Pemkot Jayapura Tegaskan Penanganan Pascabencana Harus Didahulukan

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 05:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Jayapura Abisai Rollo mengimbau warga korban kebakaran Dok 5 agar bersabar membangun rumah.

Wali Kota Jayapura meminta korban kebakaran di Dok 5 tidak buru-buru membangun kembali tempat tinggal mereka.

Redaksiku.com – Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, mengimbau para warga korban kebakaran di kawasan Dok 5, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, agar bersabar dan menahan diri untuk tidak terburu-buru membangun kembali tempat tinggal mereka di atas puing-puing sisa kebakaran.

Imbauan ini disampaikan langsung oleh Abisai mengingat Pemerintah Kota Jayapura masih mematangkan berbagai langkah strategis guna menangani kawasan terdampak secara menyeluruh. Proses penataan pascabencana ini membutuhkan koordinasi lintas sektor agar solusi yang dihadirkan benar-benar tepat sasaran dan memberikan kepastian jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Langkah Penanganan Pascabencana oleh Pemerintah Kota

Pemerintah daerah saat ini tengah memfokuskan perhatian pada penataan ulang kawasan yang padat penduduk tersebut. Pendekatan yang komprehensif dinilai sangat penting agar penanganan tidak berhenti pada bantuan darurat semata, melainkan berlanjut pada pembenahan tata ruang wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keputusan untuk menunda proses pembangunan kembali rumah warga diambil demi kebaikan bersama. Pemerintah ingin memastikan aspek keselamatan, legalitas lahan, serta ketersediaan infrastruktur pendukung di kawasan tersebut benar-angan diperhitungkan matang-matang sebelum ada aktivitas konstruksi lanjutan.

Pemerintah Kota Jayapura meminta warga untuk sementara waktu menunda pembangunan fisik di lokasi kebakaran Dok 5.

Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

Persoalan musibah kebakaran ini tidak hanya menjadi tanggungan pemerintah daerah saja. Wali Kota Jayapura telah membawa permasalahan tersebut ke tingkat pusat dengan melakukan pembahasan langsung bersama jajaran kementerian terkait.

Dukungan dari pemerintah pusat sangat diharapkan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan perekonomian warga. Sinergi antara pemerintah kota dan pusat diyakini mampu menghadirkan solusi yang lebih luas dalam menangani dampak sosial maupun tata guna lahan pascakebakaran.

Pertemuan dengan Menteri ATR/BPN

Dalam agenda kunjungan kerja di Kota Jayapura, Wali Kota Abisai Rollo secara khusus telah melaporkan kondisi terkini di lapangan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono.

Pertemuan tingkat tinggi ini membahas berbagai skema bantuan dan kebijakan pertanahan yang dapat diaplikasikan di lokasi terdampak. Melalui komunikasi intensif tersebut, pemangku kebijakan di pusat diharapkan dapat memberikan diskresi atau dukungan khusus bagi warga korban kebakaran.

“Kita sudah sampaikan kepada Menteri AHY terkait kondisi masyarakat kita yang menjadi korban kebakaran. Kita berharap ada dukungan dari pemerintah pusat untuk membantu Kota Jayapura dalam penanganan pascakebakaran.”

— Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H.

Harapan dan Imbauan untuk Warga Terdampak

Warga yang saat ini berada di posko pengungsian atau menumpang di rumah kerabat diimbau untuk tetap tenang menghadapi situasi sulit ini. Pemerintah berkomitmen penuh untuk mencari jalan keluar terbaik tanpa merugikan masyarakat.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait arahan pemerintah bagi para korban kebakaran di Dok 5:

  • Menahan diri untuk tidak mendirikan bangunan darurat secara mandiri di lokasi bekas kebakaran.
  • Menunggu instruksi resmi dan pengumuman lanjutan dari Pemerintah Kota Jayapura mengenai status lahan.
  • Memanfaatkan fasilitas darurat dan bantuan logistik yang telah disalurkan oleh Dinas Sosial serta pihak relawan.

