Panduan Praktis Cek Bansos dengan KTP, Waspadai Modus Penipuan yang Mengatasnamakan Kemensos

- Penulis

Selasa, 25 November 2025 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panduan Praktis Cek Bansos dengan KTP, Waspadai Modus Penipuan yang Mengatasnamakan Kemensos

Panduan Praktis Cek Bansos dengan KTP, Waspadai Modus Penipuan yang Mengatasnamakan Kemensos

Redaksiku.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperluas penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat prasejahtera di berbagai daerah.

Program ini bertujuan untuk mendukung keluarga yang membutuhkan agar dapat bertahan di tengah tekanan ekonomi. Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, Kemensos menyediakan berbagai fasilitas digital agar masyarakat bisa mengecek status penerimaan bansos secara mandiri.

Saat ini, pengecekan bansos dapat dilakukan dengan mudah hanya menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada Kartu Tanda Penduduk (KTP). Proses ini dapat dilakukan secara online melalui situs atau aplikasi resmi Kemensos.

Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko penipuan dari pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat tentang cara cek bansos KTP yang benar. Karena itu, pemahaman mengenai prosedur resmi sangat penting agar terhindar dari aksi penipuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cara Mudah Cek Bansos Menggunakan KTP Secara Online

Kemensos menyediakan dua cara resmi yang dapat digunakan untuk memeriksa status bansos. Seluruh metode ini bisa diakses gratis, kapan pun dan di mana pun selama pengguna memiliki koneksi internet.

1. Melalui Situs Resmi Kemensos

Masyarakat dapat melakukan pengecekan lewat situs resmi: https://cekbansos.kemensos.go.id

Langkah-langkahnya:

  1. Buka situs web tersebut melalui browser.

  2. Isi data wilayah sesuai KTP, mulai dari provinsi hingga kelurahan/desa.

  3. Masukkan nama lengkap penerima manfaat.

  4. Ketik kode verifikasi (captcha) dengan benar.

  5. Klik tombol Cari Data.

  6. Sistem akan menampilkan informasi lengkap berupa:

    • Status penerima bansos,

    • Nama program bantuan (PKH, BPNT, P3KE, dan lainnya),

    • Status pencairan,

    • Periode penyaluran.

Website ini diperbarui secara berkala berdasarkan data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), sehingga informasi yang tersedia bersifat resmi dan akurat.

Panduan Praktis Cek Bansos dengan KTP, Waspadai Modus Penipuan yang Mengatasnamakan Kemensos
Panduan Praktis Cek Bansos dengan KTP, Waspadai Modus Penipuan yang Mengatasnamakan Kemensos

2. Lewat Aplikasi Resmi Cek Bansos Kemensos

Alternatif kedua adalah memanfaatkan aplikasi Cek Bansos Kemensos yang tersedia di Google Play Store dan App Store.

Cara penggunaannya:

  1. Unduh aplikasi resmi bertanda pengembang Kementerian Sosial RI.

  2. Buat akun baru dengan memasukkan:

    • NIK KTP,

    • Nomor Kartu Keluarga (KK),

    • Verifikasi wajah (face recognition).

  3. Setelah akun aktif, pilih menu Cek Bansos.

  4. Lengkapi data wilayah dan nama penerima sesuai KTP.

  5. Tekan Cari Data untuk melihat status.

Dalam aplikasi, tersedia juga fitur Usul & Sanggah yang memungkinkan masyarakat:

  • Mengusulkan diri sendiri jika merasa layak menerima bantuan,

  • Mengajukan sanggahan jika terdapat penerima yang dianggap tidak tepat.

Fitur ini dibuat untuk meningkatkan transparansi dan memastikan bantuan diterima oleh yang benar-benar membutuhkan.

Waspada Berbagai Modus Penipuan Cek Bansos KTP

Popularitas pencarian informasi tentang bansos membuat banyak pihak tidak bertanggung jawab mencoba melakukan penipuan. Modus yang digunakan semakin beragam dan kerap memanfaatkan kelengahan masyarakat.

Beberapa pola penipuan yang sering terjadi:

1. Link Palsu Menyerupai Situs Resmi

Banyak penipu menyebarkan tautan palsu melalui:

  • WhatsApp,

  • Facebook,

  • Instagram,

  • SMS.

