Redaksiku.com – Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Sanctus Thomas Aquinas periode 2026–2028 resmi dilantik di Jakarta. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi gerakan mahasiswa Katolik di seluruh Indonesia.
Rangkaian acara dimulai dengan ibadat pemberkatan, penyematan gordon, hingga pemailan jas almamater yang menandai dimulainya masa bakti kepengurusan baru. Dalam sidang pleno tersebut, Yohanes Tola dari PMKRI Cabang Yogyakarta resmi mengemban amanah sebagai Ketua Presidium Mandataris MPA XXXIII sekaligus Formatur Tunggal.
Konsolidasi dan Arah Gerakan Baru
Pelantikan ini tidak hanya sekadar seremonial pergantian kepemimpinan, melainkan sebuah refleksi atas tantangan zaman yang dihadapi oleh kaum muda. Ketua Panitia Pelaksana Ludgerius M Tumanggor mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ludgerius menjelaskan bahwa pemilihan sub-tema pelantikan mengusung semangat Ite, Inflammate Omnia yang berarti Pergilah dan Kobarkanlah Semuanya. Tema tersebut dipilih untuk membakar semangat kader agar lebih peka terhadap persoalan sosial di masyarakat.
Tema pelantikan bukan sekadar slogan akademis, melainkan panggilan keras bagi kader PMKRI untuk keluar dari zona nyaman dan menyalakan api kebenaran.
Melalui semangat tersebut, para kader diharapkan mampu turun langsung ke tengah masyarakat. Perjuangan terhadap keadilan sosial dan penegakan hukum harus menjadi napas utama dalam setiap langkah organisasi.
Menjaga Independensi di Tengah Arus Politik
Di tengah dinamika kebangsaan yang kompleks, isu independensi organisasi kepemudaan menjadi sorotan utama para senior. Anggota Dewan Pertimbangan PP PMKRI Sebastian Salang mengingatkan bahaya pragmatisme yang kerap merusak idealisme mahasiswa.
Sebastian menegaskan bahwa perhimpunan ini lahir dari rahim independensi yang murni. Nilai-nilai dasar tersebut tidak boleh luntur karena godaan kepentingan politik praktis jangka pendek.
Independensi adalah marwah dan harga diri perhimpunan yang harus dijaga agar tidak kehilangan roh perjuangannya.
Pesan senada juga disampaikan dalam sesi doa dan berkat pelantikan yang dipimpin oleh Romo Ferdinandus Effendi Kusuma Sunur, SJ. Beliau menitipkan pesan kenabian agar pengurus baru senantiasa berani menyuarakan kebenaran.
“Semoga Roh Kudus memampukan mereka untuk mempromosikan perdamaian dan keadilan, berani bersikap melawan penguasa yang zalim serta konsisten membela rakyat kecil.”
— Rm Ferdinandus Effendi Kusuma Sunur, SJ
Tiga Agenda Utama dan Sorotan Isu Strategis
Menatap masa depan organisasi, kepemimpinan baru di bawah komando Yohanes Tola telah merumuskan sejumlah fokus kerja yang terarah. Fokus tersebut dirancang untuk merespons persoalan riil yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia saat ini.
- Melakukan transformasi organisasi melalui pembenahan tata kelola internal secara komprehensif.
- Mengaktifkan kembali serta melakukan ekspansi jaringan cabang di berbagai daerah pelosok Nusantara.
- Mengembangkan gerakan sosial berbasis riset mendalam dan penerbitan Ajaran Sosial Gereja.
Selain pembenahan internal, kepengurusan periode ini juga menyoroti tiga persoalan krusial nasional. Isu-isu tersebut menyangkut penempatan personel Polri pada birokrasi sipil yang dinilai perlu mendapat perhatian serius.
Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada tahun 2025 tercatat mengalami penurunan hingga menyentuh skor 34 dari 100.
Perhimpunan juga menyoroti ancaman kesalahan pengecualian atau exclusion error dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial yang berbasis data desil. Melalui tiga agenda utama tersebut, kepengurusan baru berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan publik demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Pertanyaan Umum
Siapa yang terpilih sebagai Ketua Presidium PP PMKRI periode 2026–2028?
Yohanes Tola dari PMKRI Cabang Yogyakarta resmi menjabat sebagai Ketua Presidium Mandataris MPA XXXIII dan Formatur Tunggal PP PMKRI.
Apa tema yang diangkat dalam pelantikan pengurus pusat kali ini?
Pelantikan ini mengusung sub-tema Ite, Inflammate Omnia yang mengajak kader untuk keluar dari zona nyaman dan mengkobarkan semangat keadilan.
Apa saja isu strategis yang menjadi fokus perhatian kepengurusan baru?
Tiga isu utama yang disoroti meliputi penempatan Polri di birokrasi sipil, penurunan Indeks Persepsi Korupsi, serta potensi kesalahan penyaluran bantuan sosial.
Ringkasan
Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas periode 2026–2028 resmi dilantik di Jakarta, dengan Yohanes Tola dari PMKRI Cabang Yogyakarta terpilih sebagai Ketua Presidium Mandataris MPA XXXIII sekaligus Formatur Tunggal.
Mengusung sub-tema Ite, Inflammate Omnia, kepengurusan baru ini berkomitmen untuk menjaga independensi organisasi dari politik praktis serta mengawal keadilan sosial dan penegakan hukum di tengah masyarakat.
Selain fokus pada transformasi internal dan ekspansi jaringan, kepengurusan di bawah kepemimpinan Yohanes Tola turut menyoroti tiga isu strategis nasional, yaitu penempatan personel Polri pada birokrasi sipil, penurunan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang berada pada skor 34 dari 100 pada tahun 2025, serta potensi kesalahan sasaran dalam penyaluran program bantuan sosial.






