Viral Pernyataan Wamensos Sebut Kemiskinan Menular: 64 Persen Anak Miskin Dipastikan Miskin Lagi Jika Tak Diberi Akses Pendidikan

- Penulis

Jumat, 20 Juni 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamensos beberkan data 64 persen anak miskin tetap miskin tanpa pendidikan, Sekolah Rakyat jadi jawaban. (Foto: kemensos.go.id)

Wamensos beberkan data 64 persen anak miskin tetap miskin tanpa pendidikan, Sekolah Rakyat jadi jawaban. (Foto: kemensos.go.id)

Kemiskinan dan pendidikan kembali menjadi sorotan setelah pernyataan tegas Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Widiyanto.

Dalam kunjungannya ke SD Swasta Kresna, Jakarta Timur, Agus membeberkan korelasi kuat antara pendidikan rendah dan kemiskinan di Indonesia.

Data yang dibawanya menyebut bahwa lebih dari 74 persen penduduk miskin hanya menamatkan pendidikan di jenjang SD.

Pendidikan Jadi Akar Masalah Kemiskinan di Indonesia

Wamensos beberkan data 64 persen anak miskin tetap miskin tanpa pendidikan, Sekolah Rakyat jadi jawaban. (Foto: kemensos.go.id)
Viral Pernyataan Wamensos Sebut Kemiskinan Menular: 64 Persen Anak Miskin Dipastikan Miskin Lagi Jika Tak Diberi Akses Pendidikan

Wamensos menegaskan bahwa data nasional terbaru menunjukkan hubungan erat antara tingkat pendidikan rendah dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan Data Sosial Ekonomi Nasional yang dihimpun melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020, disebutkan bahwa 74,51 persen penduduk miskin di Indonesia hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat Sekolah Dasar.

Artinya, mayoritas masyarakat miskin tidak pernah mendapat akses pendidikan menengah atau tinggi.

Pernyataan ini bukan asumsi, melainkan didukung data by name by address yang dikembangkan oleh pemerintah untuk memetakan kondisi sosial ekonomi secara detail.

Menurut Agus, data tunggal inilah yang kini menjadi acuan semua program pengentasan kemiskinan.

Tidak hanya untuk mengetahui siapa dan di mana orang miskin tinggal, tetapi juga profilnya secara lengkap, termasuk tingkat pendidikan, pekerjaan, hingga status tempat tinggal.

Data ini juga menjadi fondasi penting dalam menyusun strategi kebijakan yang efektif dan tidak lagi berbasis asumsi belaka.

Pemerintah menyadari bahwa ketimpangan pendidikan berdampak langsung terhadap rendahnya peluang seseorang untuk keluar dari jerat kemiskinan. Maka dari itu, penguatan pendidikan dasar menjadi langkah mendesak.

Transmisi Kemiskinan Antar Generasi Harus Dihentikan

Wamensos Agus juga mengungkap sebuah temuan mengkhawatirkan: 64,46 persen anak yang lahir dari keluarga miskin diprediksi akan tetap hidup dalam kemiskinan.

Ini menunjukkan bahwa kemiskinan cenderung “menular” dari generasi ke generasi, jika tidak diintervensi secara serius melalui kebijakan struktural.

Dengan kata lain, ketika anak tidak mendapat akses pendidikan berkualitas, maka peluang mereka untuk meningkatkan taraf hidup nyaris tertutup.

Agus menyebutkan, angka 64 persen ini bukan sekadar opini, tetapi hasil kajian berbasis data konkret yang dimiliki Kementerian Sosial.

Maka, pemerintah berkepentingan untuk menghentikan transmisi kemiskinan ini melalui peran negara yang aktif dan nyata.

Wamensos menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto juga telah menegaskan posisi negara dalam hal ini.

Anak seorang pemulung, menurut Presiden, tidak harus jadi pemulung. Harapan itu hanya bisa diwujudkan bila akses terhadap pendidikan dan fasilitas pendukungnya benar-benar tersedia dan dijamin negara.

Sekolah Rakyat Jadi Jawaban: Pendidikan Gratis untuk Kaum Miskin

Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Sosial menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk meluncurkan program Sekolah Rakyat.

Sekolah ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin, dengan biaya pendidikan sepenuhnya ditanggung negara.

Sekolah Rakyat akan mengusung standar pendidikan tinggi dan fasilitas lengkap, mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

Tak hanya itu, program ini juga akan menyediakan gizi, perlengkapan sekolah, dan dukungan psikososial untuk para peserta didik.

Tujuannya jelas: memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat bersaing secara setara di masa depan.

Program Sekolah Rakyat akan mulai berjalan pada Juli 2025, dan tahap pertama akan dilaksanakan di 100 lokasi di seluruh Indonesia. Lokasi-lokasi ini dipilih berdasarkan data nasional tentang sebaran penduduk miskin.

Proyek ini diyakini akan menjadi langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Wamensos Agus menekankan, kesuksesan program ini tak hanya tergantung pada infrastruktur atau kurikulum, tetapi juga pada kemauan kolektif untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan utama perubahan.

Pendidikan bukan lagi pilihan, tetapi menjadi kebutuhan mendesak bagi keberlangsungan masa depan bangsa.

Respons Publik: Dari Sindiran hingga Dukungan Kritis

Pernyataan Wamensos Agus Jabo mengenai hubungan antara kemiskinan dan pendidikan viral di media sosial.

Unggahan akun @adiprayitno.official yang mengutip kalimat “Kalau orang tuanya miskin, anaknya dipastikan miskin” memancing ribuan reaksi.

Ada yang menyindir, ada yang mengecam, tapi banyak juga yang mendukung dan mengajak diskusi lebih lanjut soal pemerataan akses pendidikan.

Beberapa netizen menilai pernyataan Wamensos itu terkesan ˜menyudutkan™, tapi di sisi lain, banyak yang mengapresiasi kejujuran pemerintah dalam menyampaikan kondisi riil.

Diskusi ini memperlihatkan betapa pentingnya pendekatan data dalam menyusun program sosial, serta perlunya transparansi dalam menyampaikan fakta meski pahit.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda
Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Buka Suara soal Kunker AS
Kabar Terbaru Betrand Peto, Isu Laporan Polisi Dibantah
Jangan Lewatkan! Jadwal AVC Boys U18 2026 Hari Ini 16 Juli 2026, Duel Penentu Menuju Semifinal
Heboh! Presiden FIFA Dilaporkan ke IOC usai Dugaan Intervensi Donald Trump, Kasus Folarin Balogun Jadi Sorotan
Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru, Persaingan Golden Boot Semakin Sengit
PKL Parepare Protes, Minta Aturan Berlaku untuk Semua

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:57 WIB

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:48 WIB

Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:37 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo Buka Suara soal Kunker AS

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:03 WIB

Kabar Terbaru Betrand Peto, Isu Laporan Polisi Dibantah

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:12 WIB

Jangan Lewatkan! Jadwal AVC Boys U18 2026 Hari Ini 16 Juli 2026, Duel Penentu Menuju Semifinal

Berita Terbaru

Cara Daftar SIAPkerja Kemnaker 2026 untuk Magang Nasional

Lowongan Kerja

Cara Daftar SIAPkerja Kemnaker 2026 untuk Magang Nasional

Rabu, 15 Jul 2026 - 23:02 WIB

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Politik

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:57 WIB

Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026

Politik

Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:48 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo Buka Suara soal Kunker AS

Politik

Menteri PU Dody Hanggodo Buka Suara soal Kunker AS

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:37 WIB