Desak Pemerintah Pusat Beri Ruang Daerah Kelola Dana Tambahan Otsus

- Penulis

Senin, 21 September 2026 - 22:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPR Papua Denny Henrry Bonai mendesak evaluasi pengelolaan Dana Tambahan Otsus.

Ketua DPR Papua mendesak pemerintah pusat untuk mengevaluasi mekanisme pengelolaan Dana Tambahan Otonomi Khusus.

Redaksiku.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Denny Henrry Bonai, mendesak pemerintah pusat untuk mengevaluasi total mekanisme pengelolaan Dana Tambahan Otonomi Khusus yang bernilai triliunan rupiah. Kebijakan penyaluran anggaran yang selama ini dinilai terlalu kaku dan sentralistik dianggap menghambat percepatan pembangunan nyata di akar rumput Bumi Cenderawasih.

Evaluasi Pola Pengelolaan Anggaran

Persoalan utama yang disoroti oleh pihak legislatif daerah adalah hilangnya diskresi lokal dalam menentukan prioritas pembangunan. Selama ini, dana tambahan yang digelontorkan seringkali sudah dikunci peruntukannya oleh kementerian terkait di Jakarta.

Akibat dari sistem birokrasi yang kaku tersebut, pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Tanah Papua kesulitan merespons kebutuhan mendesak warga. Aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui musyawarah perencanaan pembangunan sering kali terbentur regulasi pusat yang tidak sejalan dengan realitas di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah daerah di Papua mendesak penerapan sistem perencanaan anggaran dari bawah ke atas agar alokasi dana otsus tepat sasaran.

Pentingnya Pendekatan Perencanaan Partisipatif

Pendekatan perencanaan pembangunan yang ideal seharusnya menempatkan pemerintah daerah dan masyarakat lokal sebagai subjek utama. Mereka yang setiap hari hidup dan merasakan dinamika sosial di Papua tentu memiliki pemahaman paling akurat mengenai sektor apa saja yang harus segera dibenahi.

Mekanisme perencanaan yang ideal harus mencakup beberapa prinsip dasar agar tidak salah sasaran:

  • Penyusunan program wajib bersumber dari usulan masyarakat di tingkat kampung dan distrik.
  • Pemerintah daerah diberikan kewenangan penuh melakukan realokasi anggaran sesuai kondisi darurat lokal.
  • Pengawasan melekat dilakukan secara transparan melibatkan unsur adat dan lembaga swadaya masyarakat setempat.

Apabila pola penetapan anggaran masih mengandalkan sistem dari atas ke bawah, efektivitas dana triliunan rupiah tersebut dipertanyakan. Ruang fiskal daerah yang sempit membuat program kesejahteraan sering kali gagal memenuhi ekspektasi publik.

Dampak Langsung pada Seluruh Wilayah Adat

Keluhan mengenai pembatasan pemanfaatan anggaran otonomi khusus ini tidak hanya dirasakan oleh pemerintah tingkat provinsi. Berbagai kabupaten dan kota induk maupun daerah otonomi baru di seluruh Tanah Papua menghadapi kendala administratif serupa dalam menyerap dana pembangunan.

Tanpa adanya fleksibilitas kebijakan dari pusat, disparitas pembangunan antarwilayah di timur Indonesia akan tetap sulit diatasi. Pimpinan legislatif daerah berharap aspirasi ini segera mendapat respons positif dari otoritas fiskal nasional demi kemajuan bersama.

Pertanyaan Umum

Mengapa pengelolaan dana tambahan otonomi khusus Papua dipersoalkan?

Pemerintah daerah menilai pola penyaluran saat ini bersifat dari atas ke bawah sehingga membatasi kewenangan lokal dalam merumuskan program yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Bagaimana mekanisme penyaluran anggaran yang diinginkan oleh DPRD Papua?

Lembaga legislatif menginginkan sistem perencanaan partisipatif yang dimulai dari bawah ke atas agar setiap rupiah anggaran benar-benar berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.

Apakah masalah ini hanya terjadi di tingkat provinsi induk?

Kendala birokrasi dan kekakuan aturan alokasi dana tersebut dirasakan secara merata oleh berbagai pemerintah daerah di seluruh wilayah Tanah Papua.

Ringkasan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Denny Henrry Bonai, mendesak pemerintah pusat untuk mengevaluasi total mekanisme pengelolaan Dana Tambahan Otonomi Khusus bernilai triliunan rupiah karena dinilai terlalu kaku dan sentralistik.

Sistem birokrasi saat ini mengunci peruntukan anggaran di kementerian terkait, sehingga pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Tanah Papua kesulitan merespons kebutuhan mendesak warga serta aspirasi dari musyawarah perencanaan pembangunan.

DPRD Papua mendorong penerapan sistem perencanaan partisipatif dari bawah ke atas agar pemerintah daerah memiliki kewenangan diskresi dan realokasi anggaran yang transparan demi mengatasi disparitas pembangunan.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanggapan Keras Todd Monken atas Komentar Mike Tomlin tentang Browns
Laba KB Bank (BBKP) Anjlok 95,21% Jadi Rp18,63 Miliar di Semester I/2026
Alasan Mahfud MD Sebut KPK Belum Periksa Nusron Wahid
Haji Isam Negosiasi Akuisisi 62 Persen Saham BYAN
Penyebab Fenomena Telur Ceplok Usai Erupsi Anak Krakatau Menurut Ahli
Krisis Air Bersih Melanda 13 Desa di Bangka Belitung Akibat Kemarau
Alasan Ilmiah Manusia Sering Menunda Pekerjaan dan Cara Mengatasinya
Nusron Wahid Hadiri Rapat DPR RI Bahas RUU Pengaturan

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:03 WIB

Tanggapan Keras Todd Monken atas Komentar Mike Tomlin tentang Browns

Senin, 21 September 2026 - 22:49 WIB

Desak Pemerintah Pusat Beri Ruang Daerah Kelola Dana Tambahan Otsus

Senin, 21 September 2026 - 22:31 WIB

Laba KB Bank (BBKP) Anjlok 95,21% Jadi Rp18,63 Miliar di Semester I/2026

Senin, 21 September 2026 - 21:36 WIB

Alasan Mahfud MD Sebut KPK Belum Periksa Nusron Wahid

Senin, 21 September 2026 - 20:59 WIB

Haji Isam Negosiasi Akuisisi 62 Persen Saham BYAN

Berita Terbaru

Pemerintah resmi membubarkan Komisi Telekomunikasi setelah berdiri selama 37 tahun untuk restrukturisasi industri.

Internasional

Pemerintah Membubarkan Komisi Telekomunikasi Setelah 37 Tahun Berdiri

Senin, 21 Sep 2026 - 23:39 WIB

Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang didorong untuk kembali menggelar laga klasik antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Olahraga

Dukungan Laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan

Senin, 21 Sep 2026 - 23:38 WIB

Garmin Run Indonesia 2026 sukses digelar di ICE BSD, Tangerang, dengan mengusung tema From Zero to Hero dan kepedulian lingkungan.

Teknologi

Review Garmin Run Indonesia 2026: Tema dan Keberlanjutan

Senin, 21 Sep 2026 - 23:32 WIB

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga 2026 didukung oleh investasi dan peran strategis UMKM.

Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Didorong Investasi dan UMKM

Senin, 21 Sep 2026 - 23:20 WIB

error: Content is protected !!