Kemampuan hardware untuk Project Canis, perangkat genggam yang disiapkan mendampingi konsol generasi berikutnya, mendadak jadi perbincangan hangat di kalangan industri game. Bocoran terbaru mengungkap bahwa Sony berencana mengambil jalur berbeda demi mengejar performa tinggi tanpa mengorbankan daya tahan baterai. Alih-alih mengandalkan tenaga grafis mentah yang besar, perangkat ini diprediksi akan bertumpu pada teknologi kecerdasan buatan dan frame generation mutakhir.
Redaksiku.com – Kabar mengenai spesifikasi ini pertama kali mencuat ke publik lewat laporan yang dirilis oleh GameGPU dan dikutip oleh Wccftech. Dari dokumen yang bocor, terungkap bahwa perangkat misterius ini dirancang untuk memaksimalkan efisiensi daya melalui kombinasi arsitektur chip anyar buatan AMD. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana raksasa teknologi asal Jepang tersebut mencoba memecahkan masalah klasik perangkat portabel, yakni keterbatasan suplai daya.
Arsitektur Hardware dan Target Performa
Berdasarkan informasi yang beredar, Project Canis diproyeksikan akan menggunakan system-on-chip berbasis proses fabrikasi 3nm dari AMD. Prosesor utama tersebut dikabarkan mengusung total enam inti Zen 6, yang terbagi secara fungsional guna menyeimbangkan performa komputasi dan efisiensi energi. Konfigurasi ini mencakup empat inti Zen 6c khusus untuk menjalankan game serta dua inti Zen 6 berdaya rendah untuk tugas latar belakang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk urusan pengolah grafis, perangkat genggam ini dibekali dengan 16 Compute Units yang menggunakan arsitektur RDNA 5 terbaru. Batas konsumsi daya atau TDP chip tersebut dipatok pada kisaran 15 hingga 25 watt saja. Berikut adalah detail estimasi kecepatan clock dan kemampuan TFLOPS berdasarkan mode penggunaan:
- Dalam mode portabel murni, chip berjalan di kecepatan 1,2 GHz dengan menghasilkan daya komputasi sekitar 4,91 TFLOPS.
- Ketika terhubung ke stasiun dock, kecepatan clock meningkat menjadi 1,65 GHz dengan performa tembus hingga 6,75 TFLOPS.
Angka tersebut memang tampak tertinggal jika dibandingkan dengan konsol rumahan seperti PlayStation 5 Pro yang mampu menyentuh angka 16,7 TFLOPS. Namun, Sony diprediksi tidak akan mengandalkan kekuatan fisik semata untuk mengangkat kualitas visual game-game masa depan di layar kecil.
PSSR 3.0 diklaim mampu mendongkrak performa efektif Project Canis hingga menyentuh angka 14 TFLOPS saat terhubung ke dock.
Peran Krusial Teknologi Upscaling PSSR 3.0
Titik berat performa Project Canis justru berada pada teknologi rekonstruksi gambar berbasis kecerdasan buatan, yaitu PlayStation Spectral Super Resolution atau yang dikenal sebagai PSSR. Generasi terbaru dari teknologi ini, yakni PSSR 3.0, dilaporkan bakal mengusung kemampuan frame generation untuk pertama kalinya pada lini perangkat keras genggam Sony.
GameGPU mengestimasi bahwa berkat bantuan teknologi upscaling pintar tersebut, visual dari resolusi dasar 540p dapat ditingkatkan secara tajam menjadi 1080p dengan mulus. Lonjakan performa efektif ini membuat perangkat seolah-olah bekerja pada level 10 hingga 11 TFLOPS dalam mode portabel. Pendekatan semacam ini memungkinkan perusahaan menghemat konsumsi daya secara drastis tanpa harus mengorbankan kejernihan gambar yang dinikmati oleh para pemain.