Link ini biasanya mengarahkan ke situs dengan tampilan mirip dengan portal Kemensos, namun domainnya bukan .go.id. Di situs palsu ini, penipu meminta data sensitif seperti:

  • NIK,

  • Nomor KK,

  • Nomor rekening bank,

  • PIN atau password,

  • Kode OTP.

Data tersebut dapat digunakan untuk tindakan kriminal, seperti pinjaman online ilegal atau pembobolan rekening.

2. Penipu Mengaku Petugas Kemensos

Modus lain adalah telepon atau pesan yang mengatasnamakan petugas Kemensos. Pelaku biasanya meminta:

  • Foto KTP,

  • Data kependudukan lengkap,

  • Biaya administrasi atau aktivasi bansos.

Padahal, Kemensos tidak pernah meminta biaya atau data sensitif melalui telepon atau chat pribadi.

3. Janji Pencairan Dana Tidak Masuk Akal

Pelaku penipuan sering menjanjikan:

  • Bantuan jutaan rupiah secara instan,

  • Bansos tambahan jika membayar sejumlah uang.

Penipuan juga biasanya menggunakan bahasa mendesak, seperti harus klik sekarang, bansos hangus, atau batas waktu 5 menit.

Tips Aman Agar Terhindar dari Penipuan Bansos

Untuk menjaga keamanan data pribadi dan menghindari kerugian, berikut langkah-langkah yang wajib diikuti:

1. Gunakan Hanya Kanal Resmi

Sumber resmi untuk cek bansos hanyalah:

Jika link tidak berakhiran .go.id, jangan dibuka.

2. Jangan Berikan Data Sensitif

Hindari memberikan:

  • NIK dan KK kepada orang tidak dikenal,

  • Nomor rekening,

  • PIN,

  • Kode OTP.

Petugas Kemensos atau bank tidak akan pernah meminta data tersebut via WhatsApp atau telepon.

3. Laporkan Jika Menemukan Tautan Mencurigakan

Jika menemukan indikasi penipuan, segera laporkan melalui:

  • lapor.go.id

  • jaga.id (KPK)

  • wbs.kemensos.go.id

  • Atau langsung ke kepolisian.

4. Pastikan Terdaftar di DTKS

Jika ingin menerima bansos, pastikan data keluarga sudah masuk DTKS melalui:

  • RT/RW,

  • Kantor kelurahan/desa.

Program bansos dirancang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, sehingga pengecekan secara mandiri melalui KTP sangat penting. Dengan memahami cara cek bansos yang benar serta mewaspadai modus penipuan, masyarakat dapat memastikan haknya tetap terlindungi.

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bank Banten Salurkan Bantuan untuk Operasi SAR Selat Sunda
WhatsApp Resmi Bank Banten Diluncurkan dengan Centang Biru
Pemkot Cilegon Alihkan Gaji ASN ke Bank Banten
Waspada Akun dan WhatsApp Customer Care Palsu Bank Banten
Gubernur BI Lantik Mal Isnaini S. Meyyanti Jadi Kepala Departemen
Bank Banten Perluas Pengelolaan Keuangan Pemkab Serang
IHSG Terkoreksi 6 Hari Berturut-turut ke Level 6.436
Suahasil Nazara Resmi Dilantik Jadi Menteri Keuangan Baru

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 05:24 WIB

Bank Banten Salurkan Bantuan untuk Operasi SAR Selat Sunda

Jumat, 18 September 2026 - 02:48 WIB

WhatsApp Resmi Bank Banten Diluncurkan dengan Centang Biru

Jumat, 18 September 2026 - 02:05 WIB

Pemkot Cilegon Alihkan Gaji ASN ke Bank Banten

Jumat, 18 September 2026 - 01:59 WIB

Waspada Akun dan WhatsApp Customer Care Palsu Bank Banten

Kamis, 17 September 2026 - 18:52 WIB

Gubernur BI Lantik Mal Isnaini S. Meyyanti Jadi Kepala Departemen

Berita Terbaru

Warga Maluku Tenggara dikejutkan oleh getaran gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,4 pada Jumat dini hari.

Viral

Gempa M4,4 Guncang Maluku Tenggara Dini Hari Tadi

Jumat, 18 Sep 2026 - 21:42 WIB

Kejaksaan Agung menjadwalkan pelimpahan tahap II tersangka Febrie Adriansyah ke Kejari Jaksel.

Politik

Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan ke Kejari Jaksel

Jumat, 18 Sep 2026 - 21:15 WIB

error: Content is protected !!