Barru – Polres Barru memberikan edukasi tentang Artificial Intelligence (AI) kepada siswa SMKN 1 Barru.
Kegiatan tersebut digelar Rabu (19/8/2026).
Tim trainer dipimpin Ipda Edy Prawanto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para siswa diajak mengenal AI.
Mereka juga diberi pemahaman cara menggunakan teknologi tersebut secara bijak.
Tak hanya manfaat.
Risiko penyalahgunaan AI juga menjadi perhatian.
Ipda Rachmat memberikan sejumlah contoh penggunaan AI yang perlu diwaspadai.
Salah satunya manipulasi foto, video, hingga suara seseorang.
Dengan AI, seseorang bisa dibuat seolah-olah melakukan atau mengatakan sesuatu.
Padahal, hal itu tidak pernah terjadi.
“AI itu seperti alat. Kalau digunakan untuk belajar, mencari informasi, membantu pekerjaan atau mengembangkan kreativitas, tentu akan memberikan manfaat,” kata Rachmat.
Menurutnya, AI dapat menjadi masalah jika digunakan untuk tujuan yang salah.
Misalnya untuk menipu.
Termasuk membuat konten palsu, menyebarkan informasi bohong, hingga merugikan orang lain.
Rachmat mengatakan penyalahgunaan AI dapat berdampak kepada orang lain.
Konten palsu bisa menimbulkan kesalahpahaman.
Bahkan dapat merusak reputasi seseorang dan memicu konflik.
Penggunaan AI secara tidak bertanggung jawab juga berpotensi menimbulkan persoalan hukum.
Karena itu, siswa diminta tidak asal menggunakan teknologi tersebut.
Mereka harus mempertimbangkan dampak sebelum membuat atau menyebarkan konten.
“Jangan hanya bertanya apakah teknologi ini bisa digunakan, tetapi tanyakan juga apakah penggunaannya benar, aman dan tidak merugikan orang lain,” ujar Rachmat.
“Setiap teknologi yang kita gunakan tetap memiliki konsekuensi, sehingga harus disertai tanggung jawab,” lanjutnya.
Polres Barru berharap edukasi tersebut membuat siswa semakin cerdas menggunakan AI.
Teknologi ini diharapkan dimanfaatkan untuk kegiatan positif.
Seperti membantu belajar, mencari informasi, dan mengembangkan kreativitas.
Bukan digunakan untuk membuat konten palsu yang merugikan orang lain.
Editor : Hengki












