Analisis Teknikal Saham AADI, BBRI, dan HRTA Hari Ini 25/9

- Penulis

Jumat, 25 September 2026 - 03:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Analisis Teknikal Saham — Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di layar monitor bursa efek

IHSG terkoreksi 1,20% ke level 6.298 akibat tekanan jual yang signifikan pada perdagangan Kamis (24/9/2026).

Redaksiku.com – Pasar modal Indonesia menutup perdagangan hari Kamis (24/9/2026) dengan tekanan jual yang cukup signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa harus terkoreksi ke zona merah, melemah 76,30 poin atau sekitar 1,20% menuju level 6.298. Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang sedang berhati-hati di tengah fluktuasi ekonomi yang terjadi sepanjang pekan ini.

Data perdagangan menunjukkan dominasi tekanan jual di lantai bursa. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 487 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 198 saham yang mampu bertahan di zona hijau dan 278 saham lainnya stagnan. Aktivitas transaksi tercatat mencapai Rp 11 triliun dengan volume perdagangan menyentuh angka 26,5 miliar saham.

Koreksi tajam pada penutupan perdagangan Kamis ini membawa IHSG berada di level 6.298 setelah melemah sebesar 1,20%.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Analisis Teknikal dan Peluang Perdagangan

Melihat volatilitas pasar yang terjadi, para investor kini mulai menata kembali portofolio mereka untuk sesi perdagangan Jumat (25/9/2026). Beberapa analis pasar modal telah membedah sejumlah emiten yang menunjukkan pola teknikal menarik, baik dari sisi potensi pembalikan arah (rebound) maupun kelanjutan tren.

Berikut adalah beberapa rekomendasi saham yang perlu dicermati berdasarkan analisis dari berbagai sekuritas terkemuka:

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)

Saham AADI saat ini menunjukkan pergerakan yang cukup tertahan tepat di garis kijun sen, namun formasi kumo yang terbentuk masih memberikan sinyal positif. Analis melihat adanya potensi pembukaan fase pullback yang cukup lebar bagi emiten ini.

  • Rekomendasi: Speculative Buy.
  • Level Support: Rp 10.550.
  • Level Resistance: Rp 11.750.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa pergerakan harga di level Rp 11.150 per saham pada penutupan kemarin masih menyisakan ruang bagi investor untuk memantau dinamika harga selanjutnya.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Emiten perbankan ini menarik perhatian karena munculnya pola inverted hammer yang didukung dengan kondisi indikator stokastik yang berada di area jenuh jual (oversold). Volume perdagangan yang cenderung menurun juga menjadi catatan tersendiri.

  • Rekomendasi: Buy.
  • Level Support: Rp 3.050.
  • Level Resistance: Rp 3.320.

Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki, menyarankan investor untuk melakukan pembelian jika harga saham BBRI mampu melakukan rebound di atas rentang harga Rp 3.150 hingga Rp 3.160 per saham.

Strategi perdagangan yang disiplin dengan mematuhi level support dan resistance sangat krusial di tengah kondisi pasar yang sedang terkoreksi.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)

Saham HRTA menunjukkan performa yang cukup tangguh dibandingkan emiten lainnya. Saat ini, harga masih bergerak di atas MA10 yang berada di level 2.219, dengan indikator MACD yang berpotensi membentuk golden cross.

  • Rekomendasi: Buy on Break.
  • Level Support: Rp 2.190.
  • Level Resistance: Rp 2.500.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menjelaskan bahwa jika harga mampu menembus level 2.350, maka potensi kenaikan menuju resistance di 2.500 terbuka lebar. Namun, investor tetap harus membatasi risiko jika terjadi penurunan di bawah support 2.190.

Selalu perhatikan volume perdagangan harian sebagai konfirmasi tambahan saat harga mencoba menembus level resistance penting.

Pertanyaan Umum

Apakah penurunan IHSG pada Kamis kemarin dipengaruhi oleh faktor eksternal?

Pasar saham domestik sering kali dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global, seperti kebijakan suku bunga bank sentral dan kondisi ekonomi makro, serta aksi ambil untung oleh investor setelah periode kenaikan sebelumnya.

Apa yang dimaksud dengan strategi Buy on Break?

