Demo di Depan Markas PBB Tolak Kedatangan Netanyahu

- Penulis

Jumat, 25 September 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan pengunjuk rasa melakukan aksi duduk memblokir jalan di depan markas besar PBB di New York untuk menolak Netanyahu.

Ratusan pengunjuk rasa memblokir akses jalan di depan markas besar PBB, New York, untuk memprotes kedatangan Benjamin Netanyahu.

Redaksiku.com – Suasana di depan markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York mendadak riuh pada Kamis (24/9/2026), saat ratusan pengunjuk rasa memblokir akses jalan utama sebagai bentuk protes keras. Aksi duduk ini berlangsung selama lebih dari satu jam, memaksa kendaraan resmi PBB dan arus lalu lintas di sekitar lokasi dialihkan ke rute alternatif untuk menghindari kerumunan massa yang menuntut perubahan kebijakan luar negeri Amerika Serikat terkait konflik di Gaza.

Gerakan ini melibatkan spektrum masyarakat yang sangat luas, mulai dari komunitas Yahudi, Palestina, Iran, hingga Lebanon. Kehadiran para tokoh publik, aktivis, hingga kandidat pemilu November mendatang mempertegas bahwa isu ini telah menjadi keresahan kolektif warga New York terhadap keterlibatan pemerintah AS dalam penyaluran bantuan militer ke Israel.

Dalam aksi yang berlangsung di jantung kota New York tersebut, penyelenggara mencatat setidaknya lebih dari 100 orang telah ditahan oleh pihak kepolisian saat melakukan aksi duduk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Protes Terhadap Kedatangan Benjamin Netanyahu

Ketegangan di depan markas PBB dipicu oleh rencana kehadiran Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang dijadwalkan memberikan pidato dalam rangkaian Sidang Umum PBB. Para pengunjuk rasa membawa pesan yang tegas melalui atribut yang mereka kenakan, termasuk kaus bertuliskan “Danai rakyat bukan bom”.

Para demonstran juga menerbangkan layang-layang bertuliskan “Bebaskan Palestina” di langit New York. Simbol ini dipilih secara sengaja sebagai respons atas ancaman yang pernah dilontarkan pihak Israel terhadap anak-anak yang bermain layang-layang di Gaza pada awal tahun ini.

Aksi protes ini merupakan puncak dari akumulasi kemarahan publik atas kehancuran di Gaza serta bantuan militer berkelanjutan yang diberikan Washington kepada militer Israel.

Sebelum aksi besar ini, ketegangan serupa juga sempat terjadi di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy pada Rabu (23/9/2026). Anggota Sosialis Demokrat Amerika (DSA) cabang New York City menggelar demonstrasi untuk memprotes pengiriman senjata dan bahan peledak yang diduga diangkut melalui pesawat niaga menuju Israel.

Penahanan Figur Publik dan Tokoh Politik

Kepolisian New York (NYPD) melakukan tindakan tegas dengan menahan sejumlah figur publik yang ikut serta dalam aksi duduk tersebut. Di antara mereka yang diamankan adalah aktor ternama, pembocor informasi, hingga pejabat aktif di Dewan Kota New York.

Berikut adalah beberapa tokoh yang tercatat ikut dalam aksi tersebut:

  • Aktor papan atas seperti Susan Sarandon, Debra Winger, dan Hannah Einbinder.
  • Tokoh publik dan penulis termasuk Chelsea Manning, Glennon Doyle, serta Indya Moore.
  • Aktivis dan tokoh agama seperti Linda Sarsour dan rabi Abby Stein.
  • Pejabat Dewan Kota New York, termasuk Chi Ossé dan Tiffany Cabán, bersama kandidat politik seperti Darializa Avila Chevalier dan Brad Lander.

Salah satu peserta, Adam Hamawy, yang merupakan seorang dokter militer dengan pengalaman tugas medis di Gaza pada 2024, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyoroti ironi di mana lembaga internasional justru mengundang Netanyahu sebagai tamu kehormatan, alih-alih menyeretnya ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk mempertanggungjawabkan situasi kemanusiaan yang terjadi.

Dinamika Politik Lokal dan Hak Kebebasan Berpendapat

Demonstrasi ini juga menyoroti posisi politik di tingkat lokal New York. Zohran Mamdani, yang sebelumnya secara vokal menyebut Netanyahu sebagai penjahat perang, harus menghadapi realitas keterbatasan kewenangan hukumnya sebagai pejabat kota. Meski demikian, ia tetap berdiri teguh mendukung hak warga untuk bersuara.

“Kepada warga New York, saya tak pernah mendorong mereka untuk berprotes, apa yang selalu saya katakan kepada mereka adalah bahwa mereka memiliki hak untuk melakukannya di kota ini,” ucap Mamdani.

Pemerintah Kota New York secara resmi menyatakan bahwa mereka menjamin hak konstitusional warga untuk melakukan protes damai sesuai dengan ketentuan Amandemen Pertama AS di ruang publik.

