Redaksiku.com – PT Pelayaran Bahtera Adhiguna atau yang dikenal sebagai BAg mengambil langkah konkret dalam memperkuat kesiapan internal menghadapi agenda Net Zero Emission serta pengembangan rantai pasok ramah lingkungan di sektor maritim dan logistik energi nasional. Upaya strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan intensif di lingkungan perusahaan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Agenda peningkatan kapasitas tersebut dikemas dalam bentuk pelatihan internal bertajuk Strategi Net Zero Emission & Green Supply Chain for Maritime Logistics. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari penuh, yakni pada 10–11 September 2026, dengan menghadirkan para ahli serta praktisi berpengalaman di bidang keberlanjutan energi dan transportasi laut.
Inisiatif ini dirancang khusus untuk membekali jajaran manajemen dan pegawai dengan pemahaman mendalam mengenai transisi energi hijau di sektor maritim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Transformasi menuju operasional yang berkelanjutan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi industri pelayaran modern di tengah tuntutan global yang semakin ketat. Sebagai bagian dari ekosistem logistik energi yang memegang peranan vital bagi ketahanan nasional, BAg memandang perlu adanya keselarasan visi dari tingkat pimpinan hingga lini operasional lapangan.
Melalui sesi pelatihan ini, para peserta mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai berbagai aspek penting dalam mewujudkan pelayaran hijau. Beberapa fokus utama yang dibahas mencakup:
- Identifikasi sumber emisi karbon dalam seluruh rantai operasional pelayaran dan logistik energi.
- Penerapan teknologi ramah lingkungan serta efisiensi bahan bakar pada armada kapal.
- Strategi pengelolaan limbah dan pengurangan dampak lingkungan di pelabuhan serta jalur pelayaran.
- Kepatuhan terhadap regulasi nasional maupun internasional terkait penurunan emisi gas rumah kaca.
- Penyusunan peta jalan korporasi menuju target emisi nol bersih yang terukur dan berkelanjutan.
Kerja sama dalam penyelenggaraan program peningkatan kompetensi ini melibatkan lembaga pelatihan terkemuka yang fokus pada kajian strategi bisnis dan keberlanjutan. Kolaborasi ini memastikan materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga dapat diaplikasikan secara nyata dalam operasional bisnis sehari-hari.
Manajemen perusahaan berharap bahwa pembekalan ini mampu memicu inovasi di berbagai lini kerja. Dengan pemahaman yang solid mengenai konsep rantai pasok hijau, perusahaan optimistis dapat terus meningkatkan daya saing sekaligus menjaga komitmen terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Pelatihan intensif yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai divisi strategis dengan mencatatkan tingkat antusiasme yang tinggi sepanjang sesi diskusi.
Langkah proaktif ini sekaligus menegaskan posisi perusahaan dalam mendukung target pemerintah Indonesia untuk mencapai netralitas karbon pada tahun-tahun mendatang. Sektor maritim, sebagai tulang punggung negara kepulauan, memiliki andil besar dalam menyukseskan transisi energi nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Pertanyaan Umum
Apa tujuan utama dari pelatihan Net Zero Emission yang diadakan oleh BAg?
Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan internal perusahaan dalam menghadapi agenda Net Zero Emission serta mengembangkan rantai pasok yang ramah lingkungan di sektor maritim dan logistik energi.
Kapan kegiatan pelatihan tersebut diselenggarakan?
Acara inhouse training ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut pada tanggal 10 hingga 11 September 2026.
Siapa saja pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program ini?
Kegiatan ini diselenggarakan oleh PT Pelayaran Bahtera Adhiguna bekerja sama dengan MSI Institute untuk memberikan pemahaman mendalam kepada jajaran internal perusahaan mengenai strategi keberlanjutan di sektor maritim.
Ringkasan
PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) bekerja sama dengan MSI Institute menyelenggarakan pelatihan intensif “Strategi Net Zero Emission & Green Supply Chain for Maritime Logistics” pada 10–11 September 2026. Program ini bertujuan memperkuat kesiapan internal perusahaan dalam menerapkan rantai pasok ramah lingkungan, efisiensi bahan bakar armada, dan kepatuhan terhadap regulasi penurunan emisi di sektor maritim.












