Peretas Korut Curi Kripto Rp185 Miliar dari 100 Negara

- Penulis

Selasa, 22 September 2026 - 00:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi peretas Korea Utara WaterPlum mencuri kripto senilai Rp185 miliar dari 100 negara.

Kelompok peretas asal Korea Utara, WaterPlum, berhasil mencuri aset kripto senilai Rp185 miliar dari pengguna di 100 negara.

Redaksiku.com – Dunia keamanan siber kembali dikejutkan oleh aksi kelompok peretas asal Korea Utara yang dikenal dengan nama WaterPlum. Sindikat kejahatan siber ini berhasil membobol dan menguras aset mata uang kripto dengan nilai fantastis yang mencapai Rp185 miliar dalam sebuah operasi terkoordinasi.

Serangan masif tersebut tidak hanya berdampak pada satu wilayah geografis saja, melainkan menyasar pengguna dari sekitar 100 negara di seluruh dunia. Keberhasilan operasi ini menunjukkan betapa canggih dan terstrukturnya jaringan peretasan yang disponsori oleh pihak tertentu untuk mendanai kepentingan strategis mereka.

Modus Operandi Kelompok WaterPlum

Kelompok peretas WaterPlum melancarkan serangan mereka dengan menargetkan ribuan akun individu secara bersamaan. Pendekatan yang digunakan melibatkan eksploitasi kerentanan keamanan digital yang seringkali diabaikan oleh pengguna awam maupun platform pertukaran aset digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memanfaatkan berbagai teknik rekayasa sosial dan perangkat lunak berbahaya. Beberapa metode utama yang kerap digunakan meliputi:

  • Penyebaran tautan phishing melalui pesan instan dan email palsu yang menyerupai platform dompet kripto resmi.
  • Penggunaan kode berbahaya tersembunyi pada aplikasi penambangan dan bursa perdagangan aset digital abal-abal.
  • Eksploitasi celah keamanan pada protokol keuangan terdesentralisasi atau DeFi untuk mengalihkan dana secara otomatis.
  • Pencurian kunci privat milik pengguna melalui malware pencuri data yang menyusup ke perangkat pribadi korban.

Operasi peretasan lintas negara yang dilakukan oleh sindikat WaterPlum ini telah menjerat tidak kurang dari 7.000 akun korban dari berbagai penjuru dunia.

Dampak Global dan Skala Kerugian

Skala kerugian yang ditimbulkan oleh serangan WaterPlum mencakup hampir seratus yurisdiksi hukum yang berbeda. Hal ini tentu menyulitkan aparat penegak hukum internasional dalam melacak aliran dana haram tersebut karena melibatkan berbagai rantai pencucian uang melalui bursa gelap.

Para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa aset kripto yang dicuri biasanya langsung dipecah ke dalam berbagai mata uang digital anonim. Langkah ini diambil untuk mengaburkan jejak transaksi agar tidak terdeteksi oleh unit investigasi keuangan global maupun lembaga intelijen siber.

Besarnya nilai kerugian hingga mencapai ratusan miliar rupiah menegaskan urgensi peningkatan sistem keamanan berlapis bagi setiap pemilik aset digital.

Langkah Mitigasi dan Pengamanan Aset Digital

Menghadapi ancaman siber yang semakin agresif dari kelompok peretas seperti WaterPlum, para pemilik aset kripto diimbau untuk lebih waspada. Penggunaan langkah-langkah pencegahan dasar dapat meminimalisir risiko pembobolan akun secara signifikan.

Lembaga keamanan siber menyarankan beberapa tindakan preventif yang harus segera diterapkan oleh investor maupun pengguna harian:

  • Mengaktifkan autentikasi dua faktor atau 2FA menggunakan aplikasi mandiri pada setiap akun pertukaran kripto.
  • Menyimpan sebagian besar aset digital dalam dompet dingin atau hardware wallet yang tidak terhubung langsung ke internet.
  • Menghindari pengeklikkan tautan sembarangan yang menjanjikan hadiah atau keuntungan instan dalam bentuk kripto.
  • Melakukan pembaruan perangkat lunak secara berkala untuk menutup celah keamanan yang mungkin dimanfaatkan oleh peretas.

Selalu verifikasi keaslian alamat situs web sebelum memasukkan informasi kredensial atau menghubungkan dompet digital Anda.