Strategi ini melibatkan pembelian saham ketika harga berhasil menembus level resistance tertentu dengan volume yang kuat, yang menandakan dimulainya tren kenaikan baru.

Mengapa level support dan resistance sangat penting dalam trading?

Level-level ini berfungsi sebagai batasan psikologis dan teknis bagi pelaku pasar dalam menentukan titik masuk (entry) untuk membeli saham atau titik keluar (exit) untuk mengamankan keuntungan maupun membatasi kerugian.

Rekomendasi saham yang diberikan merupakan analisis teknikal dari pihak ketiga dan tidak menjamin keuntungan, sehingga keputusan investasi tetap sepenuhnya berada di tangan investor.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,20% ke level 6.298 pada perdagangan Kamis (24/9/2026) akibat tekanan jual yang dominan di tengah sentimen pasar yang berhati-hati. Artikel ini menyajikan analisis teknikal dari para pakar sekuritas terkemuka mengenai prospek saham AADI, BBRI, dan HRTA untuk sesi perdagangan Jumat (25/9/2026) sebagai panduan bagi investor dalam menata ulang portofolio.

Para analis dari Mirae Asset, BCA Sekuritas, dan Kiwoom Sekuritas memberikan pandangan teknikal spesifik: AADI direkomendasikan untuk speculative buy dengan support Rp 10.550, BBRI disarankan untuk buy saat terjadi rebound di atas Rp 3.150, dan HRTA disarankan untuk buy on break jika menembus level Rp 2.350. Investor diingatkan bahwa rekomendasi ini bersifat teknikal dan tetap harus mematuhi batasan risiko pada level support dan resistance yang telah ditetapkan untuk menjaga disiplin perdagangan di tengah volatilitas pasar.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wall Street Beragam: Investor Pantau Ketegangan AS-Iran
PAM Mineral (NICL) Bagikan Dividen Interim Rp63,8 Miliar
Pengendali Borong 62,5 Juta Saham, Harga ASLI Naik 17%
Dampak UU Reforma Agraria terhadap Emiten Properti Berland Bank Luas
Rupiah Melemah ke Rp17.916 per Dolar AS, Simak Proyeksi Hari Ini
Rekomendasi Saham AADI, BBRI, dan HRTA untuk Jumat 25 September
IHSG Melemah ke 6.298 pada 25 September, Saham Ini Diburu Asing
BI Rate Ditahan, Yield SBN 10 Tahun Diproyeksi 7,05%–7,20%

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 06:57 WIB

Wall Street Beragam: Investor Pantau Ketegangan AS-Iran

Jumat, 25 September 2026 - 06:49 WIB

PAM Mineral (NICL) Bagikan Dividen Interim Rp63,8 Miliar

Jumat, 25 September 2026 - 06:44 WIB

Pengendali Borong 62,5 Juta Saham, Harga ASLI Naik 17%

Jumat, 25 September 2026 - 06:39 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.916 per Dolar AS, Simak Proyeksi Hari Ini

Jumat, 25 September 2026 - 06:26 WIB

Rekomendasi Saham AADI, BBRI, dan HRTA untuk Jumat 25 September

Berita Terbaru

Ratusan pengunjuk rasa memblokir akses jalan di depan markas besar PBB, New York, untuk memprotes kedatangan Benjamin Netanyahu.

Viral

Demo di Depan Markas PBB Tolak Kedatangan Netanyahu

Jumat, 25 Sep 2026 - 07:00 WIB

Pasar saham Wall Street bergerak mendatar di tengah kekhawatiran investor terhadap ketegangan geopolitik AS-Iran.

Keuangan

Wall Street Beragam: Investor Pantau Ketegangan AS-Iran

Jumat, 25 Sep 2026 - 06:57 WIB

PT PAM Mineral Tbk (NICL) resmi mengumumkan pembagian dividen interim sebesar Rp63,8 miliar kepada para pemegang saham.

Keuangan

PAM Mineral (NICL) Bagikan Dividen Interim Rp63,8 Miliar

Jumat, 25 Sep 2026 - 06:49 WIB

Saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) melonjak 17,39% setelah pemegang saham pengendali memborong 62,5 juta lembar saham.

Keuangan

Pengendali Borong 62,5 Juta Saham, Harga ASLI Naik 17%

Jumat, 25 Sep 2026 - 06:44 WIB

error: Content is protected !!