Progres Pabrik BYD dan VinFast di Indonesia Menjelang Berakhirnya Insentif Mobil Listrik

- Penulis

Selasa, 16 September 2025 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Progres Pabrik BYD dan VinFast di Indonesia Menjelang Berakhirnya Insentif Mobil Listrik

Progres Pabrik BYD dan VinFast di Indonesia Menjelang Berakhirnya Insentif Mobil Listrik

Progres Pabrik BYD dan VinFast di Indonesia – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan insentif impor utuh (completely built up/CBU) untuk kendaraan listrik murni akan resmi dihentikan pada akhir 2025.

Aturan ini menjadi titik balik penting karena seluruh pabrikan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) harus segera memproduksi kendaraannya di Indonesia mulai tahun depan.

Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, menuturkan bahwa beberapa produsen yang masih mengandalkan impor seperti BYD, Geely, dan VinFast sudah menyiapkan investasi lokal berupa pembangunan pabrik. Insentif impor CBU akan berhenti, dan komitmen investasi perusahaan diwujudkan dengan membangun pabrik di Indonesia, kata Setia, Jumat (12/9/2025).

Mengacu Peraturan Menteri Investasi Nomor 6/2023 jo Nomor 1/2024, fasilitas impor mobil listrik akan berakhir pada 31 Desember 2025. Mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, produsen diwajibkan menunaikan komitmen produksi 1:1 dengan spesifikasi teknis mencakup kapasitas baterai dan daya motor listrik minimal sama atau lebih tinggi dari produk impor sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bila syarat itu tak dipenuhi, pemerintah berhak mencairkan bank garansi yang telah disetor sebagai jaminan.

Akademisi Dukung Penghentian Insentif

Peneliti LPEM Universitas Indonesia, Riyanto, menilai penghentian insentif impor BEV tepat dilakukan. Ia menegaskan bahwa apabila fasilitas impor terus diperpanjang, maka produksi lokal akan tertunda. Lebih baik aturan dibiarkan berakhir sesuai jadwal agar industrialisasi mobil listrik di dalam negeri bisa segera berjalan, ujarnya.

Enam Pabrikan Masuk Program Insentif

Kemenperin mencatat ada enam perusahaan yang terlibat dalam program insentif impor, yakni BYD, VinFast, Geely, XPeng, Great Wall Motors (GWM), serta PT National Assemblers yang menaungi Citroen, Aion, Maxus, dan Volkswagen.

Total investasi yang telah digelontorkan mencapai Rp15,52 triliun. PT National Assemblers, misalnya, sudah menyelesaikan perluasan fasilitas produksinya dengan nilai Rp621,15 miliar. Fasilitas tersebut kini siap beroperasi.

Dari enam perusahaan tersebut, ada dua yang membangun pabrik baru, yaitu BYD Indonesia dan VinFast Automobile, ungkap Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono, Selasa (26/8/2025).

Progres Pabrik BYD dan VinFast di Indonesia Menjelang Berakhirnya Insentif Mobil Listrik
Progres Pabrik BYD dan VinFast di Indonesia Menjelang Berakhirnya Insentif Mobil Listrik

BYD dan VinFast Bangun Pabrik di Subang

BYD asal Tiongkok dan VinFast dari Vietnam kini tengah mengerjakan pembangunan pabrik kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat. Proyek ini diproyeksikan selesai akhir 2025, tepat sebelum insentif impor resmi dihentikan.

Pabrik BYD Auto Indonesia per Mei 2025 tercatat mencapai progres 45%. Dengan nilai investasi Rp11 triliun, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun.

Sementara itu, VinFast lebih cepat. Hingga 18 Agustus 2025, progres pembangunan pabriknya sudah mencapai 77%. Dengan investasi senilai Rp3,5 triliun, pabrik ini ditargetkan mampu memproduksi 50.000 unit kendaraan listrik setiap tahunnya.

Selain dua pemain utama itu, produsen lain juga mulai mengatur strategi. Geely dan XPeng, misalnya, menargetkan kapasitas produksi 20.000 unit per tahun meski masih menggunakan fasilitas perakitan PT Handal Indonesia Motor (HIM). Adapun GWM menyiapkan produksi Ora 03 di pabriknya di Wanaherang, Jawa Barat, dengan kapasitas 4.000 unit per tahun. Pembangunan fasilitas ini sudah mencapai 83% pada Agustus 2025.