Pemerintah Kota Jayapura terus memantau kondisi ratusan jiwa yang terdampak musibah kebakaran di kawasan padat penduduk Dok 5.

Pertanyaan Umum

Mengapa warga dilarang langsung membangun rumah?

Pemerintah melarang pembangunan sementara waktu karena sedang menyusun rencana penataan ulang kawasan agar lebih aman, teratur, dan sesuai dengan tata ruang kota.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam penanganan pascabencana ini?

Penanganan ini melibatkan Pemerintah Kota Jayapura, instansi teknis terkait, serta koordinasi langsung dengan Kementerian ATR/BPN di tingkat pusat.

Kapan warga diizinkan kembali mendirikan bangunan?

Warga diizinkan membangun kembali setelah pemerintah mengeluarkan keputusan resmi mengenai kejelasan status dan tata penanganan kawasan tersebut.

Ringkasan

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, mengimbau warga korban kebakaran di kawasan padat penduduk Dok 5, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, untuk menunda pembangunan kembali tempat tinggal mereka di atas puing-puing sisa kebakaran demi kepentingan penataan pascabencana yang menyeluruh.

Pemerintah Kota Jayapura saat ini tengah mematangkan langkah strategis penataan ulang kawasan dan berkoordinasi lintas sektor dengan pemerintah pusat, termasuk melaporkan kondisi lapangan secara langsung kepada Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono, guna memastikan aspek keselamatan, legalitas lahan, serta infrastruktur pendukung.

Warga yang terdampak diimbau untuk tetap tenang, memanfaatkan fasilitas di posko pengungsian atau rumah kerabat, serta menunggu instruksi resmi dari pemerintah sebelum kembali mendirikan bangunan di lokasi bekas kebakaran tersebut.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi di Yogya Minta Jatah Makanan Food Truck Dipatsuskan
Warga Menolak, Proyek Panas Bumi Ungaran Berlanjut
DoorDash Sepakat Bayar Rp2 Triliun ke NYC Terkait Upah Kurir
71 Warga Blora Terserang Kusta Termasuk Anak-Anak
Dampak Ketidakpastian Subsidi Motor Listrik Menurut Periklindo dan Aismoli
BRIN Kembangkan Inovasi Pengganti LPG 3 Kg yang Lebih Hemat
Jadwal Sholat Surabaya 23 September 2026 & Niatnya
Profil dan Prestasi Brigjen Hengki Haryadi di Kepolisian

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 05:52 WIB

Polisi di Yogya Minta Jatah Makanan Food Truck Dipatsuskan

Rabu, 23 September 2026 - 05:48 WIB

Warga Menolak, Proyek Panas Bumi Ungaran Berlanjut

Rabu, 23 September 2026 - 05:47 WIB

DoorDash Sepakat Bayar Rp2 Triliun ke NYC Terkait Upah Kurir

Rabu, 23 September 2026 - 05:43 WIB

71 Warga Blora Terserang Kusta Termasuk Anak-Anak

Rabu, 23 September 2026 - 05:34 WIB

Dampak Ketidakpastian Subsidi Motor Listrik Menurut Periklindo dan Aismoli

Berita Terbaru

Para ahli mengingatkan pentingnya antisipasi dini terhadap risiko sistemik kecerdasan buatan berkaca dari krisis global masa lalu.

United States Politics and Government

Pelajaran dari Krisis Global untuk Menghadapi Risiko Kecerdasan Buatan

Rabu, 23 Sep 2026 - 05:51 WIB

Warga sekitar menolak kelanjutan proyek panas bumi Gunung Ungaran karena khawatir mengancam lingkungan dan sumber air.

Viral

Warga Menolak, Proyek Panas Bumi Ungaran Berlanjut

Rabu, 23 Sep 2026 - 05:48 WIB

Dinas Kesehatan Blora mencatat 71 kasus baru kusta yang menyerang warga dewasa hingga anak-anak.

Viral

71 Warga Blora Terserang Kusta Termasuk Anak-Anak

Rabu, 23 Sep 2026 - 05:43 WIB

error: Content is protected !!