Saham MLPL Melonjak 6,82% ke Rp94, Volume Perdagangan Hampir 7 Kali Rata-Rata

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham MLPL Melonjak 6,82% ke Rp94, Volume Perdagangan Hampir 7 Kali Rata-Rata

Saham MLPL Melonjak 6,82% ke Rp94, Volume Perdagangan Hampir 7 Kali Rata-Rata

Redaksiku.com – Saham MLPL mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan terakhir Selasa, 21 Juli 2026.

Saham PT Multipolar Tbk ditutup di level Rp94 per saham, naik Rp6 atau sekitar 6,82 persen dibandingkan penutupan sebelumnya sebesar Rp88.

MLPL dibuka di harga Rp89, kemudian bergerak dalam rentang Rp89 hingga Rp98 sepanjang sesi perdagangan. Data transaksi menunjukkan volume mencapai sekitar 139,72 juta saham dengan nilai transaksi kurang lebih Rp13,2 miliar dan frekuensi 6.941 kali.

Saat artikel ini disusun pada Rabu, 22 Juli 2026 pukul 07.51 WIB, perdagangan Bursa Efek Indonesia belum dimulai. Dengan demikian, angka Rp94 masih merupakan harga penutupan terbaru dan belum mencerminkan pergerakan sesi perdagangan 22 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ringkasan Pergerakan Saham MLPL

Berikut ringkasan perdagangan saham MLPL pada 21 Juli 2026:

Keterangan Data
Harga penutupan Rp94
Perubahan harian Naik Rp6
Persentase perubahan Naik 6,82 persen
Harga pembukaan Rp89
Harga tertinggi Rp98
Harga terendah Rp89
Penutupan sebelumnya Rp88
Volume perdagangan Sekitar 139,72 juta saham
Nilai transaksi Sekitar Rp13,2 miliar
Frekuensi transaksi 6.941 kali
Kapitalisasi pasar Sekitar Rp1,47 triliun

Harga MLPL sempat naik hingga Rp98 sebelum sebagian penguatan berkurang menjelang penutupan. Walaupun tidak bertahan di level tertinggi, saham tetap menyelesaikan perdagangan dengan kenaikan yang cukup kuat.

Volume Perdagangan Melonjak Tajam

Salah satu hal yang paling menonjol dalam pergerakan MLPL adalah kenaikan volume transaksi.

Google Finance mencatat volume perdagangan sekitar 139,72 juta saham, sedangkan rata-rata volume berada di kisaran 20,22 juta saham. Artinya, aktivitas transaksi pada sesi tersebut mencapai sekitar 6,9 kali rata-rata perdagangan normal.

Lonjakan volume biasanya menunjukkan meningkatnya perhatian pelaku pasar. Namun, volume besar tidak selalu menjamin harga akan kembali naik pada sesi berikutnya.

Volume tinggi dapat berasal dari pembelian baru, perpindahan kepemilikan, aktivitas perdagangan jangka pendek, maupun aksi ambil untung setelah harga mengalami kenaikan.

Karena itu, investor perlu memperhatikan apakah peningkatan volume masih berlanjut ketika perdagangan dibuka kembali.

MLPL Sempat Menyentuh Rp98

Setelah dibuka pada Rp89, saham MLPL bergerak naik dan sempat mencapai level tertinggi Rp98.

Dari harga pembukaan menuju level tertinggi, kenaikan intraday mencapai sekitar 10 persen. Akan tetapi, harga akhirnya ditutup di Rp94 atau empat poin di bawah level tertinggi harian.

Pergerakan tersebut menunjukkan adanya tekanan beli yang kuat, tetapi juga memperlihatkan aksi jual ketika harga mendekati Rp98.

Secara teknikal sederhana, area Rp98 berpotensi menjadi level yang kembali diperhatikan pelaku pasar. Apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, perhatian berikutnya dapat mengarah ke angka psikologis Rp100.

Sebaliknya, area Rp89 hingga Rp90 menjadi zona terdekat yang perlu diperhatikan karena merupakan wilayah pembukaan sekaligus harga terendah pada perdagangan terakhir.

Analisis level harga tersebut hanya menggunakan pergerakan historis dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham.

Apakah Kenaikan MLPL Dipengaruhi MLPT?