Kesiapan Tenaga Kerja Lokal

Di sisi lain, pemerintah daerah juga ikut mempersiapkan dukungan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan 4.500 tenaga kerja terampil akan segera disertifikasi pada September 2025 untuk mengisi kebutuhan pabrik BYD di Subang.

Dalam dua minggu ke depan, sertifikat akan diberikan kepada 4.500 anak-anak yang sudah kami persiapkan bekerja di BYD, kata Dedi, Selasa (9/9/2025).

Ia menambahkan, pemerintah provinsi berkomitmen menjamin kenyamanan investor, mulai dari urusan perizinan, keamanan, hingga ketersediaan lahan. Perizinan tidak boleh berbelit, keamanan harus dipastikan, dan negara harus hadir memberikan kepastian kepada investor, tegasnya.

Menuju Babak Baru Industri EV Nasional

Penghentian insentif impor pada 2025 menjadi momen penting yang menandai transisi industri mobil listrik di Indonesia. Kehadiran pabrik BYD dan VinFast di Subang, serta investasi belasan triliun rupiah dari berbagai pemain global, menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk mempercepat industrialisasi kendaraan ramah lingkungan.

Jika semua berjalan sesuai target, pada 2026 Indonesia akan memasuki era produksi massal mobil listrik, membuka lapangan kerja luas, serta memperkuat posisinya dalam rantai pasok global kendaraan listrik.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kendaraan Listrik Mau Kena Pajak? INDEF Bongkar Risiko Besar untuk Industri EV Indonesia!
Transparansi Biaya Baterai Mobil Elektrifikasi, Toyota dan Jaecoo Buka Detail untuk Konsumen Indonesia
Pameran Otomotif Beijing Soroti Ambisi China Kembangkan Mobil Tanpa Pengemudi
ITM Siap Gaspol Rayakan HUT Ke-20
Sewa Mobil Bandara Bali Terpercaya Lengkap dengan Daftar Harganya
Perawatan Kendaraan Rutin: Kunci Mobilitas Aman dan Bebas Drama
Panduan Lengkap Jual Mobil Pribadi dengan Aman dan Harga Optimal
Sony Honda Afeela 1 Car, Futuristik dengan Fitur PS Remote Play

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:51 WIB

Kendaraan Listrik Mau Kena Pajak? INDEF Bongkar Risiko Besar untuk Industri EV Indonesia!

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:54 WIB

Transparansi Biaya Baterai Mobil Elektrifikasi, Toyota dan Jaecoo Buka Detail untuk Konsumen Indonesia

Sabtu, 25 April 2026 - 17:44 WIB

Pameran Otomotif Beijing Soroti Ambisi China Kembangkan Mobil Tanpa Pengemudi

Senin, 13 April 2026 - 06:07 WIB

ITM Siap Gaspol Rayakan HUT Ke-20

Senin, 6 April 2026 - 10:39 WIB

Sewa Mobil Bandara Bali Terpercaya Lengkap dengan Daftar Harganya

Berita Terbaru

MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://starazona.com/contacto/MAINZEUShttps://www.dovhlevin.com/https://stitta.ac.id/kontak/MAINZEUSMAINZEUSSLOT ZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coavs.edu.pk/faculty/SLOT PULSAMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSULARWINULARWINMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coes.dypgroup.edu.in/library/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://sethu.ac.in/seminar/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSJOKER4D>MAINZEUSMAINZEUSWEDE303MAINZEUSBINTANG4DWEDE303LIVETOTOEBTtop111LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303JOKER4DWEDE303LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303LIVETOTOBETlivetotobetmainzeuslivetotobetmainzeusbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4dbintang4d WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303 LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBET BINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4D SLOT2DSLOT2DSLOT2D JOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4D https://www.snsrkscollege.ac.in/https://www.leiko.cz/https://spidercarts.com/shop/misa66 bokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep sma
Dilindungi Oleh
Shield Security