Perjuangan Petugas di Garis Depan Karhutla Sumatra

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas pemadam menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Ogan Ilir, Sumatra Selatan.

Petugas pemadam berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Ogan Ilir, Sumatra Selatan.

Redaksiku.com – Kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan berbagai wilayah Indonesia telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan akibat fenomena El Nino yang kuat, memicu perjuangan berat bagi ribuan petugas pemadam di garis depan. Sepanjang tahun 2026 ini, para petugas harus berjibaku dengan suhu ekstrem, kabut asap pekat, serta kelangkaan air bersih demi mengendalikan api yang terus merembet mendekati permukiman warga.

Petugas pemadam menyemprotkan air untuk memadamkan karhutla di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Indonesia, pada 11 September 2026. (Foto: CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

Skala Kebakaran dan Dampak Fenomena El Nino

Kementerian Kehutanan mencatat lebih dari 200.000 hektare lahan di Indonesia telah terbakar sepanjang Januari hingga Juli 2026. Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 69 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini diperparah oleh musim kemarau panjang yang dipicu oleh El Nino kuat. Suhu di sejumlah daerah rawan seperti Sumatra Selatan dan Kalimantan Barat dilaporkan telah menembus 38 derajat Celsius, membuat vegetasi menjadi sangat kering dan mudah terbakar.

Perjuangan Petugas di Garis Depan Karhutla Sumatra Dua petugas pemadam menyemprotkan air untuk memadamkan karhutla di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Indonesia, pada 12 September 2026. (Foto: CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

Pemerintah dan aparat gabungan terus berupaya mengerahkan sumber daya maksimal untuk mengatasi krisis lingkungan ini. Namun, tantangan di lapangan tetap tinggi mengingat karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara api di dalam tanah.

Lebih dari 200.000 hektare lahan hangus terbakar dari Januari hingga Juli 2026 akibat cuaca ekstrem.

Tantangan Berat di Lapangan dan Risiko Keselamatan

Petugas pemadam seperti Rahmat Hadi Wijaya dan rekan-rekannya harus menghadapi berbagai hambatan fisik yang menguras tenaga setiap hari. Mereka sering kali harus bekerja sejak pagi hingga larut malam tanpa jeda yang memadai.

Beberapa kendala utama yang dihadapi tim pemadam di antaranya meliputi:

  • Kelangkaan sumber air akibat menyusutnya debit sungai dan danau di sekitar lokasi kebakaran.
  • Karakteristik lahan gambut yang membuat api merambat di bawah tanah dan sulit dideteksi.
  • Jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut asap tebal, yang juga menghambat operasi helikopter water bombing.

Perjuangan Petugas di Garis Depan Karhutla Sumatra Seorang petugas membawa selang saat timnya menangani karhutla di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Indonesia, pada 12 September 2026. (Foto: CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

Risiko pekerjaan ini juga mengancam keselamatan jiwa para petugas. Sedikitnya empat petugas pemadam dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas penanggulangan karhutla sepanjang tahun ini akibat kelelahan dan gangguan pernapasan.Perjuangan Petugas di Garis Depan Karhutla Sumatra

Penegakan Hukum dan Upaya Penanggulangan Pemerintah

Di tengah rasa frustrasi karena sebagian besar kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia, aparat kepolisian terus memproses hukum pihak-pihak yang bertanggung jawab. Hingga awal September 2026, ratusan orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembakaran lahan.

Perjuangan Petugas di Garis Depan Karhutla Sumatra Seorang warga menyaksikan karhutla yang berkobar hingga mendekati rumahnya di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Indonesia, pada 12 September 2026. (Foto: CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa penyelidikan terhadap temuan titik api masih terus dikembangkan di berbagai daerah. Pelaku pembakaran sengaja terancam sanksi berat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Perjuangan Petugas di Garis Depan Karhutla Sumatra Petugas pemadam Rahmat Hadi Wijaya, 48, tengah menangani panggilan ketiganya malam itu saat foto ini diambil di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Indonesia, pada 11 September 2026. (Foto: CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama instansi terkait juga mengoptimalkan pengerahan armada darat dan udara. Dukungan masyarakat setempat yang menyambut para petugas dengan hangat turut menjadi dorongan moral bagi para pejuang di garis depan.

Perjuangan Petugas di Garis Depan Karhutla Sumatra Karhutla berkobar di belakang sebuah warung di tepi jalan desa di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Indonesia, pada 12 September 2026. (Foto: CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

Perjuangan Petugas di Garis Depan Karhutla Sumatra Pengendara melintasi asap tebal akibat karhutla di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Indonesia, pada 11 September 2026. Jarak pandang yang terbatas akibat kondisi seperti ini terkadang membuat helikopter water bombing tidak dapat beroperasi. (Foto: CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

Perjuangan Petugas di Garis Depan Karhutla Sumatra Karena bekerja berhari-hari jauh dari rumah, petugas pemadam terkadang harus tidur di aspal dan trotoar, seperti terlihat di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Indonesia, pada 10 September 2026. (Foto: CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

Perjuangan Petugas di Garis Depan Karhutla Sumatra Petugas pemadam Zulkarnain sudah lebih dari sepekan tidak pulang ketika foto ini diambil di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Indonesia, pada 12 September 2026. (Foto: CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

Perjuangan Petugas di Garis Depan Karhutla Sumatra Petugas pemadam berupaya mengendalikan karhutla di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Indonesia, pada 12 September 2026. (Foto: CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

Pertanyaan Umum

Apa penyebab utama parahnya karhutla di Indonesia tahun ini?

