Pemkot Sukabumi Luncurkan Sukasai untuk Digitalisasi Birokrasi AI

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 05:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki meresmikan sistem digitalisasi birokrasi berbasis AI bernama Sukasai.

Pemerintah Kota Sukabumi meluncurkan sistem digitalisasi birokrasi berbasis kecerdasan buatan bernama Sukasai untuk mempercepat tata kelola pemerintahan.

Redaksiku.com – Pemerintah Kota Sukabumi resmi meluncurkan sistem digitalisasi birokrasi berbasis kecerdasan buatan bernama Sukasai untuk mempercepat tata kelola pemerintahan yang terintegrasi dan akurat.

Langkah inovatif ini diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki di Lobi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Sukabumi pada hari Selasa.

Transformasi Digital dan Integrasi Data Publik

Sukasai dirancang khusus untuk mendukung percepatan tata kelola pemerintahan agar berjalan lebih cepat serta berbasis data yang tervalidasi. Sistem terpadu ini mampu menghubungkan berbagai data internal pemerintahan maupun layanan publik secara langsung dan transparan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa jenis data strategis yang berhasil diintegrasikan ke dalam sistem canggih tersebut meliputi:

  • Data tingkat kehadiran seluruh aparatur sipil negara secara berkala.
  • Informasi kependudukan dan catatan sipil warga.
  • Data perkembangan angka stunting di berbagai wilayah.
  • Kategori desil kesejahteraan masyarakat untuk bantuan sosial yang tepat sasaran.
  • Perizinan usaha serta data perpajakan daerah secara menyeluruh.

Melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan ini, para perangkat daerah diharapkan mampu melakukan analisis mendalam. Hal tersebut tentu akan sangat membantu dalam menyusun perencanaan pembangunan serta mendukung proses pengambilan keputusan publik secara lebih terukur.

Peran Agen AI Joy dalam Mitigasi Hukum

Keunggulan utama dari sistem Sukasai terletak pada kehadiran asisten virtual berupa agen kecerdasan buatan yang dinamakan Joy. Agen pintar ini telah dibekali dengan berbagai regulasi hukum yang berlaku di Indonesia.

Di dalam sistem Joy, terdapat pemahaman mendalam mengenai ketentuan hukum termasuk rekam jejak peradilan di tanah air. Basis data peraturan perundang-undangan nasional yang tertanam memungkinkan sistem memberikan analisis awal untuk mengantisipasi potensi kendala regulasi.

Rekomendasi yang dihasilkan oleh agen AI Joy tetap berfungsi sebagai bahan pendukung dan memerlukan verifikasi mendalam dari pihak berwenang seperti Inspektorat.

Pendekatan ini memastikan bahwa pemanfaatan teknologi canggih tetap berada dalam koridor hukum yang sah dan akuntabel. Pemerintah daerah tidak sepenuhnya menyerahkan keputusan mutlak pada mesin tanpa melalui telaah mendalam dari para ahli hukum berpengalaman.

Komitmen Integritas dan Kolaborasi Lintas Sektor

Penerapan teknologi modern di lingkungan birokrasi tidak akan berjalan optimal tanpa adanya penguatan moral dan integritas dari setiap aparatur. Oleh karena itu, digitalisasi ini wajib diimbangi dengan etika kerja yang jujur dan berkeadilan.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana turut mendampingi peresmian yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan penting.

Acara peluncuran strategis ini dihadiri oleh jajaran asisten daerah, pimpinan DPRD, para camat, serta sejumlah akademisi yang ahli di bidang kecerdasan buatan dengan total puluhan peserta.

Kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan akademisi ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program digitalisasi birokrasi. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat menjadi jauh lebih responsif, transparan, dan memuaskan di masa depan.

Pertanyaan Umum

Apa itu Sukasai di Kota Sukabumi?

Sukasai adalah sistem digitalisasi birokrasi berbasis kecerdasan buatan yang diluncurkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi untuk mengintegrasikan data pemerintahan dan pelayanan publik secara real-time.

Siapa saja yang terlibat dalam pengembangan sistem ini?

