Redaksiku.com – Schneider Electric kini memimpin langkah transformasi sistem kelistrikan di kawasan Asia Tenggara dengan memperkenalkan solusi modernisasi jaringan yang lebih berkelanjutan dan terdigitalisasi. Melalui perhelatan Enlit Asia 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 22–24 September 2026, perusahaan ini menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi global melalui penerapan teknologi jaringan cerdas atau intelligent grid.
Teknologi Bebas Sulfur untuk Masa Depan
Fokus utama yang diusung Schneider Electric dalam pameran tahun ini adalah transisi menuju teknologi tegangan menengah (medium-voltage/MV) yang sepenuhnya bebas sulfur. Penggunaan gas SF6 dalam peralatan listrik tegangan menengah selama ini menjadi tantangan besar bagi sektor energi karena dampak pemanasan global yang tinggi jika terjadi kebocoran.
Perusahaan menghadirkan inovasi yang menggantikan gas rumah kaca tersebut dengan teknologi udara murni atau pure air. Langkah ini bukan sekadar inovasi teknis, melainkan upaya strategis untuk membantu operator jaringan listrik mengurangi jejak karbon secara signifikan. Dengan mengadopsi teknologi ini, perusahaan listrik dapat memastikan operasional yang lebih aman sekaligus memenuhi standar keberlanjutan yang semakin ketat di pasar global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Implementasi teknologi jaringan pintar ini ditargetkan untuk meningkatkan efisiensi operasional sistem kelistrikan hingga 30 persen dibandingkan dengan infrastruktur konvensional yang ada saat ini.
Digitalisasi sebagai Tulang Punggung Efisiensi
Modernisasi jaringan listrik tidak akan maksimal tanpa integrasi teknologi digital yang mumpuni. Schneider Electric menekankan pentingnya penggunaan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan untuk memantau beban listrik secara real-time. Hal ini memungkinkan operator untuk mendeteksi potensi gangguan sebelum kerusakan besar terjadi pada aset kelistrikan.
Digitalisasi dalam jaringan cerdas mencakup beberapa aspek krusial yang dipamerkan selama acara berlangsung:
- Penerapan sensor pintar pada gardu listrik untuk pemantauan kondisi aset secara proaktif.
- Integrasi sumber energi terbarukan yang bersifat intermiten ke dalam jaringan utama tanpa mengganggu stabilitas pasokan.
- Pemanfaatan analitik data untuk mengoptimalkan distribusi beban energi di wilayah perkotaan yang padat.
- Otomatisasi sistem pemulihan jaringan untuk meminimalisir durasi pemadaman listrik bagi pelanggan akhir.
- Teknologi Grid-as-a-Service kini menjadi solusi utama bagi perusahaan utilitas untuk mempercepat transformasi digital tanpa harus melakukan perombakan infrastruktur besar-besaran secara sekaligus.
Mendukung Ketahanan Energi Regional
Di tengah meningkatnya permintaan energi di Asia, ketahanan jaringan listrik menjadi prioritas bagi banyak negara. Schneider Electric melihat bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah sangat penting untuk mencapai target nol emisi karbon. Melalui solusi yang ditampilkan di Enlit Asia 2026, perusahaan berupaya memberikan kerangka kerja bagi penyedia energi untuk menyeimbangkan antara keandalan pasokan dan target dekarbonisasi.
Operator jaringan disarankan untuk memulai modernisasi dari sistem manajemen aset berbasis cloud sebelum beralih ke penggantian perangkat keras fisik yang memerlukan biaya investasi lebih besar.
Teknologi yang dihadirkan di ICE BSD City tahun ini mencerminkan kebutuhan akan jaringan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga fleksibel. Dengan kemampuan untuk mengelola aliran energi dua arah, jaringan listrik masa depan akan lebih siap menerima kontribusi dari konsumen yang juga berperan sebagai produsen energi, seperti melalui penggunaan panel surya atap di sektor residensial maupun industri.
Pertanyaan Umum
Mengapa transisi ke teknologi bebas sulfur sangat krusial saat ini?
Gas SF6 yang umum digunakan pada peralatan tegangan menengah adalah gas rumah kaca yang sangat kuat. Menggantinya dengan teknologi udara murni membantu industri listrik mengurangi dampak lingkungan secara permanen dan mematuhi regulasi karbon yang semakin ketat.
Bagaimana digitalisasi membantu keandalan jaringan listrik?
Digitalisasi memungkinkan pemantauan aset secara real-time dan prediksi kerusakan melalui sensor pintar. Dengan data yang akurat, operator dapat melakukan perawatan preventif sehingga risiko pemadaman listrik yang tidak terencana dapat ditekan seminimal mungkin.
Apakah solusi yang ditawarkan Schneider Electric dapat langsung diterapkan pada jaringan lama?
Ya, sebagian besar solusi modernisasi yang dipamerkan dirancang untuk kompatibilitas retrofitting. Artinya, teknologi digital dan komponen baru dapat diintegrasikan ke dalam infrastruktur yang sudah ada tanpa harus membangun sistem dari nol.
Ringkasan
Pada ajang Enlit Asia 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD City pada 22–24 September 2026, Schneider Electric memperkenalkan solusi modernisasi jaringan listrik berbasis teknologi intelligent grid. Fokus utama perusahaan adalah transisi ke teknologi tegangan menengah bebas sulfur (pure air) sebagai pengganti gas SF6 yang berbahaya bagi lingkungan, guna mendukung upaya dekarbonisasi global di sektor energi.
Selain inovasi perangkat keras, Schneider Electric mengedepankan digitalisasi melalui perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan dan sensor pintar untuk meningkatkan efisiensi operasional hingga 30 persen. Melalui pendekatan Grid-as-a-Service dan solusi yang kompatibel dengan infrastruktur lama (retrofitting), perusahaan membantu operator jaringan meningkatkan keandalan pasokan energi dan meminimalisir risiko pemadaman melalui pemantauan aset secara real-time.