Waspada terhadap modus penipuan baru yang mengatasnamakan pemulihan dana korban peretasan karena seringkali berujung pada penipuan lanjutan.

Pertanyaan Umum

Siapakah kelompok WaterPlum?

WaterPlum adalah kelompok peretas asal Korea Utara yang spesifik menargetkan aset digital dan mata uang kripto secara global untuk tujuan pencurian dana.

Berapa kerugian akibat serangan ini?

Total kerugian yang berhasil dicatat dari aksi kejahatan siber tersebut diperkirakan mencapai Rp185 miliar dari sekitar 7.000 akun korban.

Bagaimana cara melindungi dompet kripto?

Pengguna disarankan menggunakan dompet dingin, mengaktifkan 2FA, serta menghindari tautan mencurigakan guna mencegah akses tidak sah oleh peretas.

Ringkasan

Kelompok peretas asal Korea Utara yang dikenal sebagai WaterPlum berhasil melancarkan serangan siber lintas negara dan mencuri aset kripto senilai Rp185 miliar dari sekitar 7.000 akun korban yang tersebar di 100 negara.

Dalam menjalankan aksinya, sindikat tersebut mengeksploitasi kerentanan keamanan digital menggunakan teknik rekayasa sosial, tautan phishing, malware pencuri data, serta celah pada protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Para ahli keamanan siber memperingatkan para pemilik aset digital untuk meningkatkan mitigasi risiko dengan menggunakan dompet dingin (hardware wallet), mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), serta menghindari tautan mencurigakan guna mencegah pembobolan lebih lanjut.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelantikan Pengurus Pusat PMKRI Komit Kawal Keadilan Sosial
Sikap Partai Golkar di Tengah Isu Hukum Nusron Wahid
Pemkot Jayapura Perkuat Lembaga Pemberdayaan Perempuan
IHSG dan Bisnis-27 Melemah Sepekan 14-18 September 2026
Lima ASN Kaltara Terjaring Razia Warkop, Sekprov Siapkan Sanksi
Tanggapan Keras Todd Monken atas Komentar Mike Tomlin tentang Browns
Desak Pemerintah Pusat Beri Ruang Daerah Kelola Dana Tambahan Otsus
Laba KB Bank (BBKP) Anjlok 95,21% Jadi Rp18,63 Miliar di Semester I/2026

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 00:53 WIB

Pelantikan Pengurus Pusat PMKRI Komit Kawal Keadilan Sosial

Selasa, 22 September 2026 - 00:47 WIB

Sikap Partai Golkar di Tengah Isu Hukum Nusron Wahid

Selasa, 22 September 2026 - 00:38 WIB

Pemkot Jayapura Perkuat Lembaga Pemberdayaan Perempuan

Selasa, 22 September 2026 - 00:31 WIB

Peretas Korut Curi Kripto Rp185 Miliar dari 100 Negara

Selasa, 22 September 2026 - 00:06 WIB

Lima ASN Kaltara Terjaring Razia Warkop, Sekprov Siapkan Sanksi

Berita Terbaru

Pekerjaan rumah tangga yang menumpuk membuat ibu sering kehabisan waktu untuk diri sendiri.

Hiburan

Penyebab Ibu Rumah Tangga Selalu Kehabisan Waktu

Selasa, 22 Sep 2026 - 00:58 WIB

Partai Golkar mengambil langkah mitigasi politik di tengah isu hukum yang menyeret Nusron Wahid.

Viral

Sikap Partai Golkar di Tengah Isu Hukum Nusron Wahid

Selasa, 22 Sep 2026 - 00:47 WIB

Pemerintah Kota Jayapura memperkuat lembaga pemberdayaan perempuan untuk wujudkan masyarakat mandiri dan sejahtera.

Viral

Pemkot Jayapura Perkuat Lembaga Pemberdayaan Perempuan

Selasa, 22 Sep 2026 - 00:38 WIB

Kelompok peretas asal Korea Utara, WaterPlum, berhasil mencuri aset kripto senilai Rp185 miliar dari pengguna di 100 negara.

Viral

Peretas Korut Curi Kripto Rp185 Miliar dari 100 Negara

Selasa, 22 Sep 2026 - 00:31 WIB

error: Content is protected !!