Perhatian terhadap saham-saham dalam kelompok Multipolar meningkat bersamaan dengan pelaksanaan pemecahan saham atau stock split PT Multipolar Technology Tbk.

MLPT mulai diperdagangkan menggunakan nilai nominal baru pada 21 Juli 2026 setelah melaksanakan stock split dengan rasio 1:25. Jumlah saham MLPT meningkat dari 1,875 miliar menjadi 46,875 miliar lembar, sedangkan nilai nominal berubah dari Rp100 menjadi Rp4 per saham.

Pada perdagangan setelah stock split, MLPT tercatat berada di level Rp1.300 dan mengalami kenaikan 25 persen.

Namun, investor perlu memahami bahwa MLPL dan MLPT merupakan dua emiten yang berbeda.

MLPL adalah PT Multipolar Tbk, sedangkan MLPT adalah PT Multipolar Technology Tbk. Situs resmi Multipolar Technology menjelaskan bahwa MLPT merupakan entitas berbeda sekaligus salah satu anak usaha Multipolar.

Pergerakan kuat MLPT dapat menjadi sentimen tidak langsung yang meningkatkan perhatian terhadap MLPL sebagai perusahaan induk. Namun, hal tersebut merupakan interpretasi pasar dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab tunggal kenaikan saham MLPL.

Jangan Salah Membedakan MLPL dan MLPT

Kesamaan nama sering menyebabkan investor pemula tertukar antara kedua saham tersebut.

Berikut perbedaannya:

Kode Nama perusahaan Kegiatan utama
MLPL PT Multipolar Tbk Perusahaan investasi dan induk usaha multisektor
MLPT PT Multipolar Technology Tbk Penyedia solusi dan layanan teknologi informasi

MLPL menjalankan kegiatan sebagai perusahaan investasi dengan eksposur terhadap sektor ritel, teknologi informasi, telekomunikasi, properti, dan layanan lainnya.

Sementara itu, MLPT bergerak secara lebih spesifik dalam penyediaan perangkat keras, infrastruktur teknologi informasi, perangkat lunak, integrasi sistem, konsultasi, dan layanan pengelolaan teknologi.

Stock split yang mulai berlaku pada 21 Juli dilakukan oleh MLPT, bukan MLPL.

Sentimen Penjualan Aset Rp780 Miliar

Sebelum penguatan saham terbaru, Multipolar juga mengumumkan transaksi pengalihan aset senilai Rp780 miliar.

Sejumlah anak usaha MLPL menjual aset properti di beberapa wilayah kepada PT Matahari Putra Prima Tbk atau MPPA. MLPL merupakan pemegang saham utama MPPA dengan kepemilikan 50,13 persen.

Manajemen menjelaskan transaksi tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan optimalisasi portofolio investasi.

Aset yang dialihkan dinilai sesuai dengan kebutuhan operasional dan rencana pengembangan MPPA. Transaksi dilakukan berdasarkan penilaian independen serta diklaim menggunakan ketentuan komersial yang wajar.

Transaksi senilai Rp780 miliar tersebut dapat menjadi salah satu informasi yang diperhatikan investor dalam menilai strategi pengelolaan aset MLPL.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus
Daftar Harga BBM Hari Ini 21 Juli 2026: Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo
EmasLM: Panduan Membeli Logam Mulia untuk Investasi
Pedagang Wajib Mengetahui 4 Hal yang Bisa Menghambat Perkembangan Usaha
Business Intelligence Butuh Budaya Data, Bukan Cuma Tools
Harga Emas Hari Ini 17 Juli 2026 Turun, Antam Jadi Rp2.606.000 per Gram
Xi Jinping Hadiri WAIC 2026, Siapkan Visi China untuk Masa Depan AI Dunia
Menjelang Libur Sekolah, Ini Rekomendasi Aktivitas Seru Mengisi Liburan Bareng Si Kecil
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:59 WIB

Saham MLPL Melonjak 6,82% ke Rp94, Volume Perdagangan Hampir 7 Kali Rata-Rata

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:15 WIB

Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:16 WIB

Daftar Harga BBM Hari Ini 21 Juli 2026: Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:32 WIB

EmasLM: Panduan Membeli Logam Mulia untuk Investasi

Senin, 20 Juli 2026 - 13:36 WIB

Pedagang Wajib Mengetahui 4 Hal yang Bisa Menghambat Perkembangan Usaha

Berita Terbaru