Penjelasan Bidah Mengenai Maulid Nabi Muhamad SAW Menurut Sayyid M Alwi Al-Maliki

- Penulis

Rabu, 21 Februari 2024 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjelasan Bidah Mengenai Maulid Nabi Muhamad SAW Menurut Sayyid M Alwi Al-Maliki

Penjelasan Bidah Mengenai Maulid Nabi Muhamad SAW Menurut Sayyid M Alwi Al-Maliki

Jakarta, Redaksiku.com

Di lansir dari Nahdlatul Ulama Peringatan maulid tidak bisa disebut bid’ah atau sunnah. Ini adalah cara untuk mengingat dan mengenal Nabi Muhammad SAW dalam segala hal, itu adalah pelajaran bagi umatnya. Oleh karena itu, perayaan hari lahir seringkali dikacaukan dengan nilai-nilai luhur yang dianjurkan Nabi Muhammad untuk diteladani masyarakat.

Penjelasan Bidah Mengenai Maulid Nabi Muhamad SAW Menurut Sayyid M Alwi Al-Maliki
Penjelasan Bidah Mengenai Maulid Nabi Muhamad SAW Menurut Sayyid M Alwi Al-Maliki

Ketaatan yang buruk tidak termasuk dalam kategori bid’ah atau sunnah, karena itu hanyalah tradisi atau kebiasaan. Sekedar merayakan hari lahir memiliki banyak manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih untuk mengingat Nabi Muhammad SAW. Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki mengatakan bahwa perayaan ulang tahun ini mungkin memiliki status sesat, bukan karena praktiknya yang relatif baru, tetapi karena kami percaya bahwa Nabi Muhammad SAW diingat dan disebutkan di beberapa titik. Padahal, peringatan dan rujukan Nabi Muhammad harus terjadi setiap saat, bahkan di setiap tarikan napas seorang Muslim.

 

والحاصل أننا لا نقول بسنية الاحتفال بالمولد المذكور في ليلة مخصوصة بل من اعتقد ذلك فقد ابتدع في الدين لأن ذكره صلى الله عليه وسلم والتعلق به يجب أن يكون في كل حين ويجب أن تملأ به النفوس

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artinya: Simpulannya, kami tidak mengatakan kesunnahan peringatan maulid tersebut pada malam tertentu. Bahkan siapa saja yang meyakini demikian, maka ia terjatuh pada bidah dalam Islam. Pasalnya, ingatan dan kaitan diri kita terhadap Nabi Muhammad SAW wajib dilakukan pada setiap waktu dan wajib terisi nafas kita olehnya, (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki, Mafahim Yajibu an Tushahhah, Surabaya, Haiatus Shafwah Al-Malikiyyah, tanpa catatan tahun, halaman 341).

Keyakinan bahwa penyebutan atau peringatan Nabi Muhammad SAW hanya berlaku pada hari atau bulan tertentu jelas sesat. Oleh karena itu, keyakinan ini harus dibuang agar kita tidak membatasi diri pada penyebutan Nabi Muhammad SAW pada suatu saat dan mengasosiasikan diri dengan Nabi Muhammad SAW. Namun tentunya karena kuatnya keinginan dan kedermawanan masyarakat saat itu, maka semangat memperingati atau mengenang  Nabi Muhammad SAW semakin meningkat di bulan maulid Nabi Muhammad SAW.

 

عم إن في شهر ولادته يكون الداعي أقوى لإقبال الناس واجتماعهم وشعورهم الفياض بارتباط الزمان بعضه ببعض فيتذكرون بالحاضر الماضي وينتقلون من الشاهد إلى الغائب

 

Artinya: Tetapi pada bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, dorongan untuk mengingat dan mengaitkan diri pada Rasulullah SAW lebih kuat karena kedatangan, kumpulan, dan limpahan rasa murah hati mereka terkait satu waktu dengan yang lain sehingga mereka mengingat orang yang hadir di masa lalu dan perhatian mereka beralih dari  yang hadir kepada sosok yang telah tiada, (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki, Mafahim Yajibu an Tushahhah, Surabaya, Haiatus Shafwah Al-Malikiyyah, tanpa catatan tahun, halaman 341).

Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki ingin mengatakan bahwa umat Islam tidak boleh “terlalu jauh” dari Nabi Muhammad SAW. Mereka harus membawa kenangan akan karakter Nabi Muhammad SAW setiap waktu dan membasahi mulut mereka dengan sholawat. Namun pada saat-saat tertentu, seperti bulan Maulid, umat harus mengingat Nabi Muhammad SAW lebih dalam. Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki  tidak menyalahkan umat Islam karena mengadakan perayaan ulang tahun di bulan Rabi’ul Awwal. Sebaliknya, ia mengapresiasi tradisi merayakan ulang tahun masyarakat di bulan Rabi’ul Awal. Dengan mengingat dan berdoa setiap bulan dan setiap hari, orang-orang memperkuat sholawat  mereka dengan Nabi Muhammad SAW selama bulan Rabi’ul Awwal. Pernyataan Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki tidak berlebihan. Pasalnya, Rasulullah SAW sendiri menganjurkan kita untuk memperbanyak shalawat pada hari Jum’at, meskipun kita juga dianjurkan untuk shalawat setiap hari. Wallahu a˜lam.

 

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Wajib Tahu 7 Makna dan Jawabannya
Doa Setelah Sholat, Wajib Tahu 7 Bacaan Dzikir dan Artinya
8 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram yang Jarang Diketahui
Jarang Diketahui, Ini Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan untuk Menyambut Tahun Baru Islam
50 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H untuk WhatsApp, Instagram, Keluarga, dan Teman
Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Islam 1448 H, Dibaca Kapan? Ini Penjelasannya
Tahun Baru Islam 1448 H Jatuh 16 Juni 2026, Ini Makna, Amalan, dan Jadwal Puasa Muharam
Kalender Hijriah Hari Ini 15 Juni 2026, Masuk 29 Dzulhijjah 1447 H

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:07 WIB

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Wajib Tahu 7 Makna dan Jawabannya

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:06 WIB

Doa Setelah Sholat, Wajib Tahu 7 Bacaan Dzikir dan Artinya

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:42 WIB

8 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram yang Jarang Diketahui

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:09 WIB

Jarang Diketahui, Ini Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan untuk Menyambut Tahun Baru Islam

Senin, 15 Juni 2026 - 15:11 WIB

50 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H untuk WhatsApp, Instagram, Keluarga, dan Teman

Berita Terbaru

iPhone 16e, Wajib Tahu 7 Fakta HP Apple dengan Chip A18

Teknologi

iPhone 16e, Wajib Tahu 7 Fakta HP Apple dengan Chip A18

Kamis, 2 Jul 2026 - 13:19 WIB

Belgia vs Senegal, Terbaru 6 Fakta Comeback Dramatis 3-2

Olahraga

Belgia vs Senegal, Terbaru 6 Fakta Comeback Dramatis 3-2

Kamis, 2 Jul 2026 - 12:19 WIB