Terlalu Sering Minum Manis? Awas, Ini 5 Penyakit yang Bisa Muncul
Kebiasaan mengonsumsi minum manis memang sulit dihindari. Rasa segarnya mampu memanjakan lidah, apalagi saat cuaca panas.
Namun, di balik kenikmatannya, kebiasaan ini menyimpan bahaya besar bagi kesehatan jika dilakukan secara berlebihan.
Gula tambahan dalam minuman kemasan, teh manis, kopi susu, hingga minuman boba dapat memicu berbagai penyakit kronis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, penting untuk memahami dampak yang mungkin timbul dari terlalu sering mengonsumsi minum manis.
5 Penyakit Akibat Minum Manis
-
Diabetes Tipe 2
Penyakit yang paling sering dikaitkan dengan konsumsi minuman manis adalah diabetes tipe 2.
Gula tambahan bisa menyebabkan lonjakan tajam kadar gula darah dalam waktu singkat.
Jika kebiasaan ini berlangsung lama, tubuh akan mengalami resistensi insulin, sehingga meningkatkan risiko diabetes.
Studi juga menunjukkan bahwa orang yang rutin minum satu hingga dua gelas minuman manis per hari memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini.
-
Obesitas
Minuman manis mengandung kalori tinggi, tetapi tidak memberikan rasa kenyang yang cukup.
Akibatnya, seseorang cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan dan minuman.
Kelebihan berat badan atau obesitas tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi.
-
Penyakit Jantung
Konsumsi gula berlebihan berisiko meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol jahat (LDL) dalam aliran darah.
Dampaknya sangat nyata terhadap kesehatan jantung dan sistem peredaran darah.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula tambahan dalam jumlah tinggi berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner hingga 30%.
Bahkan, orang yang mendapat 1721% asupan kalori hariannya dari gula tambahan berisiko lebih tinggi meninggal akibat penyakit jantung dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi kurang dari 10%.
-
Masalah Hati
Tak hanya alkohol yang merusak hati, konsumsi fruktosa dalam jumlah besar dari minuman manis juga dapat memicu penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD).
Fruktosa yang berlebihan akan diubah menjadi lemak oleh hati, dan menumpuk seiring waktu.
Lemak tersebut bisa memicu peradangan, kerusakan sel hati, hingga sirosis jika tidak dikendalikan.
-
Gangguan Ginjal
Ginjal berperan penting dalam menyaring zat beracun dari darah, termasuk kelebihan gula.
Ketika kadar gula dalam darah terus tinggi, ginjal akan bekerja lebih keras dan mengalami tekanan.
Jika dibiarkan, hal ini dapat merusak fungsi ginjal dan berujung pada gagal ginjal.
Selain itu, minuman manis juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi yang turut memperburuk kondisi ginjal.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






