Caroline Riady, CEO Siloam Hospital Group di pembukaan Gedung B Siloam Hospitals Sentosa, Bekasi. (Dinno/VOI)
Redaksiku.com – Siloam Hospitals Sentosa di Kota Bekasi resmi memperluas kapasitas dan layanan kesehatannya melalui pengoperasian Gedung B untuk menjawab tingginya kebutuhan medis dari populasi perkotaan yang telah mencapai 2,6 juta jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik. Pengembangan infrastruktur kesehatan ini dirancang secara bertahap guna memperkuat akses layanan kuratif, preventif, serta promotif bagi warga Bekasi dan sekitarnya.
Ekspansi Tahap Pertama dan Peningkatan Kapasitas Tempat Tidur
Pembangunan Gedung B Siloam Hospitals Sentosa mulai beroperasi secara bertahap sejak Februari 2025 sebagai respons atas tingginna tingkat kepadatan penduduk perkotaan. Ekspansi tahap pertama yang rampung pada April 2026 mencakup berbagai fasilitas krusial untuk menunjang operasional rumah sakit sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbagai fasilitas baru yang kini dapat diakses oleh masyarakat meliputi:
- Ruang Rawat Inap dengan kapasitas tampung yang jauh lebih memadai.
- Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk penanganan kasus darurat medis secara cepat.
- Unit Perawatan Intensif (ICU) guna pemantauan ketat pasien kondisi berat.
- Poliklinik, Rehabilitasi Medis, Farmasi, dan Lobi Utama yang representatif.
Melalui peresmian tahap pertama ini, kapasitas total tempat tidur Siloam Hospitals Sentosa melonjak lebih dari dua kali lipat hingga mencapai 120 tempat tidur secara keseluruhan.
Penambahan daya tampung tersebut memastikan rumah sakit mampu merawat lebih banyak pasien rawat inap, termasuk mereka yang memerlukan observasi pasca-tindakan medis maupun perawatan intensif yang komprehensif.
Pengembangan Layanan Medis Spesifik dan Teknologi Modern
Selain memperbesar infrastruktur fisik bangunan, pihak manajemen juga melengkapi rumah sakit dengan beragam teknologi medis mutakhir dan perluasan spesialisasi klinik. Langkah ini diambil untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang akurat sesuai standar klinis tertinggi.
Jenis layanan medis baru yang kini tersedia di fasilitas tersebut mencakup:
- Laparoskopi sebagai prosedur bedah minimal invasif melalui sayatan kecil.
- ESWL untuk memecah batu saluran kemih menggunakan gelombang kejut tanpa operasi terbuka.
- EEG guna merekam aktivitas kelistrikan otak untuk evaluasi neurologis.
- Interventional Pain Management, Klinik Vaksinasi, serta Layanan Tumbuh Kembang Anak.
Komitmen manajemen ditekankan oleh pimpinan rumah sakit yang melihat ekspansi ini sebagai bentuk nyata kontribusi sosial bagi kesehatan publik. “Kehadiran gedung baru ini bukan semata tentang peningkatan kapasitas, tetapi merupakan wujud komitmen kami untuk memberikan kontribusi dan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” ungkap dr. Kristianus Cahyono, MM, EMBA, Hospital Director Siloam Hospitals Sentosa.
Kolaborasi Sektor Kesehatan Pemerintah dan Swasta
Pemerintah Kota Bekasi menyambut baik langkah ekspansi fasilitas kesehatan swasta ini sebagai bagian dari sinergi pembangunan ekosistem kesehatan regional. Standar pelayanan yang tinggi serta kenyamanan lingkungan fisik dinilai sama pentingnya dengan kecanggihan teknologi medis yang disediakan.
“Kami berharap pengembangan ini dapat memperkuat pilihan layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Bekasi dan sekitarnya, sekaligus menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun ekosistem kesehatan yang semakin kuat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,”
— Dr. Tri Adhianto Tjahyono, Wali Kota Bekasi
Rangkaian pembangunan tidak berhenti pada tahap pertama saja karena pihak manajemen telah merencanakan kelanjutan proyek pada fase berikutnya. Ekspansi tahap 2 dijadwalkan mencakup penambahan kapasitas Ruang Operasi, perluasan ICU, serta tambahan 30 tempat tidur baru untuk ruang rawat inap demi mengantisipasi lonjakan kebutuhan di masa depan.
Pertanyaan Umum
Kapan Gedung B Siloam Hospitals Sentosa mulai beroperasi?
Gedung B Siloam Hospitals Sentosa mulai beroperasi secara bertahap sejak Februari 2025, dengan ekspansi tahap pertama yang mencakup berbagai fasilitas utama rampung pada April 2026.
Berapa kapasitas tempat tidur rumah sakit setelah ekspansi?
Kapasitas tempat tidur di Siloam Hospitals Sentosa meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 120 tempat tidur setelah penyelesaian tahap pertama pembangunan Gedung B.
Apa saja layanan medis baru yang ditambahkan di fasilitas ini?
Layanan medis baru yang tersedia meliputi laparoskopi, ESWL untuk batu saluran kemih, EEG, Interventional Pain Management, Klinik Vaksinasi, hingga Layanan Tumbuh Kembang Anak.
Ringkasan
Siloam Hospitals Sentosa di Kota Bekasi resmi mengoperasikan Gedung B untuk menjawab lonjakan kebutuhan layanan kesehatan dari populasi perkotaan yang telah mencapai 2,6 juta jiwa. Dipimpin oleh Caroline Riady selaku CEO Siloam Hospital Group, ekspansi tahap pertama yang rampung pada April 2026 ini berhasil meningkatkan kapasitas total tempat tidur rumah sakit lebih dari dua kali lipat menjadi 120 unit.
Selain penambahan infrastruktur seperti IGD, ICU, dan ruang rawat inap, fasilitas kesehatan ini juga menghadirkan berbagai teknologi medis mutakhir dan layanan spesifik baru. Layanan tersebut mencakup prosedur laparoskopi, ESWL untuk pemecahan batu saluran kemih, EEG, hingga Interventional Pain Management dan Klinik Vaksinasi guna memastikan standar klinis tertinggi bagi pasien.
Langkah ekspansi ini mendapat sambutan positif dari Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, sebagai bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah dan sektor swasta. Guna mengantisipasi kebutuhan di masa depan, pihak manajemen di bawah arahan Hospital Director dr. Kristianus Cahyono telah merencanakan tahap lanjutan proyek yang mencakup penambahan ruang operasi, perluasan ICU, serta 30 tempat tidur rawat inap baru.