Sistem ini dikembangkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi di bawah kepemimpinan Wali Kota Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana, dengan melibatkan unsur BKPSDM, perangkat daerah, serta akademisi di bidang kecerdasan buatan.

Bagaimana sistem kecerdasan buatan membantu birokrasi?

Kecerdasan buatan dalam sistem ini membantu menganalisis data kependudukan, perizinan, hingga memberikan analisis regulasi hukum awal melalui agen AI bernama Joy guna mendukung pengambilan keputusan yang tepat.

Ringkasan

Pemerintah Kota Sukabumi resmi meluncurkan sistem digitalisasi birokrasi berbasis kecerdasan buatan bernama Sukasai pada hari Selasa. Diresmikan langsung oleh Wali Kota Ayep Zaki di Lobi BKPSDM Kota Sukabumi, inovasi ini bertujuan untuk mempercepat tata kelola pemerintahan yang terintegrasi, transparan, dan berbasis data yang tervalidasi.

Sistem Sukasai mengintegrasikan berbagai data strategis publik, mulai dari kehadiran ASN, kependudukan, angka stunting, data kesejahteraan sosial untuk bantuan tepat sasaran, hingga perizinan usaha dan perpajakan daerah. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan asisten virtual berteknologi kecerdasan buatan bernama Joy yang berfungsi memberikan analisis regulasi hukum awal guna membantu mitigasi hukum dan perencanaan pembangunan.

Peluncuran yang turut didampingi oleh Wakil Wali Kota Bobby Maulana ini melibatkan sinergi lintas sektor antara jajaran pemda, pimpinan DPRD, para camat, serta akademisi ahli AI. Meski memanfaatkan teknologi modern, rekomendasi yang dihasilkan agen AI tetap memerlukan verifikasi mendalam dari pihak berwenang seperti Inspektorat guna memastikan akuntabilitas dan kepatuhan hukum yang sah.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reforma Agraria Sah Jadi UU, Akademisi Dorong Penguatan Implementasi
Pemprov DKI Pertahankan Jalur Sepeda dan Evaluasi Sejumlah Ruas
PWI Pusat Konsolidasikan 38 Portal Daerah untuk Peluncuran 1 Oktober 2026
Uang Bertanda Tangan Purbaya Sah untuk Pembayaran Menurut BI
Pesan Bupati Jayawijaya untuk CASN Baru Terkait Pengajuan Kredit
Dukungan Warganet untuk Bupati Situbondo Rio Wahyu di Pilgub Jatim
DPRD DKI Sahkan Perubahan APBD 2026 Sebesar Rp79,56 Triliun
DPRD Kota Kediri Kaji Ulang Regulasi Pasar Bandar dan Pahing

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 05:32 WIB

Reforma Agraria Sah Jadi UU, Akademisi Dorong Penguatan Implementasi

Rabu, 23 September 2026 - 05:21 WIB

Pemprov DKI Pertahankan Jalur Sepeda dan Evaluasi Sejumlah Ruas

Rabu, 23 September 2026 - 05:08 WIB

Pemkot Sukabumi Luncurkan Sukasai untuk Digitalisasi Birokrasi AI

Rabu, 23 September 2026 - 05:07 WIB

PWI Pusat Konsolidasikan 38 Portal Daerah untuk Peluncuran 1 Oktober 2026

Rabu, 23 September 2026 - 05:04 WIB

Uang Bertanda Tangan Purbaya Sah untuk Pembayaran Menurut BI

Berita Terbaru

Para ahli mengingatkan pentingnya antisipasi dini terhadap risiko sistemik kecerdasan buatan berkaca dari krisis global masa lalu.

United States Politics and Government

Pelajaran dari Krisis Global untuk Menghadapi Risiko Kecerdasan Buatan

Rabu, 23 Sep 2026 - 05:51 WIB

Warga sekitar menolak kelanjutan proyek panas bumi Gunung Ungaran karena khawatir mengancam lingkungan dan sumber air.

Viral

Warga Menolak, Proyek Panas Bumi Ungaran Berlanjut

Rabu, 23 Sep 2026 - 05:48 WIB

error: Content is protected !!