Viral! 32 Mesin Judi Tembak Ikan dan Dingdong Disimpan di Sekolah Tak Terpakai di Langkat Sumatera Utara, Ini Fakta Mengejutkan di Lapangan

- Penulis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 23:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi menemukan 32 mesin judi di sekolah Langkat, masyarakat mendesak pengusutan tuntas praktik ilegal ini. (Foto: Facebook @datokbadren)

Polisi menemukan 32 mesin judi di sekolah Langkat, masyarakat mendesak pengusutan tuntas praktik ilegal ini. (Foto: Facebook @datokbadren)

Video penemuan mesin judi di sekolah Langkat membuat geger publik di media sosial.

Puluhan alat perjudian jenis tembak ikan dan dingdong terlihat memenuhi ruangan sebuah gedung sekolah kosong.

Lokasi kejadian diketahui berada di SD 050655 Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, yang sudah lama tidak aktif.

Kepolisian turun langsung ke lokasi dan mengangkut semua barang bukti di sekolah tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian ini memicu keprihatinan masyarakat soal lemahnya pengawasan terhadap bangunan milik negara yang terbengkalai.

Polisi Temukan Puluhan Mesin Judi di Sekolah Terbengkalai

Polisi menemukan 32 mesin judi di sekolah Langkat, masyarakat mendesak pengusutan tuntas praktik ilegal ini. (Foto: Facebook @datokbadren)
Viral! 32 Mesin Judi Tembak Ikan dan Dingdong Disimpan di Sekolah Tak Terpakai di Langkat Sumatera Utara, Ini Fakta Mengejutkan di Lapangan

Penemuan mesin judi di sekolah ini bermula dari sebuah video yang beredar luas di media sosial dan menjadi viral dalam waktu singkat.

Dalam rekaman tersebut, tampak jelas puluhan mesin judi jenis tembak ikan dan dingdong tertata rapi, sebagian ditutup terpal.

Lokasi penyimpanan mesin-mesin itu berada di lingkungan gedung SD 050655 yang sudah lama tidak difungsikan sebagai tempat belajar.

Pihak kepolisian Polres Langkat langsung bergerak cepat setelah video viral tersebut memicu kegemparan di tengah masyarakat.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo membenarkan bahwa seluruh barang bukti berupa mesin judi di sekolah telah diamankan di Mapolsek Bahorok.

Ia menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pendalaman untuk mengetahui siapa pihak yang menyimpan dan mengoperasikan alat-alat tersebut.

Selain itu, polisi juga mendalami kemungkinan adanya keterlibatan sindikat perjudian terorganisir yang memanfaatkan aset negara yang terbengkalai.

Lokasi bekas sekolah dinilai strategis karena sepi, jauh dari pemukiman, dan cenderung luput dari pengawasan rutin aparat pemerintah setempat.

Temuan ini memicu desakan dari masyarakat dan aktivis agar pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap gedung-gedung sekolah yang tidak terpakai.

Keberadaan mesin judi di sekolah jelas bertentangan dengan nilai pendidikan dan sangat merusak citra institusi pendidikan di mata publik.

Proses Pengamanan dan Penyelidikan Polisi

Dalam proses evakuasi, aparat tampak memeriksa satu per satu mesin judi di sekolah yang ditemukan dalam berbagai kondisi.

Beberapa mesin tampak masih aktif dan terhubung ke sumber listrik, sementara lainnya terlihat sudah dimodifikasi.

Polisi menyatakan bahwa semua alat tersebut kini menjadi barang bukti penting dalam proses penyidikan yang sedang berjalan.

Tim forensik digital juga diterjunkan untuk memeriksa kemungkinan adanya sistem rekam data atau transaksi elektronik dari mesin tersebut.

Sementara itu, warga sekitar mengaku kaget karena tak menyangka gedung yang biasa sepi itu ternyata digunakan untuk aktivitas ilegal.

Menurut informasi yang beredar, aktivitas ilegal ini diduga telah berlangsung selama beberapa bulan tanpa terdeteksi aparat atau warga.

Dugaan ini diperkuat dengan kondisi mesin judi di sekolah yang sebagian besar tidak berdebu dan terlihat terawat dengan baik.

Polisi juga menyebutkan bahwa penyelidikan diperluas ke kemungkinan aliran dana dan jaringan yang terlibat dalam pemanfaatan mesin tersebut.

Hal ini menjadi perhatian serius karena lokasi penemuan berada di wilayah pendidikan yang seharusnya steril dari aktivitas terlarang.

Pihak Disdik Langkat belum memberikan keterangan resmi terkait status gedung sekolah dan siapa yang memiliki otoritas atas pengelolaannya.

Desakan Transparansi dan Penegakan Hukum

Penemuan mesin judi di sekolah ini menimbulkan reaksi keras dari masyarakat dan para aktivis anti-korupsi.

Mereka meminta pemerintah daerah bertanggung jawab atas lemahnya pengawasan terhadap aset pendidikan yang dibiarkan terbengkalai.

Tidak hanya itu, mereka juga mendorong aparat kepolisian untuk menelusuri apakah ada oknum aparat atau pejabat yang terlibat.

Masyarakat menilai bahwa keberadaan peralatan judi dalam jumlah besar tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan pihak-pihak yang berpengaruh.

Desakan ini muncul agar kasus serupa tidak terjadi lagi di wilayah lain yang memiliki gedung sekolah tidak aktif atau ditinggalkan.

Kejadian ini sekaligus membuka fakta bahwa pengelolaan aset pendidikan memerlukan sistem pengawasan yang lebih ketat dan transparan.

Beberapa organisasi masyarakat sipil bahkan telah mengajukan permintaan audit terhadap aset-aset sekolah tidak terpakai di seluruh Kabupaten Langkat.

Penegakan hukum secara transparan dan menyeluruh terhadap kasus mesin judi di sekolah menjadi harapan banyak pihak agar efek jera benar-benar terjadi.

Kasus ini dianggap sebagai momentum penting untuk membersihkan institusi pendidikan dari potensi eksploitasi demi keuntungan pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Aparat penegak hukum pun diharapkan segera mengumumkan hasil penyidikan kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi liar dan ketidakpercayaan masyarakat.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya
Siswa SMK di Kupang Tusuk Guru Saat Tidur, Ini Motif yang Diungkap Polisi
Timeline LPDP Batch 2 2026 Lengkap, Catat Semua Tahap Seleksi agar Tidak Terlewat

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB