Turis Malaysia Dominasi Penumpang Asing Whoosh Tembus 403 Ribu

- Penulis

Senin, 14 September 2026 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penumpang Asing Whoosh — Kereta Cepat Whoosh di jalur lintasan dengan dominasi penumpang asal Malaysia.

Wisatawan asal Malaysia mendominasi jumlah penumpang asing Kereta Cepat Whoosh hingga mencapai 403 ribu orang. sin

Redaksiku.com – Kehadiran Kereta Cepat Whoosh mengubah peta pariwisata nasional, terutama dalam menarik minat pelancong dari negeri tetangga. Berdasarkan catatan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) hingga Agustus 2026, warga Malaysia mencatatkan angka kunjungan tertinggi dengan jumlah kumulatif mencapai 403.626 orang. Angka ini mendominasi secara signifikan, yakni sekitar 42,8 persen dari total keseluruhan 944.087 penumpang warga negara asing yang telah memanfaatkan moda transportasi modern tersebut sejak pertama kali beroperasi.

Dominasi tersebut tidak hanya terlihat pada akumulasi jangka panjang, tetapi juga konsisten sepanjang tahun berjalan. Periode Januari hingga Agustus 2026 saja, operator mencatat sebanyak 105.095 penumpang asal Malaysia memilih jalur rel berkecepatan tinggi ini untuk bermobilitas. Jumlah itu berkisar 40 persen dari total 262.369 penumpang internasional yang tercatat dalam delapan bulan pertama tahun tersebut.

Tren positif ini terus berlanjut memasuki awal bulan September. Berdasarkan data penjualan sementara, sekitar 2.300 tiket terjual kepada wisatawan asal Malaysia, atau jika dirata-rata mencapai 1.150 tiket per harinya. General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menjelaskan bahwa tingginya antusiasme ini membuktikan moda transportasi tersebut sudah melekat dalam itinerary perjalanan mereka selama singgah di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka kumulatif pengguna asing asal Malaysia menembus 403.626 orang atau setara 42,8 persen dari total keseluruhan penumpang internasional Whoosh hingga periode Agustus 2026.

Efisiensi waktu tempuh menjadi daya tarik utama bagi para pelancong mancanegara, khususnya mereka yang datang dari Malaysia. Perjalanan darat yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam kini dipangkas secara drastis menjadi sekitar 30 hingga 45 menit saja antara Stasiun Halim di Jakarta dan Stasiun Padalarang atau Tegalluar di Bandung. Waktu luang yang bertambah banyak ini dimanfaatkan para pelancong untuk mengeksplorasi lebih banyak titik destinasi dalam satu kali perjalanan liburan.

Pola perjalanan para wisatawan dari negeri jiran ini biasanya melibatkan perpindahan dari Jakarta menuju Bandung dan sekitarnya. Setibanya di ibu kota, mereka gemar menghabiskan waktu untuk berbelanja dan menikmati suasana metropolitan. Sementara itu, setibanya di wilayah Bandung Raya, agenda wajib yang tidak pernah terlewatkan adalah berburu kuliner lokal yang legendaris.

Destinasi Favorit Wisatawan Malaysia di Jawa Barat

Selain kawasan perkotaan, daya tarik wisata alam di wilayah penyangga Bandung turut menjadi magnet kuat. Wilayah Lembang dengan berbagai atraksi pegunungan yang sejuk serta Ciwidey dengan lanskap perkebunan teh dan kawah vulkaniknya menjadi tujuan populer dalam daftar kunjungan mereka. Ragam destinasi ini dapat dijangkau dengan mudah setelah turun dari kereta cepat.

Berdasarkan profil pengunjung yang dirilis operator, demografi wisatawan Malaysia yang menggunakan layanan ini sangat beragam. Mereka terdiri dari pelancong solo atau solo traveler, rombongan keluarga besar, hingga kelompok-kelompok kecil. Durasi liburan yang mereka ambil pun bervariasi, mulai dari paket empat hari tiga malam hingga lima hari empat malam di Indonesia.

Pertumbuhan pasar pariwisata ini juga tidak lepas dari strategi jemput bola yang agresif. Pihak pengelola secara aktif menggandeng agen perjalanan atau biro wisata di Malaysia untuk berkolaborasi dengan para pelaku industri perhotelan serta pariwisata lokal di Jakarta dan Bandung. Kolaborasi lintas negara tersebut diwujudkan dalam bentuk paket wisata terpadu.

Paket wisata terpadu yang menggabungkan tiket kereta cepat, akomodasi hotel, dan destinasi populer terbukti efektif mendongkrak kunjungan pelancong asing.

