Elon Musk Mendadak Umumkan Pengunduran Dirinya dari Pemerintah Trump di Tahun 2025 Ini, Apa Alasannya?

- Penulis

Kamis, 29 Mei 2025 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Elon Musk mundur dari pemerintahan Trump setelah proyek Doge dikritik dan Tesla tertekan secara global. (Foto: Youtube.com/@SkyNewsAustralia)

Elon Musk mundur dari pemerintahan Trump setelah proyek Doge dikritik dan Tesla tertekan secara global. (Foto: Youtube.com/@SkyNewsAustralia)

Elon Musk memutuskan mundur dari pemerintahan Trump setelah perannya sebagai pemimpin proyek efisiensi anggaran Doge menuai kontroversi.

Keputusan ini muncul sehari setelah ia secara terbuka mengkritik rancangan anggaran Trump yang dinilainya kontra produktif.

Langkah ini sekaligus menandai titik balik hubungan antara dunia bisnis dan politik yang selama ini dibangun oleh Elon Musk.

Alasan Utama Elon Musk Mundur dari Pemerintahan Trump

Elon Musk mundur dari pemerintahan Trump setelah proyek Doge dikritik dan Tesla tertekan secara global. (Foto: Youtube.com/@SkyNewsAustralia)
Elon Musk Mendadak Umumkan Pengunduran Dirinya dari Pemerintah Trump di Tahun 2025 Ini, Apa Alasannya?

Keputusan Elon Musk untuk mundur dari pemerintahan Trump bukanlah langkah yang tiba-tiba tanpa latar belakang, melainkan puncak dari ketegangan visi yang sudah lama terpendam, terutama dalam hal pengelolaan anggaran negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Elon Musk, yang selama ini dikenal sebagai sosok dengan pendekatan efisiensi ekstrem, merasa bahwa arah kebijakan fiskal pemerintahan Trump telah menyimpang dari semangat awal yang ia perjuangkan.

Dalam sebuah unggahan di platform X, Elon Musk secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap rancangan anggaran terbaru yang digagas oleh Trump.

Ia menilai bahwa kebijakan itu justru akan memperlebar defisit anggaran secara drastis, sebuah ironi besar bagi seseorang yang sejak awal ditugaskan untuk memimpin program pemangkasan pengeluaran pemerintah melalui lembaga yang disebut Department of Government Efficiency (DOGE).

Menurutnya, rancangan anggaran yang disebut Trump sebagai big, beautiful bill itu bukan hanya terlalu ambisius, tetapi juga kontraproduktif terhadap misi efisiensi yang ia jalankan.

Sebagai kepala proyek DOGE, ia mengaku bahwa berbagai kebijakan penghematan yang ia lakukan kini mulai dipelintir dan disalahartikan.

Banyak pihak, baik dari kalangan publik maupun internal pemerintahan, mulai menjadikan DOGE sebagai kambing hitam setiap kali ada kegagalan birokrasi.

Bahkan, dalam beberapa kasus, DOGE disalahkan atas pemangkasan yang sebetulnya tidak pernah menjadi bagian dari keputusan Musk.

Hal ini membuat dirinya merasa bahwa proyek tersebut sudah kehilangan arah, karena tidak lagi menjadi alat reformasi, melainkan menjadi simbol frustrasi politik.

Selain faktor visi yang mulai bertentangan, mundurnya Elon Musk juga terjadi menjelang akhir masa tugas formalnya sebagai seorang special government employeestatus yang membatasi masa kerja federal hanya selama 130 hari dalam setahun.

Namun, banyak pengamat menilai bahwa pernyataan kerasnya terhadap kebijakan anggaran baru dari Trump kemungkinan besar mempercepat proses offboarding dari Gedung Putih.

Artinya, meskipun masa tugasnya memang segera berakhir, nada kritik yang disampaikan Musk dalam beberapa pekan terakhir tampaknya menjadi pemicu untuk mempercepat pemisahan ini secara administratif dan politis.

Sejak ditunjuk sebagai pemimpin DOGE, Musk sempat menyatakan ambisi besarnya: memangkas pengeluaran pemerintah federal hingga mencapai $2 triliun.

Namun, seiring berjalannya waktu, target tersebut mengalami revisi besar-besaran, pertama turun menjadi $1 triliun, lalu ke $300 miliar, dan akhirnya hanya tersisa $150 miliar.

Perubahan itu menandakan bahwa proyek efisiensi yang ia pimpin menemui berbagai rintangan, baik dari sisi teknis maupun politik.

Belum lagi, sejumlah pemangkasan kontroversial yang berdampak langsung pada sektor-sektor vital seperti keamanan nuklir dan layanan publik, menambah tekanan terhadap Musk, baik dari publik maupun internal pemerintahan.

Dampak Mundurnya Elon Musk terhadap Proyek Doge

Proyek Doge yang digagas Elon Musk awalnya dipandang sebagai terobosan radikal dalam menata efisiensi birokrasi federal.

Namun, realisasi proyek ini menimbulkan gelombang pemutusan kerja besar-besaran yang menyasar lebih dari 260.000 pegawai sipil.

Kritik tajam muncul ketika pemangkasan dilakukan terburu-buru, menyebabkan kekeliruan fatal seperti pemecatan staf program nuklir nasional.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Kebaya Nasional Diperingati Kapan? Simak Sejarah dan Maknanya bagi Indonesia
15 Rekomendasi Permainan Sensorik untuk Anak Autisme yang Seru dan Edukatif
Abdullah dari Arab Saudi Meninggal di London, Koroner Ungkap Penyebab Kematiannya
Pasir Laut “Naik Kelas”, Dipakai Ratakan Proyek Kampung Nelayan Barru
Bingung Masak? Ini 25 Ide Menu Low Budget untuk Akhir Bulan yang Praktis
Dude Harlino Serahkan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI ke Bareskrim, Ini Alasannya
Alphard Diduga Isi Pertalite, Barcode BBM Subsidi Jadi Sorotan
Beruang Hitam Tewas Tersengat Listrik di Atas Tiang
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:12 WIB

Hari Kebaya Nasional Diperingati Kapan? Simak Sejarah dan Maknanya bagi Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:02 WIB

15 Rekomendasi Permainan Sensorik untuk Anak Autisme yang Seru dan Edukatif

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

Abdullah dari Arab Saudi Meninggal di London, Koroner Ungkap Penyebab Kematiannya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:50 WIB

Pasir Laut “Naik Kelas”, Dipakai Ratakan Proyek Kampung Nelayan Barru

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:44 WIB

Bingung Masak? Ini 25 Ide Menu Low Budget untuk Akhir Bulan yang Praktis

Berita Terbaru

Mood Berantakan? 4 Kebiasaan yang Bisa Menjadi Penyebabnya

Life Style

Mood Berantakan? 4 Kebiasaan yang Bisa Menjadi Penyebabnya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 12:22 WIB