitigasi bencana melalui koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi banjir dan tanah longsor jelang puncak musim hujan. Langkah preventif mencakup normalisasi sungai, pemangkasan pohon rawan tumbang, serta perbaikan drainase di 26 kecamatan.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SIMPUL Sukabumi Soroti Anggaran PU dan Survei Jalan
Strategi Prabowo Wujudkan Swasembada Energi Lewat 6 Langkah
Sidang Perdana Roy Suryo Terkait Kasus Ijazah Jokowi di PN Jaktim
Pria 49 Tahun di Jaktim Dihakimi Massa Usai Diduga Lecehkan Dua Anak
Pemprov Banten Janji Dampingi Keluarga Korban Kapal Arupadhatu I
PUSBAKUM SAW dan FKMPB Datangi Kejari Bekasi Soal Desa Serang
Mendukbangga Wihaji Minta TPK Indramayu Kawal Distribusi Makan Bergizi
Mantan Kepala Inspektorat Banda Aceh Diperiksa Dugaan Liwath

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 15:33 WIB

SIMPUL Sukabumi Soroti Anggaran PU dan Survei Jalan

Jumat, 18 September 2026 - 14:45 WIB

Strategi Prabowo Wujudkan Swasembada Energi Lewat 6 Langkah

Jumat, 18 September 2026 - 13:48 WIB

Sidang Perdana Roy Suryo Terkait Kasus Ijazah Jokowi di PN Jaktim

Jumat, 18 September 2026 - 12:59 WIB

Pria 49 Tahun di Jaktim Dihakimi Massa Usai Diduga Lecehkan Dua Anak

Jumat, 18 September 2026 - 11:23 WIB

Pemprov Banten Janji Dampingi Keluarga Korban Kapal Arupadhatu I

Berita Terbaru

Aliansi SIMPUL Sukabumi mendatangi kantor Dinas PU Kabupaten Sukabumi untuk menyuarakan aspirasi terkait anggaran dan transparansi publik.

Politik

SIMPUL Sukabumi Soroti Anggaran PU dan Survei Jalan

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:33 WIB

Valve memastikan pengembangan konsol portabel Steam Deck 2 tetap berjalan sesuai jadwal di tengah tantangan industri.

Viral

Valve Pastikan Pengembangan Steam Deck 2 Sesuai Jadwal

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:06 WIB

error: Content is protected !!