Melalui kerja sama strategis tersebut, wisatawan dapat membeli tiket perjalanan yang sudah di-bundling dengan tiket masuk tempat rekreasi maupun fasilitas pendukung lainnya. Langkah promosi langsung juga digencarkan melalui keikutsertaan dalam ajang pameran pariwisata internasional seperti MATTA Fair di Kuala Lumpur serta pelaksanaan misi penjualan khusus di wilayah Penang.

“Wisatawan Malaysia menjadi pengguna Whoosh dari kalangan warga negara asing dengan jumlah terbesar. Kehadiran Whoosh membuat perjalanan Jakarta–Bandung menjadi lebih cepat dan nyaman sehingga wisatawan dapat mengunjungi lebih banyak destinasi dalam waktu yang terbatas.”

— Eva Chairunisa

Kenyamanan fasilitas stasiun serta ketepatan waktu keberangkatan kereta menjadi nilai tambah tersendiri di mata pelancong internasional. Standar pelayanan publik yang setara dengan moda transportasi kelas dunia di negara maju membuat para turis merasa aman dan tidak ragu merekomendasikannya kepada kerabat di negara asal mereka.

Pertanyaan Umum

Mengapa wisatawan Malaysia paling banyak menggunakan Whoosh?

Kedekatan geografis, kemudahan akses penerbangan langsung dari Malaysia ke Jakarta, serta efisiensi waktu tempuh kereta cepat membuat destinasi Jakarta dan Bandung menjadi pilihan liburan singkat yang sangat praktis.

Berapa total penumpang asal Malaysia hingga saat ini?

Jumlah kumulatif pengguna asal Malaysia telah mencapai 403.626 orang hingga periode pencatatan Agustus 2026, mendominasi hampir separuh dari total keseluruhan penumpang asing.

Kota atau destinasi apa saja yang paling sering dikunjungi?

Selain Jakarta untuk wisata belanja dan kuliner, destinasi utama mereka meliputi kawasan Bandung, Lembang, serta Ciwidey yang terkenal dengan keindahan alam pegunungannya.

Ringkasan

Turis asal Malaysia mendominasi jumlah penumpang asing Kereta Cepat Whoosh dengan catatan kumulatif mencapai 403.626 orang atau sekitar 42,8 persen dari total keseluruhan penumpang internasional hingga Agustus 2026.

Tingginya antusiasme ini didorong oleh efisiensi waktu tempuh Jakarta-Bandung yang hanya memangkas waktu menjadi 30 hingga 45 menit, kemudahan akses pariwisata terpadu, serta kedekatan geografis.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alasan TNI Bangun Ribuan Jembatan dan Sumur Menurut KSAD
“Mau Isi BBM? Eits, Simak Dulu Aturan di Lipukasi Barru”
Denda 6 Persen Pendapatan Global Mengintai Platform Digital di RI
18 Orangutan Diselamatkan dari Karhutla di Kalimantan Barat
Suahasil Nazara Ditunjuk Jadi Menteri Keuangan Gantikan Purbaya
KA Bandara Dialihkan untuk Tambah Perjalanan KRL Bogor
Dana Awal Rekening Rp50 Ribu untuk Usia 17 Tahun
LRT Kelapa Gading-Manggarai Beroperasi Terbatas, Kapan Bisa Dipakai?

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 13:10 WIB

Alasan TNI Bangun Ribuan Jembatan dan Sumur Menurut KSAD

Jumat, 18 September 2026 - 08:09 WIB

“Mau Isi BBM? Eits, Simak Dulu Aturan di Lipukasi Barru”

Rabu, 16 September 2026 - 05:24 WIB

Denda 6 Persen Pendapatan Global Mengintai Platform Digital di RI

Selasa, 15 September 2026 - 05:00 WIB

18 Orangutan Diselamatkan dari Karhutla di Kalimantan Barat

Senin, 14 September 2026 - 17:45 WIB

Turis Malaysia Dominasi Penumpang Asing Whoosh Tembus 403 Ribu

Berita Terbaru

Konflik militer Iran dan kenaikan suku bunga obligasi global memicu ketidakpastian di pasar finansial internasional.

Oil (Petroleum) and Gasoline

Penyebab Kenaikan Suku Bunga dan Dampak Konflik Iran

Sabtu, 19 Sep 2026 - 10:15 WIB

Kapten Alec Stockfelt bersama krunya berhasil menangkap ikan blue marlin seberat 648 pon di perairan San Diego.

Viral

Nelayan Tangkap Blue Marlin Seberat 648 Pon di San Diego

Sabtu, 19 Sep 2026 - 10:06 WIB

error: Content is protected !!