Aktivis Aber Kawas, yang diproyeksikan menjadi pejabat terpilih AS-Palestina pertama di legislatif negara bagian, melihat fenomena ini sebagai cerminan aspirasi pemilih. Baginya, kehadiran massa yang besar merupakan bentuk penolakan nyata dari ratusan ribu warga New York terhadap kehadiran sosok yang dianggap bertanggung jawab atas krisis kemanusiaan di Palestina.

“Apa yang kami perjelas hari ini adalah bahwa warga New York, termasuk warga Yahudi New York, tak menginginkan penjahat perang dan arsitek genosida datang ke kota kami.”

— Beth Miller, Direktur Politik Suara Yahudi untuk Aksi Perdamaian (JVP)

Pertanyaan Umum

Mengapa aksi protes dilakukan di depan markas PBB?

Aksi tersebut diselenggarakan sebagai bentuk penolakan terhadap kedatangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dijadwalkan berpidato dalam Sidang Umum PBB, sekaligus menuntut penghentian bantuan militer AS ke Israel.

Siapa saja yang terlibat dalam demonstrasi tersebut?

Demonstrasi melibatkan berbagai kelompok masyarakat sipil, komunitas Yahudi, Palestina, Iran, Lebanon, serta sejumlah figur publik, aktor, aktivis, dan pejabat Dewan Kota New York yang menolak kebijakan terkait perang di Gaza.

Apakah ada tindakan hukum terhadap pengunjuk rasa?

Pihak kepolisian (NYPD) melakukan penahanan terhadap lebih dari 100 pengunjuk rasa yang melakukan aksi duduk di badan jalan, namun hingga saat ini belum ada rilis resmi mengenai jumlah pasti individu yang ditahan.Demo di Depan Markas PBB Tolak Kedatangan Netanyahu

Ringkasan

Pada Kamis (24/9/2026), ratusan pengunjuk rasa dari berbagai latar belakang etnis dan komunitas menggelar aksi duduk di depan markas besar PBB di New York untuk menolak kedatangan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang dijadwalkan berpidato dalam Sidang Umum PBB. Aksi yang menuntut penghentian bantuan militer AS kepada Israel ini mengakibatkan penahanan terhadap lebih dari 100 orang oleh Kepolisian New York (NYPD) karena memblokir akses jalan utama.

Gerakan ini melibatkan spektrum tokoh publik yang luas, termasuk aktor seperti Susan Sarandon, pejabat Dewan Kota New York, hingga aktivis hak asasi manusia. Para demonstran menggunakan simbol layang-layang sebagai bentuk protes terhadap krisis kemanusiaan di Gaza dan mempertanyakan legitimasi kehadiran Netanyahu di forum internasional, alih-alih proses pertanggungjawaban hukum terkait konflik tersebut. Pemerintah Kota New York menegaskan bahwa aksi ini dilindungi oleh hak konstitusional Amandemen Pertama, meski tindakan tegas dilakukan terhadap mereka yang memblokir fasilitas publik.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gede Pasek Soroti Sikap Kubu Prabowo Terkait Polemik Ijazah Gibran
Fakta Rumah Dinas Lapas IIA Cibinong yang Disebut Sel Mewah
KPK Geledah Kantor Wilayah BPN Jawa Timur Hari Ini
Drainase Tersumbat, Banjir Rendam Pasar Induk Youtefa Abepura
Tommy Tuberville Klaim Banyak Pilot dan Pengendali Lalu Lintas Udara Bagian dari Komunitas Furry
PLN Icon Plus Tampilkan Inovasi AI dan Energi di Electricity Connect
CXMT Mulai Produksi Massal DRAM Generasi Kelima G5
Transaksi Digital Agustus 2026 Tumbuh 40,36% Capai 6,11 Miliar

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 08:50 WIB

Gede Pasek Soroti Sikap Kubu Prabowo Terkait Polemik Ijazah Gibran

Jumat, 25 September 2026 - 07:00 WIB

Demo di Depan Markas PBB Tolak Kedatangan Netanyahu

Jumat, 25 September 2026 - 06:54 WIB

Fakta Rumah Dinas Lapas IIA Cibinong yang Disebut Sel Mewah

Kamis, 24 September 2026 - 23:22 WIB

KPK Geledah Kantor Wilayah BPN Jawa Timur Hari Ini

Kamis, 24 September 2026 - 20:49 WIB

Drainase Tersumbat, Banjir Rendam Pasar Induk Youtefa Abepura

Berita Terbaru

Kinerja PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) tertekan beban bahan baku di tengah daya beli konsumen yang berhati-hati.

Keuangan

Kinerja ICBP Tertekan Beban Bahan Baku, Analis Sarankan Hold

Jumat, 25 Sep 2026 - 10:07 WIB

error: Content is protected !!