Selain itu, kehadiran arsitektur RDNA 5 juga memberikan keunggulan tersendiri terutama dalam hal efisiensi penanganan ray tracing. Sony tampaknya lebih memilih fokus pada optimalisasi arsitektur cerdas ketimbang memperbesar ukuran fisik chip atau menambah jumlah unit komputasi secara berlebihan.

Ekosistem dan Rencana Peluncuran
Bukan cuma soal jeroan mesin, dokumen yang sama turut mengisyaratkan bahwa Project Canis tidak akan berdiri sebagai produk yang benar-benar terisolasi. Perangkat ini dirancang untuk memiliki kompatibilitas mundur atau backward compatibility dengan pustaka game dari konsol PlayStation 4 dan PlayStation 5. Strategi ini mengindikasikan bahwa konsol genggam tersebut merupakan bagian integral dari ekosistem hardware masa depan Sony, bukan sekadar aksesori sekunder.
Seluruh spesifikasi teknis dan estimasi performa ini masih berstatus sebagai rumor dan belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak Sony.
Kendati demikian, rumor mengenai jadwal pelepasannya sudah mulai beredar luas di kalangan industri. Sony dikabarkan menargetkan akhir tahun 2027 sebagai jendela peluncuran komersial untuk Project Canis. Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah jadwal tersebut berbarengan dengan peluncuran konsol utama generasi berikutnya atau justru diberi jeda waktu tertentu.
Situasi ini juga memunculkan perdebatan tersendiri, mengingat sebelumnya sempat muncul saran mantan boss PlayStation yang menyarankan agar perusahaan fokus memasarkan satu perangkat utama saja demi efektivitas kampanye penjualan. Bagaimanapun juga, kehadiran konsol genggam berkemampuan AI ini menjanjikan persaingan yang semakin ketat di ranah perangkat gaming portabel.
Pertanyaan Umum
Kapan Project Canis direncanakan rilis?
Berdasarkan bocoran informasi terbaru yang beredar, Sony dikabarkan menargetkan peluncuran Project Canis pada akhir tahun 2027 mendatang.
Teknologi apa yang diandalkan untuk performa grafisnya?
Perangkat ini diprediksi mengandalkan teknologi rekonstruksi gambar berbasis AI bernama PSSR 3.0 yang dilengkapi fitur frame generation untuk mendongkrak visual dari resolusi rendah ke tinggi secara efisien.
Apakah Project Canis bisa memainkan game lama?
Dokumen yang bocor menyebutkan adanya dukungan backward compatibility untuk memainkan pustaka game dari konsol PlayStation 4 dan PlayStation 5.
Ringkasan
Berdasarkan laporan dari GameGPU dan Wccftech, bocoran spesifikasi perangkat genggam terbaru Sony bernama Project Canis mengungkap rencana penggunaan arsitektur chip AMD 3nm dengan konfigurasi enam inti Zen 6 serta pengolah grafis RDNA 5 dengan 16 Compute Units. Perangkat yang diproyeksikan rilis pada akhir tahun 2027 ini dirancang untuk mendampingi konsol generasi berikutnya dengan estimasi TDP antara 15 hingga 25 watt.
Untuk mengatasi keterbatasan daya baterai pada perangkat portabel, Sony diprediksi tidak mengandalkan tenaga grafis mentah, melainkan bertumpu pada teknologi rekonstruksi gambar berbasis kecerdasan buatan PlayStation Spectral Super Resolution (PSSR) 3.0 yang dilengkapi fitur frame generation. Teknologi ini diklaim mampu mendongkrak resolusi dasar 540p menjadi 1080p secara mulus sekaligus memberikan performa efektif yang setara dengan 10 hingga 14 TFLOPS saat terhubung ke stasiun dock.
Selain efisiensi performa, dokumen yang bocor tersebut juga mengindikasikan bahwa Project Canis akan mendukung kompatibilitas mundur (backward compatibility) untuk pustaka game PlayStation 4 dan PlayStation 5. Meskipun demikian, seluruh detail spesifikasi teknis dan estimasi jadwal peluncuran ini masih berstatus sebagai rumor karena belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak Sony.






