Redaksiku.com – Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III atau Kogabwilhan III tengah memperketat penyelidikan guna membongkar jaringan gelap yang diduga menjadi pemasok senjata api bagi kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka di wilayah Papua Pegunungan. Langkah tegas ini diambil menyusul keberhasilan aparat keamanan dalam meringkus salah satu figur penting dari kelompok tersebut, yakni Abdon Kisamdu, saat tiba di Kabupaten Yahukimo.
Abdon Kisamdu diamankan aparat TNI setelah tiba di Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo. (Dok. Ist)
Kronologi Penangkapan di Bandara Yahukimo
Operasi penangkapan ini bermula ketika Abdon Kisamdu mendarat di Bandara Nop Goliat Dekai. Tokoh yang dikenal menjabat sebagai Wakil Komandan Batalyon TPNPB-OPM Kodap 35 Bintang Timur tersebut menumpang pesawat komersial berjenis Boeing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menjelaskan bahwa pergerakan Abdon telah dipantau sebelumnya. Personel gabungan yang terdiri dari satuan Yon 462 Pasgat TNI AU dan Satgas Mandala Koops TNI Habema langsung bergerak begitu target turun dari pesawat.
Tanpa perlawanan berarti, target langsung digiring menuju ruang isolasi bandara untuk pemeriksaan awal. Pengamanan ketat diterapkan mengingat status penting yang disandang oleh yang bersangkutan di dalam struktur organisasi separatis tersebut.
Aparat mengamankan Abdon Kisamdu di ruang isolasi Bandara Nop Goliat Dekai sesaat setelah ia turun dari pesawat Trigana Air.
Rencana Transaksi Senjata di Distrik Dekai
Hasil pemeriksaan intensif yang dilakukan oleh aparat keamanan membeberkan fakta baru terkait tujuan kedatangan Abdon ke Yahukimo. Diketahui kedatangannya bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan untuk merampungkan transaksi pembelian persenjataan.
Berdasarkan pengakuan sang wakil komandan batalyon, proses transaksi tersebut dirancang berlangsung di kawasan Kali Seng, Distrik Dekai. Guna memuluskan rencana tersebut, ia bahkan telah melakukan transfer dana sebanyak tiga kali kepada seseorang berinisial BA.
Rangkaian rencana transaksi ini melibatkan beberapa pihak pendukung di lapangan:
- Abdon terbang menuju Yahukimo menggunakan penerbangan Trigana Pax PK-YSC.
- Seorang kerabat berinisial KP disiapkan untuk menjemput target di area bandara.
- Lokasi serah terima senjata disepakati berada di sekitar Kali Seng, Distrik Dekai.
Meski demikian, seluruh skenario tersebut gagal total setelah aparat gabungan bergerak lebih cepat. Penangkapan di bandara memutus rantai komunikasi antara Abdon dan jaringan pemasok di darat.
Perburuan Jaringan Pemasok Senjata Berinisial BA
Kini fokus utama operasi pengamanan diarahkan pada pelacakan pihak-pihak luar yang turut membiayai atau menyediakan pasokan logistik militer. Identitas berinisial BA menjadi buruan utama satuan TNI di lapangan.
Penyidik militer mendalami aliran dana yang telah dikirimkan oleh Abdon Kisamdu kepada BA. Informasi ini dinilai sangat krusial untuk memutus jalur logistik ilegal yang selama ini menyuplai persenjataan bagi kelompok bersenjata di pedalaman Papua.
Pihak Kogabwilhan III memastikan bahwa pengembangan kasus akan terus berjalan hingga seluruh jaringan terungkap tuntas. Upaya terpadu ini merupakan bagian dari komitmen menjaga stabilitas keamanan serta penegakan hukum di wilayah Papua Pegunungan.
Pertanyaan Umum
Siapa yang ditangkap oleh TNI di Yahukimo?
Aparat keamanan mengamankan Abdon Kisamdu yang diidentifikasi sebagai Wakil Komandan Batalyon TPNPB-OPM Kodap 35 Bintang Timur saat tiba di Bandara Nop Goliat Dekai.
Apa tujuan kedatangan Abdon Kisamdu ke Yahukimo?
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedatangan Abdon bertujuan untuk menemui pihak pemasok guna merampungkan transaksi pembelian senjata api di wilayah Distrik Dekai.
Siapa pihak yang kini sedang diburu oleh aparat?
TNI tengah memburu seseorang berinisial BA yang diduga kuat berperan sebagai pemasok senjata api sekaligus penerima transfer dana dari Abdon Kisamdu.
Ringkasan
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kogabwilhan III) di bawah kepemimpinan Letjen TNI Lucky Avianto memperketat penyelidikan untuk memburu jaringan pemasok senjata api ilegal menyusul penangkapan Abdon Kisamdu. Abdon, yang menjabat sebagai Wakil Komandan Batalyon TPNPB-OPM Kodap 35 Bintang Timur, diringkus tanpa perlawanan oleh personel gabungan Yon 462 Pasgat TNI AU dan Satgas Mandala Koops TNI Habema saat mendarat menggunakan pesawat komersial di Bandara Nop Goliat Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif, kedatangan Abdon ke Yahukimo bertujuan untuk merampungkan transaksi pembelian senjata di kawasan Kali Seng, Distrik Dekai, setelah sebelumnya sempat melakukan transfer dana sebanyak tiga kali kepada seseorang berinisial BA. Gagalnya rencana transaksi tersebut akibat kesigapan aparat kini membuat TNI memfokuskan pengejaran terhadap BA serta melacak aliran dana untuk memutus jalur logistik militer kelompok separatis di Papua Pegunungan.






