Redaksiku.com – Pasar modal Indonesia menutup perdagangan hari Kamis (24/9/2026) dengan tekanan jual yang cukup signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa harus terkoreksi ke zona merah, melemah 76,30 poin atau sekitar 1,20% menuju level 6.298. Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang sedang berhati-hati di tengah fluktuasi ekonomi yang terjadi sepanjang pekan ini.
Data perdagangan menunjukkan dominasi tekanan jual di lantai bursa. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 487 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 198 saham yang mampu bertahan di zona hijau dan 278 saham lainnya stagnan. Aktivitas transaksi tercatat mencapai Rp 11 triliun dengan volume perdagangan menyentuh angka 26,5 miliar saham.
Koreksi tajam pada penutupan perdagangan Kamis ini membawa IHSG berada di level 6.298 setelah melemah sebesar 1,20%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Analisis Teknikal dan Peluang Perdagangan
Melihat volatilitas pasar yang terjadi, para investor kini mulai menata kembali portofolio mereka untuk sesi perdagangan Jumat (25/9/2026). Beberapa analis pasar modal telah membedah sejumlah emiten yang menunjukkan pola teknikal menarik, baik dari sisi potensi pembalikan arah (rebound) maupun kelanjutan tren.
Berikut adalah beberapa rekomendasi saham yang perlu dicermati berdasarkan analisis dari berbagai sekuritas terkemuka:
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
Saham AADI saat ini menunjukkan pergerakan yang cukup tertahan tepat di garis kijun sen, namun formasi kumo yang terbentuk masih memberikan sinyal positif. Analis melihat adanya potensi pembukaan fase pullback yang cukup lebar bagi emiten ini.
- Rekomendasi: Speculative Buy.
- Level Support: Rp 10.550.
- Level Resistance: Rp 11.750.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa pergerakan harga di level Rp 11.150 per saham pada penutupan kemarin masih menyisakan ruang bagi investor untuk memantau dinamika harga selanjutnya.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Emiten perbankan ini menarik perhatian karena munculnya pola inverted hammer yang didukung dengan kondisi indikator stokastik yang berada di area jenuh jual (oversold). Volume perdagangan yang cenderung menurun juga menjadi catatan tersendiri.
- Rekomendasi: Buy.
- Level Support: Rp 3.050.
- Level Resistance: Rp 3.320.
Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki, menyarankan investor untuk melakukan pembelian jika harga saham BBRI mampu melakukan rebound di atas rentang harga Rp 3.150 hingga Rp 3.160 per saham.
Strategi perdagangan yang disiplin dengan mematuhi level support dan resistance sangat krusial di tengah kondisi pasar yang sedang terkoreksi.
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)
Saham HRTA menunjukkan performa yang cukup tangguh dibandingkan emiten lainnya. Saat ini, harga masih bergerak di atas MA10 yang berada di level 2.219, dengan indikator MACD yang berpotensi membentuk golden cross.
- Rekomendasi: Buy on Break.
- Level Support: Rp 2.190.
- Level Resistance: Rp 2.500.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menjelaskan bahwa jika harga mampu menembus level 2.350, maka potensi kenaikan menuju resistance di 2.500 terbuka lebar. Namun, investor tetap harus membatasi risiko jika terjadi penurunan di bawah support 2.190.
Selalu perhatikan volume perdagangan harian sebagai konfirmasi tambahan saat harga mencoba menembus level resistance penting.
Pertanyaan Umum
Apakah penurunan IHSG pada Kamis kemarin dipengaruhi oleh faktor eksternal?
Pasar saham domestik sering kali dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global, seperti kebijakan suku bunga bank sentral dan kondisi ekonomi makro, serta aksi ambil untung oleh investor setelah periode kenaikan sebelumnya.
Apa yang dimaksud dengan strategi Buy on Break?
Strategi ini melibatkan pembelian saham ketika harga berhasil menembus level resistance tertentu dengan volume yang kuat, yang menandakan dimulainya tren kenaikan baru.
Mengapa level support dan resistance sangat penting dalam trading?
Level-level ini berfungsi sebagai batasan psikologis dan teknis bagi pelaku pasar dalam menentukan titik masuk (entry) untuk membeli saham atau titik keluar (exit) untuk mengamankan keuntungan maupun membatasi kerugian.
Rekomendasi saham yang diberikan merupakan analisis teknikal dari pihak ketiga dan tidak menjamin keuntungan, sehingga keputusan investasi tetap sepenuhnya berada di tangan investor.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,20% ke level 6.298 pada perdagangan Kamis (24/9/2026) akibat tekanan jual yang dominan di tengah sentimen pasar yang berhati-hati. Artikel ini menyajikan analisis teknikal dari para pakar sekuritas terkemuka mengenai prospek saham AADI, BBRI, dan HRTA untuk sesi perdagangan Jumat (25/9/2026) sebagai panduan bagi investor dalam menata ulang portofolio.
Para analis dari Mirae Asset, BCA Sekuritas, dan Kiwoom Sekuritas memberikan pandangan teknikal spesifik: AADI direkomendasikan untuk speculative buy dengan support Rp 10.550, BBRI disarankan untuk buy saat terjadi rebound di atas Rp 3.150, dan HRTA disarankan untuk buy on break jika menembus level Rp 2.350. Investor diingatkan bahwa rekomendasi ini bersifat teknikal dan tetap harus mematuhi batasan risiko pada level support dan resistance yang telah ditetapkan untuk menjaga disiplin perdagangan di tengah volatilitas pasar.






