Redaksiku.com – Menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat yang krusial, perhatian utama tidak boleh sekadar berfokus pada pergantian figur ketua. Hal yang jauh lebih esensial adalah memastikan kepemimpinan baru sanggup menghadirkan arah strategis, tata kelola yang transparan, serta hubungan kelembagaan yang harmonis demi prestasi jangka panjang hingga tahun 2030.
Menyatukan Ekosistem Olahraga Melalui Kepemimpinan Berpengalaman
Potensi olahraga di Jawa Barat dikenal sangat luar biasa berkat ketersediaan atlet berbakat, pelatih berdedikasi, serta cabang olahraga dengan tradisi juara yang kuat. Sekretaris Umum KONI Kabupaten Sukabumi, Ahmad Fakhrizal, S.IP, MM, menegaskan bahwa potensi besar ini wajib dikelola melalui ekosistem yang terarah. Kepemimpinan mendatang tidak boleh hanya mengandalkan popularitas semata.
Pengalaman dalam memimpin organisasi menjadi fondasi utama untuk merangkul berbagai elemen pemangku kepentingan secara efektif. “Bagi kami, pemimpin KONI Jawa Barat ke depan setidaknya harus memenuhi tiga kriteria utama yakni, memahami organisasi, memahami olahraga prestasi dan mampu membangun kebersamaan,” ujar Ahmad, Senin (21/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Musorprov KONI Jabar 2026 harus berorientasi pada rencana strategis jangka panjang demi memperkuat ekosistem pembinaan atlet secara menyeluruh.
Kemitraan Strategis dengan Cabang Olahraga dan Pemerintah Daerah
Pencapaian prestasi gemilang tidak akan pernah lahir hanya dari balik meja kantor KONI. Keberhasilan tersebut merupakan akumulasi kerja keras dari cabang olahraga, klub, sasana, sekolah olahraga, hingga dukungan penuh pemerintah daerah. Oleh karena itu, hubungan kerja sama harus senantiasa dilandasi prinsip kemitraan yang sehat dan terbuka.
KONI Kabupaten dan Kota juga memegang peran sentral sebagai ujung tombak pembinaan atlet di akar rumput. Komunikasi yang terstruktur secara konsisten antara KONI tingkat provinsi dan daerah mutlak diperlukan agar target prestasi regional maupun nasional dapat tercapai secara optimal.
Mewariskan Sistem Pembinaan Berkelanjutan Hingga 2030
Agenda Musorprov 2026 diharapkan mampu melahirkan terobosan besar yang berorientasi pada masa depan olahraga daerah. Ketua terpilih nanti memiliki tanggung jawab moral untuk meninggalkan warisan sistemik yang berdampak luas bagi kemajuan prestasi atlet.
- Sistem pembinaan atlet yang terukur dan berbasis riset ilmiah.
- Basis data terpadu untuk memantau perkembangan atlet serta pelatih secara berkala.
- Pemanfaatan sport science dan teknologi modern dalam latihan.
- Tata kelola organisasi olahraga yang profesional dan akuntabel.
- Koordinasi sinergis antara KONI provinsi dan kabupaten atau kota.
- Sumber pembiayaan olahraga yang semakin beragam dan berkelanjutan.
“Inilah yang kami maksud sebagai legacy kepemimpinan. Kami tidak memandang pemilihan Ketua KONI Jawa Barat semata-mata sebagai persoalan memilih individu.”
— Ahmad Fakhrizal
Pertanyaan Umum
Apa fokus utama dalam Musorprov KONI Jawa Barat 2026?
Fokus utamanya adalah memastikan kepemimpinan baru mampu menghadirkan arah yang jelas, tata kelola yang kuat, serta sistem pembinaan yang konsisten hingga tahun 2030.
Apa saja kriteria pemimpin KONI Jabar yang ideal?
Pemimpin ideal harus memahami organisasi secara mendalam, menguasai bidang olahraga prestasi, serta memiliki kemampuan untuk membangun kebersamaan lintas sektor.
Seberapa penting peran KONI kabupaten dan kota?
KONI kabupaten dan kota berperan sebagai ujung tombak pembinaan olahraga di daerah yang kinerjanya sangat menentukan pencapaian target prestasi tingkat provinsi.
Ringkasan
Menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jawa Barat 2026, Sekretaris Umum KONI Kabupaten Sukabumi, Ahmad Fakhrizal, S.IP, MM, menegaskan pentingnya memilih ketua baru yang tidak sekadar mengandalkan popularitas. Kepemimpinan mendatang harus berfokus pada arah strategis jangka panjang, tata kelola yang transparan, serta sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan hingga tahun 2030.
Berdasarkan pandangan para tokoh olahraga, calon ketua KONI Jabar yang ideal wajib memenuhi tiga kriteria utama, yaitu memahami organisasi, menguasai bidang olahraga prestasi, dan mampu membangun kebersamaan. Selain itu, kepemimpinan baru ini dituntut untuk memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah daerah, cabang olahraga, serta KONI tingkat kabupaten dan kota sebagai ujung tombak pembinaan di akar rumput.
Agenda Musorprov 2026 ini diharapkan mampu mewariskan sistem pembinaan yang terukur, termasuk pemanfaatan sport science, basis data terpadu, dan pengelolaan anggaran yang profesional. Warisan sistemik tersebut dinilai jauh lebih esensial dibandingkan sekadar memilih figur individu demi mencapai prestasi olahraga jangka panjang di Jawa Barat.