Kebakaran diperparah oleh fenomena El Nino kuat yang memicu kekeringan berkepanjangan dan suhu ekstrem, sementara sebagian besar titik api tetap disebabkan oleh aktivitas manusia.

Berapa luas lahan yang terbakar sepanjang awal tahun 2026?

Kementerian Kehutanan mencatat lebih dari 200.000 hektare lahan terbakar dari Januari hingga Juli 2026, naik 69 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Bagaimana upaya penanganan yang dilakukan pemerintah di lapangan?

Pemerintah mengerahkan ribuan personel gabungan, helikopter water bombing, serta melakukan operasi darat untuk memadamkan api di wilayah terdampak parah.Perjuangan Petugas di Garis Depan Karhutla Sumatra

Ringkasan

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Kementerian Kehutanan mencatat lebih dari 200.000 hektare lahan di Indonesia hangus akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 69 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. Krisis lingkungan ini dipicu oleh fenomena El Nino kuat yang menyebabkan musim kemarau panjang serta suhu ekstrem hingga menembus 38 derajat Celsius di sejumlah daerah rawan seperti Sumatra Selatan dan Kalimantan Barat.

Para petugas pemadam di garis depan harus menghadapi tantangan fisik yang sangat berat setiap hari, mulai dari kelangkaan air bersih, jarak pandang terbatas akibat kabut asap, hingga karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara api di dalam tanah. Risiko tinggi di lapangan bahkan telah merenggut nyawa sedikitnya empat petugas akibat kelelahan dan gangguan pernapasan saat menjalankan tugas penanggulangan.

Sebagai langkah penanganan, aparat gabungan termasuk Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoptimalkan pengerahan armada darat dan udara serta memproses hukum ratusan tersangka pembakaran lahan. Di bawah komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, penyelidikan terus dikembangkan untuk memberikan sanksi berat kepada pihak-pihak yang terbukti memicu titik api melalui aktivitas manusia.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Real Madrid Jamu PSG di Laga Pembuka Liga Champions Wanita
Kekeringan Landa NTB, Sembilan Daerah Tetapkan Status Darurat
Resensi Prosa Lirik Karya Yance Dou Fajar Papua dan Kebun Anggur
Lonjakan Penduduk Dorong Kebutuhan Layanan Kesehatan di Bekasi
Serangan Anjing Pit Bull di San Francisco: Korban Ungkap Pemicunya
Yoo Yeon Seok dan Ko A Sung Jadi Juri BIFF 2026
Rekomendasi K-Drama Klasik untuk Ditonton Saat Perayaan Chuseok
Pengadilan Telangana Sita Aset Kantor Pemerintah Terkait Sengketa Irigasi 1983

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:56 WIB

Real Madrid Jamu PSG di Laga Pembuka Liga Champions Wanita

Rabu, 23 September 2026 - 14:53 WIB

Kekeringan Landa NTB, Sembilan Daerah Tetapkan Status Darurat

Rabu, 23 September 2026 - 14:50 WIB

Resensi Prosa Lirik Karya Yance Dou Fajar Papua dan Kebun Anggur

Rabu, 23 September 2026 - 14:49 WIB

Lonjakan Penduduk Dorong Kebutuhan Layanan Kesehatan di Bekasi

Rabu, 23 September 2026 - 14:47 WIB

Serangan Anjing Pit Bull di San Francisco: Korban Ungkap Pemicunya

Berita Terbaru

Hanum Mega merayakan ulang tahunnya yang ke-26 secara meriah di GBK bersama keluarga dan rekan-rekan figur publik.

Life Style

Perayaan Ulang Tahun ke-26 Hanum Mega di GBK Jadi Sorotan

Rabu, 23 Sep 2026 - 15:27 WIB

Label independen Deaf Crocodile merilis Blu-ray perdana yang memuat film-film bisu klasik karya sutradara Jan S. Kolár.

Home Entertainment Reviews

Ulasan Blu-ray Film Bisu Karya Jan S. Kolár

Rabu, 23 Sep 2026 - 15:25 WIB

Mellody Hobson dikenal sebagai pemimpin bisnis terkemuka sekaligus istri dari pembuat film George Lucas.

George Lucas

Mengenal Mellody Hobson, Istri George Lucas

Rabu, 23 Sep 2026 - 15:21 WIB

Koki selebriti Giada De Laurentiis bersama putrinya, Jade, yang menjadi sumber inspirasi terbesarnya.

Giada De Laurentiis

Mengenal Jade, Putri Giada De Laurentiis dan Inspirasinya di DWTS

Rabu, 23 Sep 2026 - 15:19 WIB

error: Content is protected !!