Redaksiku.com – Jajaran kepolisian dari Polresta Bandara Soekarno-Hatta baru saja membongkar jaringan peredaran gelap rokok elektrik atau vape yang berisi zat berbahaya etomidate. Kasus ini menarik perhatian luas publik karena turut menyeret nama selebgram terkenal Julia Prastini, yang akrab disapa Jule, setelah hasil tes urinenya menunjukkan hasil positif.
Pengungkapan kasus narkotika terselubung ini berawal dari kerja keras tim penyidik dalam melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya meringkus para pelaku di lokasi terpisah. Dari serangkaian penangkapan tersebut, aparat penegak hukum berhasil mengamankan puluhan barang bukti serta menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka utama, termasuk warga negara asing.
Penetapan Tiga Tersangka dan Status Selebgram Jule
Langkah tegas langsung diambil oleh aparat kepolisian setelah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam sindikat peredaran vape ilegal ini. Dari keempat orang yang diperiksa secara intensif, penyidik resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan dan peredaran zat terlarang tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tiga orang yang menyandang status tersangka terdiri dari dua warga negara Indonesia berinisial RR dan RN, serta seorang warga negara asing asal China berinisial XC. Sementara itu, selebgram Julia Prastini atau Jule mendapatkan penanganan yang berbeda karena posisinya sebagai pengguna, bukan pengedar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan asesmen yang dilakukan, Jule ditempatkan dalam program rehabilitasi resmi. Keputusan ini diambil setelah hasil tes urine yang dijalani oleh sang selebgram menyatakan dirinya positif menggunakan zat etomidate yang terkandung di dalam cartridge vape tersebut.
Polisi mengamankan empat orang dalam pengungkapan jaringan vape ilegal ini dengan tiga orang di antaranya langsung ditetapkan sebagai tersangka.
Barang Bukti Puluhan Cartridge Vape Berisi Etomidate
Operasi pemberantasan sindikat ini bermula dari kegiatan penyelidikan dan pembuntutan yang dilakukan oleh tim penyidik pada Senin, 14 September 2026. Polisi bergerak cepat melakukan penyergapan terhadap tersangka RR dan RN di sebuah apartemen mewah yang terletak di kawasan Jakarta Barat.
Dalam penggerebekan pertama tersebut, aparat berhasil menyita 27 cartridge vape yang terbukti mengandung zat etomidate. Penelusuran lebih mendalam kemudian membuka jejak transaksi digital serta bukti pengiriman barang haram tersebut kepada Jule di wilayah Jakarta Selatan.
Total barang bukti yang berhasil disita oleh pihak kepolisian dari tangan para tersangka mencapai 98 cartridge vape yang mengandung zat etomidate.
Pengembangan kasus tidak berhenti sampai di situ saja karena polisi terus memburu pihak-pihak lain yang berada di atasnya. Penyelidikan lanjutan membawa petugas pada penangkapan bandar utama berinisial XC di tempat terpisah dengan tambahan barang bukti sebanyak 71 cartridge vape.
Pola Operasi Sindikat dan Jaringan Gelap
Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, jaringan peredaran vape beretomidate ini ternyata sudah mulai beroperasi sejak bulan Juli. Para pelaku menjalankan bisnis ilegal ini dengan sangat rapi dan tertutup untuk menghindari kecurigaan dari aparat penegak hukum maupun masyarakat sekitar.
Pemasaran produk rokok elektrik bermuatan zat berbahaya tersebut tidak dilakukan secara terbuka melalui toko atau media sosial umum. Para pelaku mengandalkan jaringan pertemanan terdekat atau sistem pemasaran dari mulut ke mulut guna mencari pelanggan baru di kalangan tertentu.
“Sindikat tersebut beroperasi sejak Juli dengan keuntungan mencapai sekitar Rp 700.000 per cartridge. Pemasaran dilakukan secara tertutup melalui jaringan pertemanan atau dari mulut ke mulut.”
— AKP Michael Kharisma Tandayu
Keuntungan finansial yang meraup dari bisnis gelap ini tergolong sangat besar untuk setiap unit barang yang berhasil terjual. Setiap satu cartridge vape yang diedarkan secara ilegal mampu memberikan keuntungan bersih sekitar tujuh ratus ribu rupiah bagi para pelaku sindikat.
Pertanyaan Umum
Apa itu zat etomidate yang ditemukan dalam kasus ini?
Etomidate adalah zat medis golongan obat bius atau anestesi yang biasanya digunakan dalam prosedur medis di rumah sakit dan penyalahgunaannya sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.
Bagaimana keterlibatan selebgram Jule dalam kasus vape ilegal ini?
Selembram Julia Prastini atau Jule terbukti positif menggunakan zat etomidate berdasarkan hasil tes urine sehingga ia harus menjalani proses rehabilitasi atas rekomendasi pihak berwenang.
Berapa banyak barang bukti yang berhasil diamankan oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta?
Aparat kepolisian berhasil mengamankan total 98 cartridge vape siap pakai yang mengandung zat etomidate dari serangkaian penangkapan para tersangka.
Ringkasan
Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar jaringan peredaran gelap rokok elektrik atau vape berisi zat bius berbahaya etomidate yang menyeret selebgram Julia Prastini alias Jule. Dalam pengungkapan yang berawal pada 14 September 2026 ini, aparat kepolisian menetapkan tiga orang tersangka, yaitu dua warga negara Indonesia berinisial RR dan RN serta seorang warga negara asing asal China berinisial XC.
Dari serangkaian penggerebekan di lokasi terpisah termasuk di kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, polisi berhasil menyita total 98 cartridge vape yang mengandung zat etomidate. Sementara itu, selebgram Jule terbukti positif menggunakan zat berbahaya tersebut berdasarkan hasil tes urine dan saat ini telah ditempatkan dalam program rehabilitasi resmi.
Berdasarkan keterangan AKP Michael Kharisma Tandayu, sindikat ilegal yang beroperasi sejak bulan Juli ini memasarkan produknya secara tertutup melalui jaringan pertemanan atau dari mulut ke mulut. Para pelaku meraup keuntungan bersih sekitar Rp700.000 untuk setiap cartridge vape berisikan obat anestesi medis tersebut sebelum akhirnya diringkus oleh pihak berwenang.






