Redaksiku.com – Balap mobil otonom kini mulai merambah berbagai sirkuit terkenal di dunia, membawa kecerdasan buatan ke lintasan balap profesional. Pada 3 September, ajang Indy Autonomous Challenge singgah di WeatherTech Raceway Laguna Seca, California, di mana tim dari Purdue AI Racing sukses mencetak rekor lintasan baru sekaligus mengamankan posisi kedua dalam kompetisi salip-menyalip.
Dua hari berselang, perkembangan serupa terjadi di Eropa ketika lima tim membawa mobil balap tanpa pengemudi ke Sirkuit Imola di Italia untuk seri perdana Abu Dhabi Autonomous Racing League di luar kawasan asalnya. Team Kinetiz keluar sebagai juara setelah memulai balapan dari posisi keempat di grid.
Kecepatan kendaraan otonom ini bahkan sempat menyentuh angka 157 mph di Sirkuit Imola tanpa ada satu pun orang di dalam kokpit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perkembangan teknologi ini memicu perdebatan menarik mengenai masa depan dunia balap. Meskipun kemampuan teknis mobil sudah terbukti, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menarik minat penonton agar mau mengikuti dan mendukung kompetisi tersebut.
Teknologi AI di Balik Kemudi
Ajang di Laguna Seca dan Imola menggunakan pendekatan berbeda dalam menguji perangkat lunak otonom. Indy Autonomous Challenge mempertemukan tim universitas yang mengembangkan perangkat lunak pengemudi AI di atas sasis mobil balap yang identik.
Kompetisi di Laguna Seca menguji kemampuan mobil dalam situasi menyerang dan bertahan secara bergantian. Perangkat lunak harus memperhitungkan jarak aman dan memutuskan kapan waktu yang tepat untuk melakukan manuver menyalip.
- Sembilan tim universitas dari berbagai belahan dunia dijadwalkan untuk saling menguji kecerdasan buatan mobil mereka.
- Purdue menjadi satu-satunya tim asal Amerika Serikat yang berhasil lolos ke babak utama kompetisi tersebut.
- Tim mencatatkan waktu lap otonom tercepat 1:27.731 sebelum akhirnya dikalahkan oleh wakil Italia, Unimore Racing.
Sementara itu, seri di Imola menghadirkan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dengan melibatkan tim-tim tangguh seperti Kinetiz, Constructor Racing, PoliMOVE, Unimore, dan sang juara bertahan dua kali, TUM. Seluruh peserta menggunakan perangkat keras EAV-25 yang berbasis pada platform Dallara Super Formula SF23.
Kendala teknis sempat dialami beberapa tim selama balapan berlangsung. Insiden tabrakan terjadi ketika mobil Unimore mengalami masalah teknis dan melambat secara drastis, sehingga ditabrak oleh PoliMOVE dari arah belakang.
Kecelakaan di lintasan ini memberikan data krusial bagi para periset untuk menguji reaksi sistem saat menghadapi situasi darurat yang tidak terduga.
Tantangan Menarik Minat Penonton
Di balik pencapaian kecepatan yang mengesankan, balap mobil tanpa pengemudi menghadapi tantangan emosional yang tidak dimiliki oleh balapan konvensional. Penggemar olahraga otomotif biasanya membangun keterikatan dengan figur pembalap favorit mereka.
Ketika kursi pengemudi dibiarkan kosong, dinamika dukungan penonton tentu akan mengalami pergeseran yang cukup besar. Perhatian penonton kini beralih kepada para insinyur dan tim pengembang perangkat lunak di balik layar.
Kendati demikian, dunia riset otomotif tetap memetik manfaat besar dari pengujian ekstrem di sirkuit balap ini. Tekanan tinggi di lintasan membantu para peneliti menemukan celah atau kelemahan pada sistem kecerdasan buatan jauh sebelum teknologi tersebut diterapkan pada kendaraan di jalan raya.
Pertanyaan Umum
Apakah mobil otonom balap sama aman dengan mobil di jalan raya?
Tidak secara langsung. Situasi di lintasan balap dirancang khusus untuk kecepatan ekstrem, sementara kendaraan di jalan raya publik harus menghadapi pejalan kaki, persimpangan, dan kondisi lalu lintas yang jauh lebih kompleks.
Siapa yang mengendalikan mobil selama balapan berlangsung?
Seluruh keputusan pengereman, kemudi, dan akselerasi sepenuhnya dikendalikan oleh sistem kecerdasan buatan atau AI yang dikembangkan oleh masing-masing tim universitas dan periset.
Seberapa cepat mobil tanpa pengemudi ini dapat melaju?
Dalam pengujian dan perlombaan terbaru di sirkuit profesional, kendaraan otonom mampu melaju hingga kecepatan sekitar 157 mph dengan catatan waktu lap yang mendekati catatan waktu pembalap profesional manusia.
Ringkasan
Balap mobil tanpa pengemudi kini telah merambah sirkuit internasional seperti Laguna Seca dan Imola, di mana kendaraan berbasis kecerdasan buatan (AI) mampu melaju hingga kecepatan 157 mph. Meskipun inovasi teknologi ini sangat pesat dan mencetak rekor baru, tantangan terbesarnya adalah menarik minat penonton karena tidak adanya figur pembalap manusia untuk didukung.












